Jenis-jenis Pendanaan Jangka Pendek, Untuk Kebutuhan Mendesak Anda

Namun, keduanya memiliki beberapa lagi contoh dan di sinilah Mpo Times bakal coba menjabarkannya secara lengkap buat kamu.

Jenis-jenis Pendanaan Jangka Pendek, Untuk Kebutuhan Mendesak Anda
Jenis-jenis Pendanaan Jangka Pendek

Jenis-jenis pendanaan jangka pendek sebenarnya hanya dibagi dua kategori.

Namun, keduanya memiliki beberapa lagi contoh dan di sinilah Mpo Times bakal coba menjabarkannya secara lengkap buat kamu.

Sekilas Tentang Pendanaan Jangka Pendek

Sebelum membahas tentang jenis-jenis pendanaan jangka pendek, ada baiknya kita pelajari dulu akan konsep pendanaan jangka pendek itu sendiri.

Pendanaan jangka pendek merupakan sebuah pinjaman yang diberikan berdasarkan jangka waktu alias masa tenornya.

Jadi, bisa dibilang pendanaan jangka pendek itu dilihat dari masa tenornya yang juga singkat, kira-kira hanya satu tahun saja.

Pendanaan jangka pendek sendiri diperlukan bagi yang membutuhkan uang tunai dalam kondisi mendesak, termasuk pula saat membutuhkan modal untuk keperluan bisnis.

Mengapa Pendanaan Jangka Pendek Dibutuhkan?

Nah, seperti yang tadi sudah dijelaskan, pendanaan jangka pendek umumnya dibutuhkan untuk keperluan dana tunai.

Selain itu, ada pula beberapa alasan yang memungkinkan seorang debitur memilih pendanaan jangka pendek, diantaranya seperti:

  • Sumber pendanaan jangka pendek tersedia dalam banyak pilihan
  • Biaya yang dibebankan, termasuk pula bunga masih terbilang rendah
  • Dibutuhkan oleh pebisnis untuk memenuhi keperluan pembayaran modal kerja
  • Proses pencairan dana jauh lebih cepat
  • Dokumen persyaratan pendanaan tidak rumit

Jenis-jenis Pendanaan Jangka Pendek

Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, umumnya jenis-jenis pendanaan jangka pendek hanya terbagi menjadi dua kategori saja.

Namun, dari dua kategori itu terdapat beragam contoh nyata yang mungkin pernah kamu dengar istilahnya.

Adapun jenis-jenis pendanaan jangka pendek itu sendiri adalah pendanaan spontan dan pendanaan tidak spontan. Lalu, apa maksud kedua jenis pendanaan tersebut?

Pendanaan Spontan

Pendanaan spontan sejatinya merupakan jenis pembiayaan yang muncul akibat perubahan kondisi pada perusahaan. Artinya, saat terjadi aktivitas transaksi yang dilakukan perusahaan, otomatis pendanaan spontan ini muncul.

Pendanaan Tidak Spontan

Lain halnya dengan pendanaan tidak spontan. Tipe pendanaan yang satu ini biasanya terjadi bukan karena perubahan tingkat aktivitas perusahaan.

8 Contoh dari Pendanaan Spontan dan Tidak Spontan

Jadi, sudah tahukan jenis-jenis pendanaan jangka pendek? Ya, jenis pendanaan jangka pendek hanyalah dua tipe, yaitu pendanaan spontan dan pendanaan tidak spontan.

Namun, kedua tipe tersebut memiliki contoh yang berbeda, dan untuk itu Mpo Times bakal memaparkannya lebih detil lewat ulasan di bawah ini.

1. Utang Pajak

Salah satu dari jenis-jenis pendanaan jangka pendek yang termasuk dalam kategori pendanaan spontan adalah utang pajak.

Utang pajak muncul akibat dari aktivitas transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Aktivitas transaksi ini berupa laba yang diterima perusahaan dan memang harus dibayarkan sebagai utang pajak.

Besar kecilnya utang pajak yang dibayar umumnya tergantung dari hasil laba yang diterima oleh pihak perusahaan.

