Deretan Makanan Ekstrem yang Populer di Asia Tenggara

Tentunya kita pasti pernah makan hidangan yang aneh dan terkesan menjijikkan. Tidak hanya dari cara penyajiannya, tetapi juga dari bahan-bahan yang digunakan dalam membuat makanan ini. Berikut makanan aneh yang tidak pernah kamu sangka ada di dunia, dan ada baiknya jika kamu mencoba makanan kuliner aneh dan ekstrem berikut ini.

Deretan Makanan Ekstrem yang Populer di Asia Tenggara
Deretan Makanan Ekstrem yang Populer di Asia Tenggara

MPOTIMES - Salah satu hal yang harus kita lakukan agar tetap hidup adalah makan. Sebagai mahluk hidup, kita memerlukan makanan untuk memberi asupan energi bagi tubuh. Tentunya kita pasti pernah makan hidangan yang aneh dan terkesan menjijikan.

Tidak hanya dari cara penyajiannya, tetapi juga dari bahan-bahan yang digunakan dalam membuat makanan ini. Berikut makanan aneh yang gak pernah kamu sangka ada di dunia, dan ada baiknya jika kamu mencoba makanan kuliner aneh dan ekstrem berikut ini.

1. Balut, Filipina

Balut adalah telur itik atau ayam yang berisi embrio itik yang hampir sempurna yang direbus dan dimakan. Makanan ini sangat sering ditemukan di Asia Tenggara, seperti Filipina, Kamboja, dan Vietnam. 

Sebuah embrio bebek yang hidup dalam cangkangnya. Meski ini merupakan hidangan yang khas Filipina, penampilannya sangat tidak menggugah selera untuk dinikmati. Walaupun bentuknya aneh dan menggelikan, balut sangat digemari oleh orang Asia dan Filipina. 

Balut sendiri adalah telur rebus yang isinya embrio dari ayam atau bebek. Balut memiliki rasanya sangat unik, bagian dalam telur mungkin terlihat seperti ada sesuatu yang ingin keluar, tetapi rasanya sebenarnya cukup unik. Balut memiliki campuran yang sempurna, dari bebek berumur beberapa minggu dengan paruh yang renyah. 

Mungkin Anda akan membayangkan, jika memakannya akan tersangkut di tenggorokan. Bahkan, ada yang mengatakan rasanya seperti sup ayam.Minum kaldu di dalam balut, yang merupakan cairan embrionik sebelum menjadi sup lezat sesudah dimasak. 

Jika memecahkan ujung telur balut, cukup untuk menikmati kaldu di dalam balut dan menyantapnya sebagai teman minum bir. Balut sendiri diperkenalkan pertama kali di Filipina pada 1885 oleh orang cina. Telur ini juga banyak disajikan di negara-negara Asia Tenggara, seperti Laos, Kamboja, Thailand dan Vietnam.

2. Mata tuna, Jepang

Jepang memang tak habis dengan kuliner mereka yang tak biasa. Salah satu makanan khas Jepang yang anti-mainstream adalah mata ikan tuna. Maguro no Medama adalah kuliner khas Jepang dari yang terbuat dari mata ikan tuna. 

Meskipun terlihat terlihat, ternyata ini memiliki rasa yang hampir sama seperti gurita atau cumi-cumi. Tidak hanya daging tuna yang bisa diambil, tapi matanya juga bisa dikonsumsi.

Mata ikan tuna di Jepang ini ukurannya seperti bola pimpong yang diolah menjadi makanan pembuka atau snack bar di berbagai restoran di Jepang. 

Hidangan ini populer disebut Maguro no Medama. Mata ikan tuna ini terdiri dari sklera yaitu eksterior keras yang menahan lensa, bagian iris dan bagian yang kenyal seperti agar-agar.

Hidangan ini biasa diolah dengan cara direbus bersama campuran kecap asin dan mirin. Bagian sklera ini setelah dimasak tidak terlalu kenyal untuk dimakan, namun isi bagian dalam dari mata menjadi lunak. Bagian dalam ini pun dapat disedot keluar seperti sumsum tulang.

3. Century Eggs / Telur Seribu Tahun, Tiongkok

Telur bitan atau telur hitam, atau telur seribu tahun adalah makanan khas Tionghoa yang dibuat dari telur ayam atau itik yang diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama beberapa minggu atau sampai beberapa bulan, tergantung metode proses.

