Buat Kamu Yang Harus Berpergian Saat PPKM Darurat, Berikut Syaratnya

Syarat berpergian saat PPKM Darurat mulainya berlaku saat ini. Semua syaratnya harus dipatuhi oleh warga, khususnya yang bakal berpergian lewat darat, laut, atau transportasi yang lain.

Buat Kamu Yang Harus Berpergian Saat PPKM Darurat, Berikut Syaratnya
Berpergian Saat PPKM Darurat

MPOTIMES - Syarat berpergian saat PPKM Darurat mulainya berlaku saat ini. Semua syaratnya harus dipatuhi oleh warga, khususnya yang bakal berpergian lewat darat, laut, atau transportasi yang lain.

Nach, saat sebelum kita ulas tentang syarat berpergian saat PPKM Darurat, kemungkinan beberapa dari kalian masih bertanya kenapa pemerintahan mengaplikasikan ketentuan Limitasi Aktivitas Warga (PPKM) Darurat.

Ya, pertama kali ketentuan itu ditargetkan kenyataannya bukan tanpa ada alasan lho. Pergerakan kasus Covid-19 di Indonesia yang tidak terelakkanan jadi aspek terpenting ketentuan PPKM Darurat diterapkan.

Pasti jika hal tersebut didiamkan, ditambah dengan masuknya variasi baru seperti Delta dan variasi Kappa dari India, jumlah kasus virus Corona dan keseluruhan korban yang wafat tentu terus akan semakin bertambah.

Syarat Dan Ketentuan PPKM Darurat

PPKM darurat (KRJOGJA)

Ambil rem Darurat yang mau tidak mau dilaksanakan oleh pemerintahan diharap sanggup tekan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.

Melalui ketentuan PPKM Darurat, pemerintahan memilih untuk berlakukan ketentuan itu terutamanya di Jawa dan Bali mulai 3 sampai 20 Juli 2021 dan kebijakan itu terus di tambah hingga 9 Agustus 2021.

Sementara di bidang perkantoran, yang dipandang jadi cluster khusus penebaran kasus Corona, PPKM Darurat berlaku di mana kegiatan kerja khusus bidang non-essensial, jadi seutuhnya work from home.

Non-essensisal di sini tujuannya ialah tugas di luar dari bidang keuangan, perhotelan, perbankan, pasar modal, dan industri export.

Selanjutnya, untuk bidang essensial diterapkan ketentuan 50 % maksimal staff bekerja di kantor alias WFO, dengan prosedur kesehatan super ketat seperti jaga jarak, ganda masker, dan teratur membersihkan tangan.

Seterusnya, dalam PPKM Darurat diaplikasikan ketentuan khusus untuk pusat belanja sampai supermarket. Di mana, untuk aktivitas di pusat belanja seperti mal ditutup sementara.

Sedang, supermarket, pasar tradisionil dan pasar swalayan yang jual keperluan setiap hari akan terbatasi waktu operasinya cuman sampai jam 20.00 WIB, dengan kemampuan pengunjung sejumlah 50 % saja.

Untuk pemilik rumah makan, restaurant, atau coffee shop, harus ikuti ketentuan PPKM Darurat. Itu memiliki arti, beberapa pemilik usaha kulineran cuman bisa terima service delivery atau take away.

Paling akhir, pada bidang transportasi, khususnya kendaraan umum, taksi, dan kendaraan sewaan, kemampuannya optimal cuman sekitaran 70 % dengan tentu saja prosedur kesehatan yang ketat.

Aturan Lainnya yang Berlaku pada PPKM Darurat

PPKM Darurat (JoSS.co.id)

Menunjuk Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai koordinator sah eksekutor PPKM Darurat, berikut sejumlah ketentuan yang lain yang berjalan pada implementasi PPKM itu:

  • Aktivitas belajar mengajarkan harus online
  • Apoteker dan toko obat dibolehkan beroperasional sepanjang 24 jam
  • Aktivitas konstruksi pada tempat konstruksi dan lokasi project bisa bekerja dengan mengaplikasikan prosedur kesehatan.
  • Beberapa tempat beribadah dan tempat umum yang lain yang umum digunakan sebagai tempat beribadah sementara ditutup.
  • Penutupan sarana umum mencakup tempat keramian, tempat bermain, dan tempat rekreasi
    Aktivitas seni, olahraga dan sosial bungkusyarakatan yang menimpulkan keramaian sementara ditutup.
  • Pesta pernikahan cuman bisa didatangi 30 orang dengan mengaplikasikan prosedur kesehatan yang ketat, dan tidak mengaplikasikan makan pada tempat acara.
  • Masker masih tetap digunakan saat melakukan aktivitas di luar rumah. Tidak disarankan memakai face shield tanpa masker.

Lalu, Bagaimana dengan Pelaku Perjalanan saat PPKM Darurat?

