Daftar Vitamin untuk Penderita Covid-19, Agara Segera Pulih

Selain itu, daftar vitamin untuk penderita Covid-19 beserta obat yang diperlukan juga sebaiknya diketahui agar penanganan penyakit semakin tepat.

Daftar Vitamin untuk Penderita Covid-19, Agara Segera Pulih
Daftar Vitamin untuk Penderita Covid-19

Kasus Covid-19 yang semakin melonjak akhir-akhir ini membuat kita harus lebih waspada lagi. Apalagi bila mengingat penderita Covid-19 kini ada yang disertai dengan gejala maupun tanpa gejala.

Karena jumlah kasus yang banyak, saran untuk dilakukannya isolasi mandiri atau isoman juga kembali gencar dikampanyekan. Sebab di sebagian besar daerah, jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga medis masih kalah jauh dengan jumlah pasien yang perlu ditangani. Sehingga kapasitas kasur di rumah sakit pun sampai overload.

Penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri perlu memahami panduan isolasi mandiri, mengingat tidak ada tenaga medis yang mendampinginya. Selain itu, daftar vitamin untuk penderita Covid-19 beserta obat yang diperlukan juga sebaiknya diketahui agar penanganan penyakit semakin tepat.

Sedangkan untuk kamu yang bukan penderita, daftar vitamin untuk penderita Covid-19 bisa kamu jadikan sebagai pengetahuan untuk mendukung kesembuhan penderita lainnya. Jadi, kamu dapat mengirimkan stok vitamin yang tepat untuk mereka yang membutuhkan.

Panduan Isolasi Mandiri untuk Penderita Covid-19

Sebelum membahas soal daftar vitamin untuk penderita Covid-19, ada baiknya jika kamu mengetahui secara rinci panduan isolasi mandiri untuk penderita Covid-19.

Isolasi mandiri memang tak melulu dilakukan di rumah. Beberapa pasien bahkan melakukan isolasi mandiri di hotel atau di wisma khusus isolasi mandiri yang ditunjuk pemerintah daerah.

Ada beberapa kriteria yang masuk ke dalam kategori orang yang butuh melakukan isolasi mandiri.

Yakni mereka yang merasakan gejala ringan Covid-19 (seperti demam, batuk, kehilangan kemampuan penciuman atau anosmia, dsb), mereka yang melakukan kontak langsung dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya, serta mereka yang mendapati hasil swab test atau PCR test positif tanpa gejala.

Sedangkan bagi orang yang bergejala berat (disertai nyeri dada dan sesak napas), memiliki riwayat penyakit berat, atau merupakan lansia, maka mereka membutuhkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan.

Orang yang masuk ke dalam tiga kategori tersebut wajib melaporkan diri sebagai pelaku isolasi mandiri ke Puskesmas, untuk didata dan diberi saran medis.

Isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari sampai dengan 14 hari. Dalam kurun waktu tersebut, kamu wajib memanau kondisi kesehatan secara berkala. Apabila gejala masih terus terasa alias tidak membaik, maka durasi isolasi mandiri bisa lebih lama dijalani.

Sebagai panduan, ini beberapa hal yang harus kamu lakukan saat menjalani isolasi mandiri:

  • Selalu gunakan masker ketika berada di rumah
  • Jangan melakukan kontak fisik dengan orang lain
  • Pisahkan penggunaan barang pribadi (alat makan, baju, handuk, alat mandi, dll)
  • Sediakan masker, hand sanitizer, disinfektan, obat dan daftar vitamin untuk penderita Covid-19 dalam jumlah yang cukup
  • Selalu buka jendela kamar setiap pagi agar sirkulasi udara baik
  • Berjemurlah di pagi hari dengan durasi minimal 15 menit
  • Lakukan olahraga ringan 3-5 kali seminggu
  • Cuci baju dengan deterjen dan rendam dengan menggunakan cairan disinfektan sekitar 5-10 menit, atau direbus
  • dengan air mendidih.
  • Buang masker atau tisu sehabis pakai ke dalam plastik yang segera diikat
  • Bila kesulitan bernapas, lakukan teknik proning menggunakan beberapa bantal
  • Usahakan untuk mengelola emosi dengan baik. Hindari stres, berbahagialah dengan melakukan hal yang disukai dan
  • memungkinkan dilakukan saat isolasi mandiri. Misalnya mengerjakan hobimu.
  • Pantau kondisi kesehatanmu setiap hari, dengan mengecek suhu tubuh menggunakan thermometer dan ukur saturasi oksigen dalam tubuh dengan oximeter. Analisa dengan baik, apakah gejala yang terasa semakin menghilang atau justru memburuk.