Selama diawetkan, kuning telur akan berubah menjadi hijau gelap dan menjadi seperti krim dengan bau belerang dan amonia, sementara putih telur berubah menjadi kecoklatan dan sedikit transparan. Dalam proses pembuatannya, telur ini melalui tahap pengawetan dengan abu, garam, serta tanah liat.

Adapun waktu pengawetannya membutuhkan waktu beberapa bulan lamanya dan hasil yang diperoleh nantinya adalah berubahnya warna putih telur menjadi warna coklat yang mirip dengan jelly, sedangkan kuning telur berubah menjadi kehijauan bahkan tampak keabuan.

Setelah disimpan dalam campuran malam, abu, dan kapur mentah selama beberapa bulan. Sehingga, telur yang ada di dalamnya mulai berubah warna juga. Kuning telurnya berubah menjadi hijau gelap atau hitam, dan putih telurnya menjadi coklat gelap dan seperti jelly.

Telur bitan dapat dimakan begitu saja, sebagai pendamping, atau dicampur dengan bahan makanan lainnya, menciptakan resep baru. 

Di Hong Kong, telur ini bisa dijumpai dalam bentuk goreng tepung. Di Taiwan, dimakan bersama tahu rebus yang sudah didinginkan, ditambah katsuobushi (parutan halus ikan cakalang kering) dan minyak wijen. Sementara di Jakarta bisa ditemui dalam bentuk sayur tumis, biasanya tomio, dengan cacahan telur asin dan telur bitan. 

Di Singapura, bisa pula ditemukan Century Year Egg Salad yang dijual sebagai bagian dari budaya masyarakat keturunan Tionghoa. Telur bitan juga sering dicampurkan ke dalam bubur untuk menguatkan rasa, sehingga disebut bubur bitan. Selain itu beberapa resep yang bisa ditemui antara lain dimasak saus asam manis.

Telur bitan merupakan bagian dari lang-poon, yang secara harfiah berarti makanan dingin, yang biasanya disajikan pada pesta perkawinan, bersama dengan irisan daging babi panggang, acar daun bawang mini, irisan tiram abalone, acar irisan wortel, acar irisan lobak cina, irisan ubur-ubur yang dibumbui, irisan daging babi, acar babi, dan potongan telur bitan.

4. Tarantula Goreng, Kamboja

Di Kamboja, tarantula goreng merupakan salah satu makanan nasional yang dicintai lintas kalangan.Kebiasaan makan tarantula goreng berawal saat rezim Mao bernama Khmer Rouge yang berkuasa di tahun 1970-an.

Mereka menjadikan warga Kamboja budak. Hingga jutaan warga keluar dari kota lalu mengungsi ke dalam hutan. Di sana mereka mengalami kelaparan. Kelaparan inilah yang membuat mereka memakan apapun yang bisa dimakan di hutan. Saat itu, tarantula jadi makanan pilihan.

Pada tahun 1979, rezim Khmer Rouge akhirnya tumbang. Namun kebiasaan makan tarantula ini tetap ada hingga kini. Kini warga Kamboja menggoreng tarantula yang sudah diberi garam dan bawang putih. Warga Kamboja menamai sajian ini Aping. Konon rasanya mirip dengan kepiting. Selain mudah didapat, konsumsi tarantula goreng dinilai baik untuk kesehatan.

Di Kamboja, tarantula goreng merupakan makanan ringan yang biasa dikonsumsi masyarakat lokal. Cara masaknya dengan menggunakan dulu bulu-bulu kakinya. Kemudian direndam dalam MSG, gula, dan garam semalaman. Lalu, digoreng dalam bumbu bawang putih.

5. Anggur Ular, Tiongkok

Seperti namanya, minuman ini dibuat dari ular dan semacam sake yang direndam selama beberapa bulan. Beberapa ular tersebut berbisa, namun etanol yang terdapat di dalamnya sangat aman untuk dikonsumsi dan dipercayai bagus untuk kesehatan.

Anggur ular merupakan salah satu olahan obat yang terbuat dari tubuh binatang melata tersebut. Minuman ini dibuat dengan cara merendam tubuh ular seluruhnya ke dalam anggur beras atau gandum. Minuman obat tersebut pertama kali dikonsumsi di China, terutama pada dinasti Zhou. Anggur ular bisa ditemukan di seluruh daratan China, Vietnam dan Asia Tenggara.

