Alasan Penyebab Mahalnya Biaya Tes PCR Di Indonesia

Untuk mendeteksi jika ada paparan virus Corona di dalam tubuh, kita harus melakukan serangkaian tes medis. Tes ini dapat berupa PCR, Rapid Test, Rapid Antigen Test, dan GeNose Test.

Alasan Penyebab Mahalnya Biaya Tes PCR Di Indonesia
Penyebab Mahalnya Biaya Tes PCR

MPOTIMES - Untuk mendeteksi jika ada paparan virus Corona di dalam tubuh, kita harus melakukan serangkaian tes medis. Tes ini dapat berupa PCR, Rapid Test, Rapid Antigen Test, dan GeNose Test.

Dari sekian banyak jenis tes, umumnya tenaga medis lebih memilih untuk melakukan tes PCR, karena hasilnya dinilai jauh lebih akurat.

Namun, harga yang dipatok untuk tes PCR adalah biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, tidak sedikit orang beralih ke metode pengujian yang dinilai jauh lebih murah, seperti rapid antigen test.

Sekilas Mengenal tentang Tes PCR

Nah, pada artikel kali ini, CekAja akan mencoba menjelaskan beberapa penyebab mahalnya biaya tes PCR. Namun sebelum itu, tidak ada salahnya untuk mengetahui tentang tata cara tes PCR itu sendiri terlebih dahulu.

PCR atau polymerase chain reaction adalah metode pengujian molekuler yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan materi genetik virus di dalam tubuh.

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel dari hidung atau tenggorokan, menggunakan batang plastik panjang yang diakhiri dengan kapas khusus.

Sampel yang diperoleh dari uji RRC akan dimasukkan ke dalam botol dan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis hasilnya.

Selain direkomendasikan oleh tim medis, metode tes PCR juga paling direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia yaitu WHO.

TES PCR (BaruAja.net)

7 Berikut Alasana Penyebab Tes PCR Mahal?

Untuk menjawab rasa penasaran Anda tentang penyebab mahalnya biaya tes PCR, yuk simak ulasan di bawah ini yang dirangkum CekAja dari banyak sumber.

1. Hasil tes lebih akurat

Penyebab tes swab PCR pertama yang mahal tentu saja hasil tesnya jauh lebih akurat, dibandingkan dengan metode tes Covid-19 lainnya.

Metode PCR ini digunakan untuk memberikan hasil akhir diagnosis, yang sebelumnya mungkin telah dibuat oleh pasien dengan skrining tes cepat.

Dengan tes PCR, tim medis dapat menganalisis bagaimana RNA virus SARS-CoV2 terbentuk di tubuh seseorang.

Oleh karena itu, pengujian yang dilakukan pada metode PCR juga dilakukan dengan mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan dengan alat khusus.

Hal ini berbeda dengan rapid antigen test, di mana sampel hanya diambil dengan mengambil lendir di hidung untuk mendeteksi antigen tertentu di dalam tubuh.

2. Menggunakan alat khusus

Berbeda dari metode test lainnya, hal yang menjadi penyebab tes swab PCR mahal juga tak lain karena penggunaan alatnya lho.

Mengutip dari laman Kompas, menurut pakar mikrobiologi Universitas Indonesia, Pratiwi Puji Lestari Sudarmono, tes swab PCR menjadi mahal sebab metodenya ini menggunakan peralatan khusus yang disebut RT-PCR.

Alat RT-PCR sendiri membutuhkan dua reagensia, yakni reagensia khusus ekstraksi RNA dan reagensia untuk PCR.

Nah, keduanya ini belum ada di Indonesia dan mau tak mau mau pemerintah mesti mendatangkannya langsung dari luar negeri.

3. Mesin pengujiannya mahal

Penyebab tes swab PCR mahal yang berikutnya masih berhubungan dengan poin kedua di atas. Di mana, tes PCR umumnya dilakukan dengan dua tahapan.

Pertama, virus diekstrasi dalam sel tubuh manusia. Kemudian yang kedua ialah ketika virus keluar dari sel, maka akan langsung dideteksi apakah itu benar virus SARS-CoV2 atau bukan.

Nah, dua tahapan tes ini sekarag dikerjakan oleh alat yang dibuat oleh pabrik khusus guna mengurangi risiko kesalahan.

Berbeda halnya, dengan zaman dahulu yang tes PCR masih mengandalkan cara manual.

Mengutip CNN Indonesia, menurut salah satu ahli mikrobiologi menyebutkan bahwa harga dua kit yang dipakai untuk menguji virus SARS-CoV2 rata-rata dikisaran Rp500 hingga Rp600 ribu.

Lalu sisanya adalahswab untuk mengambil sampel dari nasofaring dan orofaring. Tidak hanya itu saja, tim medis pun perlu Viral Transport Medium (VTM), agar virus yang diuji tidak mati.

TES PCR (GSI Lab)

4. Diimpor dari luar negeri

Di Indonesia sendiri memang belum tersedia kapasitas untik membuat kit PCR. Alhasil, pemerintah mesti mengimpor alat tes Covid-19 langsung dari luar negeri.

Karena harus didatangkan dari luar negeri lah, tak heran mengapa biaya tes PCR sangat mahal di Indonesia. Tanpa kit yang diimpor, tentu proses pengetesan Covid-19 sulit untuk mendapat hasil yang akurat.

5. Petugas wajib APD lengkap

Penyebab tes swab PCR mahal yang kelima adalah karena petugas medis yang melakukannya wajib menggunakan alat pelindung diri alias APD lengkap.

APD yang lengkap ini termasuk masker, pelindung mata, pelindung wajah, gaun medis, sarung tangan medis, penutup kepala, hingga sepatu pelindung.

Pemakaian APD sangat dianjurkan guna mencegah penularan pada tenaga medis. Apalagi seperti yang kita lihat, bahwa petugas swab PCR sendiri biasanya mengambil sampel virus Corona pada pasien dengan jarak yang sangat dekat.

Jadi, itulah mengapa harga swab PCR melambung tinggi, sebab pemerintah dan tenaga kesehatan juga perlu menyiapkan APD dalam jumlah banyak dengan dana yang besar.

6. Sisa limbah enggak boleh dibuang sembarang

Sisa limbah medis swab PCR yang dianggap berbahaya dan tak boleh dibuang sembarangan juga menjadi salah satu penyebab tes swab PCR mahal.

Pasalnya, limbah bekas penggunaan tes swab ini masih mengandung virus dan mampu menularkan virus Corona itu sendiri.

Maka dari itu, proses pembuangan untuk limbah swab tes ini mesti melalui prosedur yang tepat.

Nah, untuk menjalankan prosedur pembuangan limbah swab PCR ini, membutuhkan biaya yang tentunya tak sedikit. Belum lagi, laboratorium khusus yang digunakan pun perlu biaya pemeliharaan.

7. Biaya lain diluar tes

Terakhir, penyebab tes swab PCR mahal ialah karena ada biaya lainnya dari sekedar tes ini. Artinya, di luar dari biaya untuk satu kali tes PCR, ada biaya lainnya seperti jasa dokter.

Karena adanya biaya itulah, harga satu kali tes swab PCR dapat mencapai ratusan ribu atau bahkan jutaan, tergantung dari layanan kesehatan yang dituju.