Perbedaan Tabungan Pendidikan dengan Asuransi Pendidikan, Jangan Salah Pilih

Banyak orang yang memilih tabungan pendidikan buat mempersiapkan dana pendidikan bagi anak. Ada juga yang memilih asuransi pendidikan sebagai solusinya.

Perbedaan Tabungan Pendidikan dengan Asuransi Pendidikan, Jangan Salah Pilih
Perbedaan Tabungan Pendidikan dengan Asuransi Pendidikan

MPOTIMES - Banyak orang yang memilih tabungan pendidikan buat mempersiapkan dana pendidikan bagi anak. Ada juga yang memilih asuransi pendidikan sebagai solusinya. Bagaimana dengan tabungan asuransi? Adakah produk tersebut? Ataukah kedua hal tersebut berbeda?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi biaya pendidikan bisa mencapai 3,81 persen. Uang pangkalnya sendiri mengalami kenaikan 10-15 persen per tahunnya.

Sementara menurut AIA-Financial Indonesia, kenaikan rata-rata biaya pendidikan di Indonesia bisa mencapai 20 persen setiap tahunnya. Sementara kenaikan biaya pendidikan perguruan tinggi swasta bisa sampai dengan 40 persen.

Demi masa depan anak yang cerah, kamu pun harus mempersiapkannya dari sekarang. Lalu, kira-kira instrumen keuangan apa yang sekiranya mendukung kamu menjamin biaya pendidikan anak 10 tahun ke depan? Apakah tabungan bisa sebagai solusi atau asuransi pendidikan?

Keduanya terkesan sama. Sayangnya, keduanya memiliki manfaat yang berbeda. Untuk membantu kamu tidak bingung dengan keduanya, berikut ini perbedaan tabungan dan asuransi.

  • Perbedaan definisi asuransi dan tabungan
  • Perbedaan tujuan setoran dana
  • Perbedaan status dana yang disetorkan
  • Perbedaan pengaruh asuransi dan tabungan terhadap aset
  • Perbedaan tabungan dan asuransi pendidikan

1. Perbedaan definisi asuransi dan tabungan

Asuransi dan tabungan tak jarang dianggap sama. Maksudnya, asuransi adalah bentuk lain dari tabungan. Memang keduanya adalah produk keuangan. Namun, konsepnya sebenarnya berbeda.

Asuransi adalah produk keuangan yang menawarkan proteksi atau perlindungan ekonomis apabila terjadi suatu risiko. Perlindungan tersebut akan diberikan sebagai manfaat yang berupa penggantian kerugian finansial atau kerugian finansial minimum.

Risiko yang biasanya tercakup dalam asuransi meliputi sakit, meninggal dunia, kecelakaan, cacat, kebakaran, kehilangan, hingga biaya pendidikan pun termasuk di dalamnya.

Sementara tabungan menawarkan manfaat berupa sarana penyimpanan uang yang lebih aman dibandingkan dengan menyimpannya di rumah.

Uang yang ditabungkan pada rekening bank akan terhindar dari risiko kehilangan akibat pencurian ataupun rusak karena dimakan rayap. 

2. Perbedaan tujuan setoran dana antara asuransi dan tabungan

Karena manfaat yang dimiliki keduanya berbeda, tujuan penyetoran dana asuransi dan tabungan pun berbeda. Setoran dana dalam asuransi biasanya disebut dengan premi.

Premi disetorkan secara rutin, tergantung ketentuan. Bisa setiap bulan, triwulan, semesteran, ataupun tahunan.

Premi dibayar dengan tujuan untuk mendapatkan kepastian kerugian yang kecil (guaranteed small loss) di masa mendatang.

Premi terdiri dari sejumlah biaya, seperti biaya asuransi, dana investasi, biaya akuisisi, biaya pengelolaan dana, biaya pengalihan dana, dan biaya administrasi.

Sementara setoran dana tabungan tidak lain adalah untuk mengamankannya dari segala risiko kehilangan yang bisa terjadi jika disimpan di rumah.

Demi mendapatkan fasilitas penyimpanan uang di bank pun nasabah akan dikenakan biaya administrasi per bulan yang biasanya dipotong langsung dari saldo yang ada. 

3. Perbedaan status dana yang disetorkan antara asuransi dan tabungan

Status dana setoran antara asuransi dan tabungan pun memiliki perbedaan signifikan. Jika kamu menggunakan asuransi, status kepemilikan dana atau premi yang kamu setorkan akan menjadi milik perusahaan asuransi.

Sementara kalau kamu menyetorkan uangmu ke bank sebagai tabungan, dana tersebut sepenuhnya akan menjadi milikmu. Tidak ada pengalihan kepemilikan dari kamu kepada bank.