Ular yang digunakan untuk anggur haruslah berbisa. Namun tenang, bisa ular sebelumnya telah didenaturasi dengan etanol sehingga tidak aktif. Jadi Anda tidak akan keracunan. Seperti dilansir Wikipedia, anggur ular diyakini dapat menyembuhkan segala penyakit, mulai dari rambut rontok sampai kesehatan seksual. 

Di Vietnam, anggur ular secara luas diyakini dapat meningkatkan kesehatan dan kejantanan pria. Tetapi anda harus hati-hati, minuman obat ini tergolong minuman berkadar alkohol tinggi. Selain itu, peminum anggur ular biasanya dibarengi dengan menyantap bagian-bagian tertentu dari tubuh ular, seperti kandung empedu, bola mata dan perut.

6. Sannakji (Gurita hidup), Korea Selatan

Sannakji atau dikenal juga sebagai sannakji hoe merupakan makanan asal Korea yang terbuat dari gurita yang masih hidup. Gurita yang masih hidup dipotong-potong sungutnya, lalu dimakan mentah-mentah menggunakan kecap asin. Perlu diingat sungut gurita bisa menempel di tenggorokan karena masih hidup.

Hidangan ini dilengkapi bumbu sebagai penambah rasa. Bumbu klasiknya yakni minyak wijen dan wijen. Setiap kedai makan atau restoran memiliki cara unik menyajikan sannakji, ada yang hanya memberi taburan garam namun ada juga yang menyajikannya dengan saus cocolan. Bagi pemula, restoran terkadang menyediakan sup panas isi sayuran yang bisa dijadikan pendamping saat makan sannakji.

Sannakji sendiri berasal dari bahasa Korea nakji yang berarti gutita ukuran kecil atau sedang. Bagi orang Korea, menyantap sannakji adalah hal biasa jadi tak heran mereka menyantapnya dalam keadaan utuh. Namun hal ini dilakukan untuk gurita berukuran kecil.

7. Jing leed (belalang), Thailand

Camilan khas penduduk Thailand ini adalah belalang yang sudah dibumbui dengan garam, lada dan cabai yang digoreng dengan wajan yang besar. Terasa seperti memakan popcorn. Bedanya, ketika digigit akan ada cairan yang muncrat dari dalamnya.

Jing leed mengacu pada salah satu serangga yang paling umum digunakan sebagai bahan makanan ringan di Thailand. Jing Leed adalah jangkrik yang biasanya digoreng dan dibumbui dengan saus dan rempah-rempah Thailand. 

Jangkrik memang memiliki rasa serangga yang kuat. Coba kamu bayangkan seperti apa aroma serangga, maka seperti itulah rasa Jing Leed. Selain itu, memakan Jing Leed juga akan membuat tenggorokan kamu serat.

8. Beondegi, Korea Selatan

Dalam bahasa Korea, kata beondegi memiliki makna 'kepompong (atau pupa)'. Hal inilah yang menjadi cikal-bakal penamaan kuliner yang satu ini. Pasalnya, beondegi memang adalah hidangan yang diolah dari kepompong ulat sutera. 

Ulat sutera yang dimasak dan dikukus, dan dibumbui ini merupakan makanan populer yang bisa kamu temukan di seluruh Korea Selatan. Beondegi diolah dengan merebus atau mengukus kepompong ulat sutera bersama bumbu-bumbu. 

Beondegi disajikan sebagai kudapan, makanan pembuka, hingga makanan pendamping ketika meminum alkohol. Beondegi memiliki cita rasa gurih dan manis, serta bertekstur renyah. Beondegi disajikan dalam cangkir kertas di pinggir jalan, serta versi kalengan di supermarket. 

Beondegi adalah pilihan favorit ketika Perang Korea sebab kelangkaan sumber protein lain Konon, beondegi merupakan pilihan favorit selama Perang Korea yang disebabkan oleh langkanya bahan makanan berprotein.

10. Shirako, Jepang

Mungkin kalian pernah mendengar caviar, telur ikan yang masih mentah. Dan jika menurutmu caviar cukup aneh, itu tidak seberapa dibandingkan dengan Shirako. Makanan lezat asal Jepang ini adalah bagian tubuh ikan yaitu kantung sperma ikan jantan.

