Alasan Utaman Penyebab Delisting Aset Kripto, Wajib Tahu!

Cryptocurrency Delisting adalah penghapusan aset dari bursa aset kripto.

Alasan Utaman Penyebab Delisting Aset Kripto, Wajib Tahu!
Penyebab Delisting Aset Kripto

MPOTIMES - Istilah listing sering kali digunakan dalam dunia aset kripto. Apabila sebuah exchange menawarkan trading pair untuk aset tertentu, tindakan ini dikenal sebagai listing aset.

Istilah ini pun kerap digunakan untuk mengumumkan jenis aset kripto baru yang terdaftar pada sebuah exchange platform. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah cryptocurrency delisting? Apa itu cryptocurrency delisting?

Mengenal Apa Itu Cryptocurrency Delisting

Cryptocurrency Delisting adalah penghapusan aset dari bursa aset kripto.

Penghapusan tersebut dapat terjadi dengan berbagai alasan. Bisa karena sebagai permintaan dari tim proyek, atau akibat dari tim aset, hingga aset itu sendiri tidak lagi memenuhi persyaratan listing yang dimiliki oleh bursa tersebut. 

Apabila sebuah aset kripto dihapus dari bursa, semua trading pair dengan aset kripto tersebut otomatis juga dihapus.

Tetapi aset kripto tersebut masih berpotensi untuk diperdagangkan di bursa lain seperti decentralized exchange atau melalui perdagangan bebas (OTC).

Setelah trading pair yang terkait dengan aset delisting dihapus, penarikan aset dari bursa akan tetap terbuka untuk jangka waktu yang ditentukan setelah bursa mengumumkan delisting.

Dengan cara ini, pengguna memiliki kesempatan untuk menarik dana mereka yang tersimpan di bursa meskipun aset kripto tersebut tidak lagi tersedia pada platform.

Delisting (CNBC Indonesia)

Kriteria Penyebab Delisting Aset Kripto

Terdapat tiga kriteria yang dapat menjadi penyebab terjadinya delisting aset kripto. Kriteria tersebut adalah:

Volume dan Likuiditas Rendah

Tujuan utama dari crypto exchange adalah mengekstraksi biaya trading dan sejumlah biaya lainnya yang dikenakan kepada pengguna bursa aset kripto.

Setiap kali trader atau investor membeli atau menjual aset kripto melalui bursa, pengguna akan dibebankan biaya trading atau trading fee. Dengan jutaan transaksi yang dieksekusi setiap harinya, terdapat insentif untuk mendukung aset kripto yang memiliki trading volume yang tinggi. 

Aset kripto dengan trading volume tinggi setara dengan tingkat likuiditas yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa aset kripto tersebut merupakan yang sangat populer untuk diperdagangkan oleh pengguna.

Sedangkan pada aset kripto dengan trading volume yang tersu menurun dan likuiditas rendah menandakan bahwa aset kripto tersebut telah kehilangan daya tariknya di antara pengguna.

Persaingan seperti ini tentunya sering terjadi di dunia perdagangan aset kripto. Apabila koin atau token memiliki trading volume dan likuiditas yang terus menurun selama periode yang telah ditentukan, maka bursa akan melakukan delisting terhadap aset kripto tersebut.

Terjadi Pelanggaran Keamanan

Keamanan adalah pertimbangan utama untuk setiap proyek aset kripto, terutama pada teknologi blockchain yang baru lahir.

Tidak mengherankan bahwa kerentanan teknis dan keamanan dapat menjadi penyebab delisting pada aset kripto. Jika ditemukan adanya kerentanan keamanan atau ambiguitas teknis dalam jaringan aset kripto yang berisiko terhadap bursa, tim developer bursa tersebut harus mengambil tindakan unstuk melindungi para pemilik aset kripto. 

Namun apabila respon dari tim proyek aset kripto tersebut masih dibawah standar yang diinginkan, bursa dapat memutuskan untuk melakukan delisting pada token atau koin tersebut.

Contohnya yaitu ketika beberapa bursa perdagangan aset kripto yang melakukan delisting terhadap Bitcoin Gold (BTG). Hal ini disebabkan setelah terjadi 51% attack pada jaringannya.

Delisting (Economy Okezone)

Ketidak patuhan terhadap Persyaratan Listing

Dalam melakukan listing pada bursa mana pun memerlukan serangkaian persyaratan yang harus dipatuhi.

Kegagalan untuk mematuhi persyaratan ini dapat menjadi penyebab delisting aset kripto. Faktor-faktor seperti stabilitas dan keamanan jaringan, komunikasi eksternal antara tim dan bursa, serta kasus kasus penipuan atau tidak etis lainnya juga masuk kriteria penyebab delisting.

Penegakan kriteria yang efektif merupakan komponen penting dalam memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang sebuah bursa aset kripto.

Hosting koin atau token yang bertentangan dengan persyaratan dan kebijakan bursa dapat menimbulkan risiko reputasi dan bahkan hukum untuk crypto exchange.

Dampak dari Delisting pada Aset Kripto

Salah satu dampak terbesar yang terjadi pada cryptocurrency yang terkena delisting adalah hilangnya kepercayaan dan kredibilitas publik secara umum terhadap proyek tersebut.

Umumnya, aset kripto tersebut kemungkinan akan dihapus dari bursa aset kripto lainnya jika ada kelemahan yang dapat menyebabkan risiko pada bursa tersebut.

Persepsi publik terhadap adalah salah satu penentu utama daya tarik dan potensi keberhasilan suatu proyek.

Delisting dapat memunculkan persepsi negatif pada aset kripto tersebut, dan dapat mengakibatkan kerusakan pada reputasi dan kredibilitas proyek secara permanen.