4. Perbedaan pengaruh asuransi dan tabungan terhadap aset

Dibandingkan dengan asuransi tradisional atau murni, menyimpan uang di bank sebagai tabungan akan menambah aset kepemilikan.

Sementara asuransi murni bisa mengurangi asetmu karena kamu membutuhkan dana untuk membayar premi sehingga polisnya tetap aktif dan bisa kamu gunakan sewaktu-waktu.

Namun, jika kamu memilih asuransi unit link, bisa saja kamu mengalami penambahan aset karena keuntungan yang kamu dapatkan dari instrumen investasi yang kamu pilih selain dari manfaat asuransi itu sendiri.

5. Perbedaan tabungan dan asuransi pendidikan

Meski tujuannya sama, kedua produk ini punya perbedaan cukup signifikan, lho!  

Pada dasarnya, asuransi pendidikan adalah produk unit link alias produk asuransi yang disertai investasi.

Sementara tabungan pendidikan adalah tabungan berjangka dengan bunga tertentu dan dapat dicairkan setelah beberapa tahun sesuai ketentuan produk.

Asuransi pendidikan bisa lebih untung, tapi…

Tabungan pendidikan umumnya memiliki bunga di kisaran tiga hingga enam persen per tahun. Sementara asuransi pendidikan karena alokasi dana berbentuk investasi, bunga yang didapat bisa berkisar 15 – 23 persen per tahun.

Jika dilihat dari sisi ini, asuransi pendidikan terlihat lebih menjanjikan karena keuntungan dari bunganya berkisar di atas inflasi pendidikan.

Namun, hal tersebut hanya berlaku jika hasil investasi yang dilakukan perusahaan memang menguntungkan.

Jika tidak, bukan tak mungkin kamu harus memperpanjang masa pembayaran premi. Dengan kata lain, risiko yang didapatkan pun lebih besar dari tabungan pendidikan.

Tabungan pendidikan lebih aman, tapi…

Sebagai produk perbankan, tabungan pendidikan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, jika bank tempat kamu menabung mengalami kebangkrutan, dana tabungan akan tetap aman.

Sementara itu, asuransi pendidikan adalah produk perusahaan asuransi. Sekalipun dapat dibeli di bank hanya berperan sebagai agen penjual.

Selain itu, hasil tabungan pendidikan sudah dapat diduga dan kalkulasikan sesuai kesepakatan awal. Sedangkan hasil asuransi unit link tidak tetap, bisa lebih untung tapi tak menutup kemungkinan juga jadi lebih keok.

Di sisi lain, asuransi memiliki manfaat utama yaitu sebagai proteksi. Jadi, tak hanya memberi dana yang telah diserahkan beserta bunga, tapi juga memberi jaminan perlindungan finansial pendidikan.

Misalnya, untuk polis dengan tanggungan Rp 100 juta dan masa tempo 10 tahun, jika dalam periode lima tahun pemegang polis meninggal dunia, ahli waris tetap mendapatkan dana tanggungan sebesar Rp 100 juta ditambah hasil investasi dari premi yang dibayar tiap bulannya.

Meski begitu, tabungan pendidikan juga memiliki asuransi. Namun, tentu saja nilai tanggungannya kecil. Pasalnya, fokus utama produk ini bukan sebagai proteksi.

Misalnya, kamu mengambil tabungan berjangka dengan tempo lima tahun. Seandainya kamu meninggal dunia saat tabungan baru berjalan tiga tahun, ahli waris tetap mendapatkan dana sejumlah total tabungan selama lima tahun.

Jadi, pilih yang mana?

Setiap produk memiliki keunggulan masing-masing. Jadi, sulit untuk menunjuk produk yang satu lebih baik dari produk yang lain. Namun, manfaat yang ditawarkan baru bisa maksimal jika sesuai tujuan dan kondisi keuanganmu.

Contohnya, pilihlah tabungan pendidikan jika tujuan dana pendidikan jangka pendek, yaitu sekitar dua hingga lima tahun.

Alokasi tabungan juga perlu ditingkatkan tiap tahun untuk mengimbangi laju inflasi. Sebaliknya, pilih asuransi pendidikan untuk tujuan jangka panjang atau lebih dari lima tahun. Pasalnya, hasil investasi baru akan didapat setelah melewati lima tahun pertama.

Selain kedua produk tersebut, kamu juga bisa rencanakan dana pendidikan melalui investasi murni, seperti saham, reksa dana, atau investasi emas.

So, udah gak bingung memilih asuransi atau tabungan pendidikan, kan?