Keuntungan Investasi Properti Bagi Pemula, Yuk Simak

Nah investasi properti (real asset) adalah salah satu cara untuk bisa menghasilkan passive income baik melalui hasil sewa, ataupun capital gain dengan penjualan kembali.

Keuntungan Investasi Properti Bagi Pemula, Yuk Simak
Keuntungan Investasi Properti Bagi Pemula

MPOTIMES - Siapapun pasti ingin punya passive income yang bisa meringankan kita dari lelahnya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

Nah investasi properti (real asset) adalah salah satu cara untuk bisa menghasilkan passive income baik melalui hasil sewa, ataupun capital gain dengan penjualan kembali. Dengan begitu disisi lain jika suatu saat bisnis Anda sedang tidak baik-baik saja, properti juga bisa menjadi “asuransi” untuk menyelamatkan kehidupan Anda.

Bagi Anda yang masih pemula mungkin bertanya-tanya, bagaimana sih cara memulai investasi properti? Apa properti pertama yang sebaiknya di beli? Rumah, tanah, ruko, apartemen?

Tapi tunggu dulu, sebelum memulainya ada baiknya kita tahu seluk beluk properti lebih dalam. Sebab sebuah investasi pasti mengandung resiko, begitupun properti.

Maka dari itu selain keuntungannya, Anda juga perlu paham beberapa asumsi penting terkait properti agar bisa memproyeksikan dan mengantisipasi resiko yang ada. Sehingga tentunya bisa memilih dan mengelola properti pertama dengan tepat.

Keuntungan Investasi Properti, Jenis-jenis dan Kekurangannya

ekarang kita masuk pada pembahasan lebih spesifik mengenai investasi properti. Biasanya investor pemula memiliki pertanyaan : “Apa ya properti pertama yang sebaiknya di beli?”

Karena memang ada beberapa jenis properti yang bisa Anda pilih speerti rumah, tanah, apartemen dan juga ruko. Tapi sebelum menjawab pertanyaan itu, kita perlu tahu dulu bagaimana seluk beluk dari masing-masing instrumen investasi properti tersebut.

Benarkah investasi properti itu selalu bisa menjadi “asuransi”? Benarkah investasi investasi itu cenderung lebih likuid? Benarkah harganya lebih stabil?

Berikut adalah keuntungan, resiko serta hal apa saja yang penting di perhatikan yang wajib Anda tahu sebelum terjun dalam investasi properti!

1. Rumah

Rumah merupakan kebutuhan primer manusia, setiap orang pasti membutuhkan rumah untuk tempat berlindung. Apalagi jika sudah berkeluarga dan memiliki anak, biasanya rumah akan menjadi kebutuhan yang di prioritaskan. Sehingga rumah pasti selalu di butuhkan, bisa menghasilkan income dari sewa dan capital gain dengan potensi penjualan yang tinggi.

Jika tujuan Anda dalam membeli rumah adalah untuk berinvestasi, maka carilah rumah yang memiliki harga dibawah pasar. Misalnya saja dengan memilih rumah yang memang sudah tidak di huni dan cenderung terbengkalai namun berada di lokasi strategis.

Harga rumah tersebut biasanya lebih murah di bandingkan dengan rumah-rumah yang sudah di renovasi dan sudah siap huni. Namun karena tujuan kita adalah investasi, maka kita bisa melakukan renovasi yang pada rumah yang letaknya strategis tersebut sehingga nantinya memiliki nilai jual/sewa yang lebih tinggi.

Hal lain yang dapat menjadi faktor penjualan rumah di bawah harga pasar adalah karena pemiliknya akan pindah atau karena pemiliknya sedang dalam kondisi membutuhkan uang cash. Biasanya rumahnya pun masih dalam kondisi bagus.

Nah untuk menemukan aset-aset seperti itu memang tidak mudah. Kejelian kita dalam menggali informasi sangat dibutuhkan. Jadi jika kita hendak berinvestasi properti dalam bentuk rumah bisa memperhatikan ketiga faktor di atas : kondisi rumah kurang baik namun strategis, pemilik pindah rumah, atau pemilik sedang membutuhkan uang.

Resiko dan Kekurangan Investasi Rumah

Investasi rumah pun memiliki resikonya tersendiri yakni depresiasi nilai rumah jika rumah tidak terawat dengan baik. Misalnya ketika kita membeli rumah dan merenovasinya lalu hendak di jual lagi. Tapi kenyataanya di lapangan, rumah tersebut sepi peminat. Disisi lain kita juga harus melakukan maintanance agar rumah tetap terjaga kualitasnya.

Sehingga investasi rumah juga perlu memperhitungkan momentum dan likuiditasnya. Karena jika penjualannya tidak cepat, maka kita akan mengeluarkan biaya maintanance terus menerus dan akhirnya biaya semakin membengkak. Oleh karena itu lokasi yang strategis sangatlah penting.

Selain itu hal ini juga bisa terjadi jika kita bertemu dengan penyewa yang tidak bertanggung jawab. Dimana biaya renovasi kerusakan rumah yang disebabkan oleh penyewa tersebut malah justru lebih besar dibandingkan biasa sewanya. Ini juga bisa membuat kita rugi, tapi bisa di siati dengan adanya ketentuan deposit awal yang harus di bayar penyewa kepada pemilik properti sebagai jaminan.

