Wajib Tahu, Berikut Cara Amankan Kripto Dan NFT Dari Hacker

Pada tahun 2022, sektor cryptocurrency dan non-fungible token (NFT) diperkirakan akan meningkatkan jumlah serangan siber yang akan mengancam pemilik aset digital ini.

Wajib Tahu, Berikut Cara Amankan Kripto Dan NFT Dari Hacker

Pada tahun 2022, sektor cryptocurrency dan non-fungible token (NFT) diperkirakan akan meningkatkan jumlah serangan siber yang akan mengancam pemilik aset digital ini. Tindakan pencegahan penting dalam mengantisipasi upaya peretasan pada aset berbentuk digital. Salah satunya adalah menyimpan cryptocurrency dan NFT melalui dompet penyimpanan (wallet).

Perusahaan keamanan siber Kaspersky sebelumnya merilis laporan tahunan 2022 yang memperkirakan lingkungan siber di Asia Tenggara. Laporan tersebut menggambarkan industri Cryptocurrency dan NFT sebagai industri dengan serangan siber yang berkembang.

Dikutip dari CNN Indonesia menurut Andry Alamsyah, seorang profesor di SEB Telcom University, mengatakan dua sektor serangan itu tidak didasarkan pada cryptocurrency, melainkan menggunakan metode penipuan (scam) dan phishing, seperti serangan cyber yang sering terjadi di dunia digital.

Hal ini dapat dilakukan misalnya dimana user tidak sengaja memberikan kresidensial-nya kepada peretas. Kebocoran kredensial yang dihasilkan memungkinkan peretas untuk mendapatkan akses ke dompet cryptocurrency terenkripsi pengguna.

Saat membuat dompet kripto dan NFT, kunci privasi (password) seringkali memberikan hingga 12 rangkaian kata acak. Kata acak ini terdiri dari angka dan juga huruf sebagai identitas pemilik tunggal dompet digital tersebut.

Cara Mengamankan Kripto dan NFT Dari Hacker

Kunci rahasia (kata sandi) ini tidak boleh diketahui siapa pun. Siapa pun yang mereka kenal dapat mengakses dompet dari perangkat apa pun dan mentransfer isinya ke dompet lain. Hal inilah yang membuat peretasan itu gampang terjadi.

Baca juga:Data Pembelian NFT Termahal Di Dunia

“Setiap penyusup dapat memperoleh akses ke dompet digital yang digunakan sebagai kunci aset kriptografi atau kepemilikan NFT,” kata Andry.

Andry kemudian menjelaskan mengenai dompet cryptocurrency. Ini terdiri dari dua jenis: hot wallet dan cold wallet. Kebanyakan orang menggunakan hot wallet. Ini berarti Anda terhubung langsung ke internet.

“Dompet yang banyak digunakan orang saat ini adalah hot wallet yang bisa disimpan di cloud, dedicated apps, MetaMask, dan berbagai jenis perangkat lunak berbasis internet lainnya.

Untuk hot wallet memang sangat berguna dan mudah digunakan karena terhubung langsung dengan ekosistem cryptocurrency. Tetapi untuk kelemahan dari hot wallet adalah lebih mudah untuk peretas masuk ke sistem karena langsung terhubung ke internet.

Cold wallet adalah dompet perangkat keras. Umumnya dompet jenis ini lebih aman digunakan karena tidak terhubung ke internet kecuali diperlukan. Untuk menghindari serangan dari peretas atau siber maka pengguna dapat menggunakan cold wallet jika dibandingkan dengan hot wallet.
 
Selain fungsinya, Andry juga menyarankan beberapa hal yang bisa digunakan untuk menghindari serangan siber bagi pengguna seperti penggunaan asuransi kerugian aset seperti Coinbase atau bergabung dengan platform/ekosistem yang dapat menjamin tingkat keamanan yang lebih tinggi seperti OpenSea yang dapat melindungi dari pencurian berbasis internet

Cryptocurrency adalah aset digital yang dikodekan dalam blockchain terdesentralisasi. Ini adalah konsep yang aman dan tidak mungkin untuk dapat dipalsukan atau dirusak.