3 Tipe Kompor Listrik Untuk Pasangan Milenial Yang Praktis dan Minimalis

Kompor listik adalah kompor modern yang minimalis dan praktis

3 Tipe Kompor Listrik Untuk Pasangan Milenial Yang Praktis dan Minimalis

Kompor listrik sekarang ini menjadi alternatif buat pasangan muda yang ingin hidup serba minimalis dan praktis karena tidak harus berlangganan gas setiap bulannya. Hanya dengan daya listrik yang kuat di rumah, kamu bisa memasak apa saja tanpa mengurangi rasa atau kualitas masakan.

Keunggulan lainnya adalah kamu dapat menggunakan berbagai peralatan memasak di kompor listrik, bisa untuk teko air, panci, dan memanggang. Bunyinya juga tidak berisi.

Kamu dapat mengatur sendiri suhu yang dibutuhkan untuk memasak, yang keunggulannya tidak bisa didapatkan saat memakai kompor gas. Daya listrik yang dibutuhkan tidak sebesar kompor induksi sehingga kamu dapat menghemat pengeluaran biaya. Posisinya juga tidak harus mentok di dapur saja, bisa ditempatkan di meja makan atau di luar rumah, tapi tentunya membutuhkan colokan saklar.

Dengan beragam keunggulan tadi, takaran pamor kompor listrik semakin meningkat. Karena itu, banyak produsen elektronik baik dari dalam negeri maupun luar negeri berlomba-lomba membuat produk yang sesuai dengan target pasarnya. Ada beragam fitur dan keunggulan yang ditonjolkan.

Sebelum memutuskan untuk membeli kompor listrik, perlu mencapai dulu sebenarnya ada tiga jenis kompor listrik, loh. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sehingga patut banget untuk kamu perhatikan. Ada apa saja? Simak rangkumannya dari ulasan berikut.

 

  1. Kompor Listrik Konvensional (menggunakan pemanas elemen)

Kompor ini menggunakan listrik sebagai sumber panas yang tersedia melalui kabel nichrome menuju gulungan besi di atas kompor yang membuat permukaan kompor jadi panas. Ini adalah teknologi yang konvensional sehingga menjadikan harga kompor di sini relatif murah. demikian, bila dilihat dari sisi kekurangannya, panas yang dihasilkan dari kompor jenis ini butuh waktu sedikit lebih lama.

Level panas memang bisa kamu atur, tapi efeknya tidak akan langsung terasa karena butuh waktu penyesuaian panas, baik naik maupun turun. Jadi, kamu harus ekstra sabar kalau mau kompor ini buat masak dengan menu yang sedikit kompleks. Sebab, memang pada dasarnya kompor ini lebih cocok untuk pemakaian standar dan instan, misalnya mau masak air, mi instan, ceplok telor, atau sayur sop.

 

2. Kompor Induksi

Kompor listrik jenis ini menggunakan elektromagnet untuk menghasilkan panas. Di bagian bawah area memasak kompor, ada lilitan logam. Saat kompor dinyalakan, arus bolak-balik akan mengalir melalui lilitan dan memproduksi medan magnet yang tidak terlihat. Ketika memasak di atas area memasak diletakkan yang terbuat dari besi atau baja tahan karat yang bersifat magnet, medan magnet yang diproduksi oleh lilitan tersebut akan menginduksikan arus ke peralatan masak sehingga membuat panas dan bisa memasak masakan.

Cara kerja kompor induksi itu tidak memanaskan kompor, memanaskan peralatan masak di atasnya. Jadi, tanpa peralatan masak yang banyak di tempat, kompor tidak akan bekerja. Di satu sisi, hal ini menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Kelebihannya adalah hemat energi karena tidak ada energi yang terbuang. Seluruh energi yang dihasilkan diinduksi langsung ke peralatan masak sehingga panas cepat menyebar.

Juga sangat aman karena kompor ini memiliki fitur mati secara otomatis bila panas sudah berlebihan atau terlalu lama. Disertai pula fitur mode memasak dengan berbagai tingkat daya listrik yang dapat diubah sewaktu-waktu, kamu akan lebih nyaman saat memasak karena dikendalikan lebih baik.

Kekurangannya, kompor ini hanya kompatibel dengan peralatan masak yang bersifat jenis, seperti stainless steel dan besi. Kalau kamu mau beli kompor jenis ini, artinya harus siap-siap beli koleksi wajan dan panci baru yang mendukung kompor listrik ini.

 

3. Kompor Inframerah

Berbeda dengan dua tipe sebelumnya, kompor listrik jenis ini menggunakan lampu halogen dalam logam anti-korosi. Lampu halogen tersebut dikelilingi oleh kumparan untuk menghasilkan panas yang merata. Panas tersebut ditransfer ke peralatan masak di atas kompor melalui inframerah secara langsung.

Kelebihannya, kompor ini bisa dipakai untuk segala jenis peralatan masak, kecuali plastik. Untuk meringankan kamu daripada harus menggunakan kompor induksi yang hanya bisa bekerja di peralatan masak berbahan jenis, seperti stainless steel dan besi.

Meski demikian, kompor ini juga hemat energi karena panas cepat menjalar ke peralatan masak sehingga lebih cepat dan efisien. Ada pula kontrol mode panas untuk memudahkan proses masak-memasak dan mematikan api ketika sudah terlalu panas atau lama dipakai.

Kekurangannya, permukaan kompor ketika dipakai akan sangat panas sehingga berbahaya jika terjadi tanpa kamu sengaja. Ketika selesai dipakai, kompor butuh waktu yang cukup lama untuk dingin kembali. Kamu harus ekstra hati-hati, jangan sampai kompor diletakkan di area yang mudah dicapai anak.