Akankah Proyeksi Tren NFT di Indonesia Terus Berkembang

Tahun 2022 sepertinya menjadi angin segar bagi para pebisnis Non Fungible Token alias NFT di Indonesia.

Akankah Proyeksi Tren NFT di Indonesia Terus Berkembang

Tahun 2022 sepertinya menjadi angin segar bagi para pebisnis Non Fungible Token alias NFT di Indonesia. Dipicu oleh Ghozali Everyday yang viral karena menjadi miliuner hanya dalam hitungan hari, tren NFT di Tanah Air pun semakin menggeliat.

Dari kalangan selebritis, sederet nama beken telah membuat NFT mereka sendiri, mulai dari Luna Maya, Syahrini, Reza Arap, Anang Hermansyah dengan Token ASIX, hingga rencana besar ‘Sultan Andara’ Raffi Ahmad yang berencana untuk memperkenalkan RansVerse pada pertengahan tahun ini. 

Dengan animo sebesar itu, pemerintah Indonesia pun mulai membenahi infrastruktur dan regulasi yang mengatur NFT lewat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sementara dari pihak independen, ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang siaga melakukan pengawasan. Pertanyaannya, akankah NFT berjalan mulus untuk jangka waktu lama, atau justru menjadi bisnis musiman yang cepat berganti dengan tren baru lainnya? Untuk menjawab pertanyaan ini, layanan survei konsumen berbasis digital, Populix, merilis hasil survei berjudul “Indonesian Modern Consumption” yang membahas seputar perilaku konsumen Indonesia di era modern. 

Sebagai bagian dari survei tersebut, Populix mengulas tentang pemahaman masyarakat Indonesia terkait non-fungible token (NFT) yang saat ini tengah menjamur. Berikut ini temuan menarik tentang proyeksi NFT di Indonesia. 

Masyarakat Indonesia Mulai Melek NFT 

Di awal tahun, topik seputar NFT nyaris menjadi makanan sehari-hari para peselancar dunia maya. Secara tidak langsung, literasi tentang fintek, khususnya NFT, juga mulai terbentuk. “Melalui insights yang kami bagikan, kami berupaya untuk mendalami persepsi masyarakat Indonesia secara umum terkait NFT yang sedang ramai dibicarakan, dan data tersebut menunjukkan bahwa sepertiga dari responden yang disurvei sudah familiar dengan NFT,” ujar Jonathan Benhi, Chief Technology Officer Populix. 

Survei “Indonesian Modern Consumption” sendiri dilakukan terhadap 1.002 responden yang terdiri dari 523 responden laki-laki dan 479 responden perempuan berusia 18-55 tahun pada tanggal 3-9 Januari 2022 di Indonesia. 

Survei tersebut menunjukkan bahwa 33% responden menyatakan mereka mengetahui NFT dengan mayoritas responden tersebut (43%) adalah laki-laki. Sementara itu, 51% responden mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui NFT dan 16% responden menjawab tidak yakin. 

Tren NFT, Ini yang Paling Populer di Indonesia 

Dalam riset yang sama, diketahui pula bahwa karya seni, produk game online, dan fesyen virtual menjadi jenis atau tipe-tipe NFT yang paling populer di antara responden yang menjawab tahu dan tidak yakin dengan NFT. Adapun di antara responden yang mengetahui tentang NFT, 38% di antaranya menyatakan bahwa mereka pernah membeli NFT dengan mayoritas tipe NFT yang dibeli adalah berbagai produk online (44%), produk game online (39%), fesyen virtual (31%), karya seni (24%), musik (24%), serta berbagai tipe NFT lainnya.

Baca juga: Artis Indonesia yang Membuat NFT

Di sisi lain, dari responden yang menjawab tahu namun tidak yakin dengan NFT, 16% responden mengatakan mereka sangat mengikuti perkembangan NFT, sementara 40% responden cukup familiar dan mengikuti tren NFT, dan 44% mengaku baru pernah mendengar istilah NFT. Dengan demikian, kata Jonathan, survei menunjukkan bahwa aset digital berbasis blockchain ini diprediksi akan terus menjadi tren di Indonesia. Bahkan, mayoritas responden mengatakan tren NFT akan berlangsung lebih dari 5 tahun ke depan. 

“Dengan edukasi dan dukungan ekosistem yang tepat, kami berharap tren ini dapat semakin mendorong peluang bagi para kreator Indonesia agar dapat ditemukan oleh mancanegara, melahirkan lebih banyak kreator-kreator inspiratif yang berkualitas dan membanggakan, bahkan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Tanah Air,” tutup Jonathan.