2. Tanah

Jenis investasi properti selanjutnya adalah tanah. Berinvestasi dalam bentuk tanah memiliki beberapa kelebihan di bandingkan dengan investasi lainnya. Pertama tentang capital gain yang tinggi di masa depan dan yang kedua perawatan yang lebih simple (tidak serumit rumah).

Misalnya kita memiliki sejumlah dana lalu membeli tanah yang letaknya strategis, secara legalitas pun jelas dan aman. Kemudian menyimpannya dalam jangka waktu tertentu maka besar kemungkinan akan memperoleh capital gain yang cukup tinggi. Bagaimana cara kita melihat nilai suatu tanah?
 
Caranya dengan melihat NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dari PBB. Dengan mengetahui NJOP-nya kita tahu apakah harga tanah yang ditawarkan masih wajar atau tidak.

Lalu soal perawatannya, tanah akan jauh lebih murah dan mudah. Misalnya hanya butuh menyewa penjaga, atau di tanami tumbuh-tumbuhan (sayur, buah) atau di sewakan sebagai lapak jika ingin tanahnya juga menghasilkan untuk menutupi biaya perawatan.

Resiko dan Kekurangan Investasi Tanah

Salah satu hal yang wajib di perhatikan saat membeli tanah adalah soal legalitas. Karena kasus tanah yang bermasalah seringkali terjadi. Dalam hal ini yang perlu kita pertanyakan adalah apakah status dan legalitas dari tanah tersebut jelas dan aman?

Jika legalitasnya belum jelas, sebaiknya tahan dulu atau justru hindari untuk membeli tanah tersebut. Karena jika tanahnya ternyata masih dalam status sengketa misalnya, tentu akan merugikan kita sebagai investor. Untuk itu Anda bisa memeriksa legalitas tanah yang hendak Anda beli dengan bantuan notaris atau BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Selanjutnya tentang investasi tanah adalah pembayaran pajak setiap tahunnya. Jika Anda memiliki tanah, maka Anda juga tentu harus membayar PBB. Namun Anda bisa menutupi biaya ini dan juga perawatannya dengan pemasukan yang berasal dari pengelolaan tanah seperti yang sudah di bahas sebelumnya.

3. Apartemen

Saat ini banyak sekali apartemen yang berada ditengah kota. Apartemen ini memang cenderung di tujukan untuk mengakomodasi gaya hidup modern. Kelebihan apartemen yang paling menonjol adalah soal harganya yang jauh lebih murah dari pada rumah tapak dan letaknya sangat strategis. Inilah yang memang di cari oleh orang-orang untuk menunjang gaya hidupnya.

Sehingga jika tertarik berinvestasi pada apartemen, carilah apartemen yang letaknya strategis dan terintegrasi dengan fasilitas di pusat keramaian (bisnis, transportasi dll).
 
Selain itu apartemen juga bisa mendatangkan income dari sewa yang lumayan. Saat ini sudah banyak platform online yang bisa memasarkan apartemen kepada orang-orang yang hendak menyewa. Sehingga Anda tidak perlu repot memikirkan bagaimana cara memasarkannya.

Resiko dan Kekurangan Investasi Apartemen

Salah satu kekurangan yang perlu di pertimbangkan ketika berinvestasi apartemen adalah jika apartemen kosong (tidak ada penyewa) dan akhirnya di diamkan saja. Kita tidak bisa berharap dari keuntungan capital gainnya karena biaya perawatannya jauh lebih mahal. Harus tetap membayar biaya listrik, air, belum lagi biaya IPL (untuk gaji karyawan, keamanan, asuransi, kebersihan).

Selain itu, biasanya apartemen kosongan lebih sulit di sewakan di banding yang sudah full furnish. Hal ini mengingat biasanya target pasar dari penyewa apartemen biasanya menginginkan yang instan dan mudah. Oleh karena itu kita harus keluar modal untuk furnish jika ingin menyewakannya.

4. Ruko

Ruko (Rumah dan Toko) biasanya sangat diminati oleh para pebisnis karena sangat efisien. Para pebisnis bisa tinggal di ruko sekaligus mengurus bisnisnya dalam satu tempat yang sama. Soal prospektus, ruko termasuk jenis investasi properti yang memiliki nilai capital gain dan sewa yang tinggi serta lebih likuid (jika membeli di harga wajar). Tapi memang biasanya harga ruko sangat mahal sekali.

Jika Anda berminat membeli ruko, di sarankan untuk mencari lokasi-lokasi ruko yang strategis dan cukup prestige. Ini adalah salah satu kunci penting dalam berinvestasi ruko.

Selain itu jangan lupa untuk memeriksa kelengkapan surat dan legalitasnya (termasuk kesesuaian IMB/ Izin Mendirikan Bangunan). Jangan sampai setelah membeli ruko ada masalah dengan IMB, misalnya IMB nya hanya satu lantai, atau malah belum terbit.

Resiko dan Kekurangan Investasi Ruko

Jika kita membeli ruko di pasar sekunder (sudah jadi) biasanya harga ruko sangat mahal dan tidak terjangkau. Selain itu ada juga resiko tentang likuiditasnya. Misalnya karena kita sudah terlanjur membeli ruko di harga yang mahal maka potensi tidak likuidnya juga tinggi karena harga belinya saja sudah di atas rata-rata.