PPKM Darurat (JoSS.co.id)

Selainnya mengaplikasikan ketentuan di atas, pemerintahan atur atas perjalanan yang sudah dilakukan oleh warga.Syarat berpergian saat PPKM Darurat ini harus ditaati, baik perjalanan darat, udara, atau model transportasi yang lain.

Penentuan syarat berpergian saat PPKM Darurat sendiri ditata dalam Surat Selebaran Menteri Perhubungan Nomor SE 43/2021, SE 44/2021, SE 45/2021, dan SE 42/2021.

Referensi dari ketetapannya ialah berdasar Surat Selebaran Satuan tugas Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021.

Walau PPKM Darurat sudah berlaku semenjak 3 Juli 2021 lalu, tetapi untuk ketentuan perjalanan sendiri baru sah diaplikasikan mulai Senin (05/07).

Hal tersebut karena untuk memberinya peluang pada semua operator transportasi, agar menyiapkan semua sesuatunya secara baik sesuai peraturan yang dibikin pemerintahan.

Nach, langsung saja, berikut beberapa syarat berpergian saat PPKM Darurat baik lewat udara, darat, dan model transportasi yang lain.

1. Syarat berpergian saat PPKM Darurat lewat Darat

Untuk syarat berpergian saat PPKM Darurat khususnya lewat darat, warga harus mengikutkan beberapa document pendukung, sebagai bukti jika dia pada kondisi sehat.

Berikut sejumlah document yang diperlukan sebagai syarat berpergian saat PPKM Darurat lewat darat:

  • Memperlihatkan surat atau sertifikat vaksinasi, minimum sertifikat vaksin pertama
  • Pelaku perjalanan transportasi ke daerah Jawa-Bali harus memperlihatkan hasil test negatif Covid-19 baik dari test PCR yang diambil optimal 2×24 jam, atau swab antigen yang sampelnya diambil optimal 1×24 jam.
  • Untuk perjalanan di luar daerah Jawa-Bali, cuman mengikutkan hasil test negatif Covid-19

2. Syarat berpergian saat PPKM Darurat lewat Udara

Selanjutnya, syarat berpergian saat PPKM Darurat berlaku untuk aktor perjalanan dengan model transportasi udara.

Pada model transportasi udara, pelaku perjalanan harus memperlihatkan surat vaksinasi. Disamping itu, berikut sejumlah document yang perlu diikutkan untuk perjalanan lewat udara:

  • Perjalanan dari dan ke Jawa-Bali harus memperlihatkan hasil test negatif Covid-19 dari RT-PCR yang sampelnya diambil optimal 2×24 jam dari agenda keberangkatan sebelumnya.
  • Perjalanan di luar daerah Jawa-Bali harus memperlihatkan hasil test negatif Covid-19, baik dari RT-PCR atau swab antigen, dan tak perlu mengikutkan kartu vaksin.

PPKM Darurat (Suara Surabaya)

3. Syarat berpergian saat PPKM Darat lewat Kereta Api

Bukan hanya lewat darat dan udara saja, syarat berpergian saat PPKM Darurat juga berlaku untuk perjalanan memakai model transportasi kereta api lho. Berikut ketetapannya:

  • Perjalanan kereta api antarkota di daerah Jawa-Bali, harus memperlihatkan kartu vaksin dan hasil test negatif dari test RT-PCR atau swab antigen.
  • Perjalanan memakai kereta api antarkota di teritori aglomerasi (Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, dan Surabaya Raya), tidak membutuhkan kartu vaksin atau hasil test negatif Covid-19. Tetapi pemerintahan akan lakukan test random di beberapa stasiun tertentu.

4. Syarat berpergian saat PPKM Darurat lewat Laut

Selanjutnya, untuk syarat berpergian saat PPKM Darurat lewat laut, pelaku perjalanan harus mengikutkan kartu vaksin dan hasil test negatif Covid-19 yang sudah dilakukan dengan test RT-PCR atau swab antigen. Ketentuan ini berlaku untuk perjalanan dari dan ke Jawa-Bali.

Sementara, perjalanan lewat laut di luar dari daerah Jawa-Bali perlu mengikutkan hasil test negatif Covid-19 saja.

5. Syarat berpergian saat PPKM Darurat lewat Angkutan Penyeberangan

Dan yang terakhir, yang ditata dalam PPKM Darurat ini ialah syarat berpergian untuk angkutan penyeberangan.

Aktor perjalanan lewat angkutan penyeberangan, harus memperlihatkan beberapa document yang dijadikan syarat berpergian saat PPKM Darurat ini, salah satunya:

  • Pelaku perjalanan harus mengikutkan kartu vaksin dan hasil test negatif Covid-19 khusus daerah Jawa-Bali.
  • Perjalanan di luar daerah Jawa-Bali memperlihatkan hasil test negatif Covid-19

Itulah Penjelasan tim Mpo Times mengenai berpergian di kala PPKM darurat ini. Tetap jaga kesehat terapkan 5M dan selalu berkonsultasi ke dokter jika ada gejala gejala yang menjerumus ke Covid-19 ini.