Shirako merupakan nama bagian organ reproduksi binatang. Shirako adalah kantung sperma ikan kod. Hal ini menjadikan shirako menjadi salah satu makanan unik di Jepang. Banyak yang beropini bahwa ternyata kekenyalan dan kelembutan dari rasanya bisa mengejutkan anda. 

Shirako bisa disajikan secara mentah atau digoreng. Sepintas memang mirip otak atau usus sapi, tapi kenyataannya makanan ini adalah kantung sperma jantan. Shirako memiliki tekstur yang creamy dan lembut yang akan meleleh di mulutmu. Shirako juga biasa disajikan sambil minum alkohol.

11. Baby Mice Wine, Korea & China

Sehabis makan ikan-karbon-soda hidangan pencuci mulutnya adalah secangkir minuman dingin yang berbahan baku tikus. Anggur bayi tikus adalah minuman tradisional Cina dan Korea, dipercaya sebagai penambah imunitas untuk kesehatan tubuh. 

Baby mice memiliki rasa seperti bensin, namun minuman ini sudah menjadi salah satu minuman tradisional Korea dan China. Tikus kecil yang baru lahir diambil dari ibu mereka saat masih hidup, kemudian dimasukkan ke dalam botol anggur yang difermentasi selama beberapa bulan.

12. Paniki Santan, Indonesia

Banyak penggemar soup ini meyakini manfaat dari memakan soup ini akan meningkatkan gairah dan stamina. pencegah penyakit yang berhubungan dengan pernafasan dan jantung. Di Utara Sulawesi, atau tepatnya di Manado, makanan ini cukup populer, biasa disebut dengan Paniki Santan.

Berbahan dasar dari kalong atau kelelawar, kuliner ini biasa disajikan dengan kuah santan. Karena hampir semua orang Manado menyukai makanan yang pedas, tentu saja, kuliner yang satu ini selalu ditambahkan dengan irisan cabai. 

Tapi, ternyata ada maksud lain ditambahkannya irisan cabai adalah, karena paniki memiliki bau amis yang pekat, lalu irisan cabai ditambahkan sebagai penetralisir rasa amis tersebut.

13. Hasma, China

Di China, banyak orang yang percaya bahwa hasma adalah makanan penutup yang sempurna saat makan. Namun sebagian orang menyebutnya makanan menjijikan. Mungkin yang membuatnya menjijikkan adalah karena hasma dibuat dari saluran reproduksi katak. Saluran reproduksi ini dijual dalam bentuk kering dan bisa mengembang 10-15 kali saat diberi air. 

Cara memasaknya hanya dengan menambahkan gula dan siap dinikmati. Hasma banyak diproduksi di daerah Heilongjiang, Jilin. Biasanya saluran rahim katak ini dijual dalam keadaan kering dan sudah dipotong-potong.

Teksturnya kenyal seperti jelly jika sudah direndam dalam air, namun masih menyisakan sedikit bau amis. Karena itu biasanya disajikan dengan pepaya atau dijadikan bahan campuran sup manis, dipadukan dengan jujube (sejenis kurma merah khas China), buah lengkeng, atau biji teratai.

Hasma biasanya juga menjadi bahan utama San xue Tang atau 'sup tiga salju' yang terdiri dari pir China dan jamur salju. Bahan makanan ini sudah lama dipakai dalam pengobatan tradisional China. Hasma dipercaya dapat meningkatkan kesehatan paru-paru, ginjal, dan mencerahkan warna kulit.

Hasma juga mengandung fitoestrogen tinggi yang dapat memicu produksi hormon estrogen. Anak-anak tidak dianjurkan untuk mengkonsumsinya karena konon bisa mengakibatkan pubertas dini. Tetapi belum ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan ini.

Dahulu hasma termasuk bahan makanan mewah karena berkhasiat tinggi dan termasuk sulit diperoleh. Pada zaman kerajaan dulu hasma hanya diperuntukkan oleh kaisar saja. Baru sekarang konsumsi hasma meluas ke rakyat biasa. Makanan ini sekarang kerap muncul dalam menu hidangan penutup di restoran berbintang wilayah Hong Kong.

Sebenarnya Indonesia juga memiliki banyak sekali makanan ekstrim yang beberapa diantara mirip dengan makanan diatas seperti belalang, dan kelelawar, dan sup monyet. Sungguh ekstrim. Gimana, kamu berani coba deretan makanan ekstrim di atas?!.