2. Utang Dagang

Selain utang pajak, ada pula utang dagang yang termasuk dalam jenis-jenis pendanaan jangka pendek, tepatnya pendanaan spontan.

Utang dagang di sini maksudnya adalah saat perusahaan atau pebisnis membeli pasokan barang dagang yang dibutuhkannya lewat supplier, dengan metode transaksi kredit.

Singkatnya, utang dagang yang dilakukan berupa penundaan pembayaran barang yang dibeli dalam jangka waktu tertentu.

Perusahaan atau pebisnis yang memiliki utang dagang biasanya dikenai bunga dan serta harga yang lebih tinggi dibanding pembelian secara tunai.

3. Pinjaman KTA Bank

Berbeda dari utang pajak dan utang dagang, pinjaman KTA bank justru termasuk dalam jenis-jenis pendanaan jangka pendek kategori tidak spontan.

Kredit tanpa agunan dapat dilakukan saat pebisnis mengajukan pinjamannya ke bank. Kredit tipe ini biasanya tidak mengharuskan nasabah untuk menyertakan jaminan berharga.

Namun, tingkat suku bunga yang ditawarkan untuk KTA cenderung besar. Belum lagi, limit pinjamannya pun tergolong kecil dengan masa tenor yang relatif pendek.

Beberapa jenis KTA yang ditawarkan pihak bank, bahkan mewajibkan nasabahnya untuk memiliki kartu kredit atau rekening dari bank terkait ketika mengajukan KTA.

4. Pinjaman dengan Jaminan dari Bank

Berbeda dari KTA, pinjaman dengan agunan dari bank biasanya memberlakukan suku bunga jauh lebih kecil, sebab debitur telah memberikan agunan atau jaminan berharga.

Tidak hanya menyoal bunganya saja, pinjaman dengan agunan pun memiliki limit yang lebih beragam dengan masa tenor yang cukup lama, kemungkinan hingga 5 tahun.

5. Leasing

Leasing termasuk pula dalam jenis-jenis pendanaan jangka pendek untuk kategori pendanaan tidak spontan.

Kegiatan pembiayaan yang satu ini bukan berupa pemberian kredit pada perusahaan. Namun, leasing merupakan sewa guna usaha dalam bentuk barang modal, baik secara finance lease maupun operating lease.

Beberapa contoh perusahaan leasing di Indonesia diantaranya seperti PT BCA Finance, PT Federal International Finance, dan PT Adira Dinamika Multi Finance.

6. Letter of Credit

Jenis-jenis pendanaan jangka pendek yang berikutnya adalah letter of credit. Ini adalah perjanjian yang diterbitkan oleh bank, atas permintaan nasabah dalam bertransaksi dokumen expor impor yang dikirim oleh pihak penerima letter of credit.

Nasabah yang ingin membuka letter of credit dari bank, biasanya harus menyetorkan deposit sebesar nilai letter of credit tersebut.

Nah, selain sebagai surat perjanjian antara dua belah pihak, letter of credit juga dapat dijadikan sebagai jaminan pembayaran dari pihak exportir.

7. Commercial Paper

Mungkin kamu belum tahu mengenai commercial paper. Ya, commercial paper alias surat berharga komersial ini seringnya digunakan dalam berbisnis.

Surat berharga komersial atau disingkat SBK, merupakan instrument pasar uang, dimana perusahaan menerbitkan surat utang jangka pendek tanpa jaminan di pasar uang.

Nantinya, surat utang tersebut dijual kepada calon investor, dengan penerbitan dalam bentuk rupiah maupun valuta asing.

Tenor yang diberikan untuk SBK cenderung singkat, maksimal 1 tahun dengan penerbitan sistem diskonto.

8. Menjaminkan Piutang

Jenis-jenis pendanaan jangka pendek yang terakhir adalah menjaminkan piutang. Kegiatan pendanaan ini dilakukan dengan melibatkan piutang perusahaan yang dijaminkan ke pihak tertentu guna mendapat pinjaman.

Nantinya, pinjaman yang didapat bisa digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan.

Apabila perusahaan tidak bisa melunasi pinjaman, agunan yang dijadikan jaminan itu dapat dikonversi menjadi uang tunai untuk melunasi tunggakan.