Isolasi mandiri bisa selesai dilakukan hingga jangka waktu yang ditentukan ahli medis, tanpa perlu swab test atau PCR test ulang.

Daftar Vitamin untuk Penderita Covid-19

Karena proses isolasi mandiri memerlukan pasokan obat-obatan dan daftar vitamin untuk penderita Covid-19 yang cukup, maka pastikan kamu memenuhi kebutuhan vitamin yang diperlukan saat tubuh diserang virus.

Berikut ini daftar vitamin untuk penderita Covid-19 yang sedang isolasi mandiri:

1. Vitamin C

daftar vitamin (Arrahmah.com)

Urutan pertama dari daftar vitamin untuk penderita Covid-19 adalah vitamin C. Vitamin ini memang selalu dibutuhkan tubuh untuk membantu sistem imun tubuh melawan penyakit. Vitamin C bertindak sebagai antioksidan dan antiinflamasi, serta zat yang meningkatkan aktivitas tubuh.

Kamu bisa mendapatkan sumber vitamin C dari tablet multivitamin atau suplemen makanan. Sertai pula dengan konsumsi vitamin C alami yang berasal dari sayuran segar seperti kale, brokoli, paprika kuniing, dan buah seperti jambu, jeruk, stroberi, papaya, lemon, dan lainnya.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan rekomendasi dosis konsumsi vitamin C untuk penderita Covid-19 berdasarkan gejala yang diderita. Untuk lebih rincinya, simak penjabaran berikut ini.

Kebutuhan vitamin C untuk penderita Covid-19 tanpa gejala:

  • Tablet vitamin C non acidic 500mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung Vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari), dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zinc.

Kebutuhan vitamin C untuk penderita Covid-19 derajat ringan:

  • Tablet vitamin C non acidic 500mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung Vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari), dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

2. Vitamin D

daftar vitamin (KlikDokter)

Vitamin D juga memiliki peran yang hampir sama dengan vitamin C, yakni bertindak memberi efek antiinflamasi serta mampu meningkatkan respon imun tubuh. Dosis yang dibutuhkan sekitar 1000 IU khusus untuk penderita Covid-19.

Kamu bisa mendapatkan sumber vitamin D dengan mengonsumsi ikan sarden, ikan tuna, ikan salmon, kuning telur, dan jamur, serta dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan rekomendasi dosis konsumsi vitamin D untuk penderita Covid-19 berdasarkan gejala yang diderita. Untuk lebih rincinya, simak penjabaran berikut ini.

Kebutuhan vitamin D untuk penderita Covid-19 tanpa gejala:

  • Suplemen 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
  • Obat 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunyah 5000 IU.

Kebutuhan vitamin D untuk penderita Covid-19 derajat ringan:

  • Suplemen 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
  • Obat 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunya 5000 IU.

3. Vitamin E

daftar vitamin (Mamasuka)

Daftar vitamin untuk penderita Covid-19 lainnya yakni vitamin E. Fungsinya adalah meningkatkan produksi antibodi, memberi manfaat antiokidan, meningkatkan aktivitas imun tubuh, serta mempertahankan integritas membran sel.

Sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makan laut adalah sumber vitamin E alami yang bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsinya selama masa isolasi mandiri.

Karena kebutuhan vitamin E adalah sebagai tambahan, maka sumber vitamin E lainnya bisa didapatkan dengan mengonsumsi tablet multivitamin yang berisi kombinasi vitamin C, D, E, dan zinc.

4. Zinc

daftar vitamin (HonestDocs)

Di urutan terakhir daftar vitamin untuk penderita Covid-19 yang wajib dikonsumsi penderita Covid-19 adalah zinc.

Vitamin ini memiliki peran untuk menghambah replikasi virus, menjaga kesehatan saluran napas, meningkatkan aktivitas sel-sel penting dalam tubuh, dan meningkatkan kinerja sistem imun untuk melawan penyakit.

Kamu bisa mendapatkan sumber zinc alami dari konsumsi daging merah, daging ayam, lobster, kacang-kacangan, biji-bijian, dan yogurt. Atau konsumsi tablet zinc sesuai anjuran dokter.

Sedangkan untuk obat-obatan, penderita Covid-19 membutuhkan obat demam seperti paracetamol, dan obat antivirus yang diresepkan serta ditakarkan oleh dokter. Jangan mengonsumsi atau menentukan takaran obat secara sembarangan saat terserang Covid-19.

Itulah dia daftar vitamin untuk penderita Covid-19 yang dibutuhkan. Untuk dapat melindungi diri lebih optimal, miliki asuransi kesehatan yang dapat meng-cover biaya kesehatan saat terjadi risiko di masa depan.