Sinopsis The Night Comes for Us

Film The Night Comes for Us merupakan Film laga yang sangat rumit dan intens yang diperankan oleh Joe Taslim.

Sinopsis The Night Comes for Us
Sinopsis The Night Comes for Us

MPOTIMES - Film The Night Comes for Us merupakan Film laga yang sangat rumit dan intens yang diperankan oleh Joe Taslim. Ceritanya kompleks dan intens sebagai adegan aksi berdarah.

Sinopsis The Night Comes for Us

Selama kurang lebih dua jam, peristiwa itu diungkap ke publik oleh organisasi kriminal Asia Tenggara yang dipimpin Ito (Joe Taslim). Segera menghilang dan muncul di Indonesia bersama putrinya.

Dua Kata kunci film dari Timo Tjahjanto adalah "bagaimana" dan "mengapa", bagaimana dia menjadi penjahat, dan mengapa dia tiba-tiba menghilang. Nyatanya, dua pertanyaan sederhana itu terjawab perlahan, dan menggelitik serta menggelitik tentang bagaimana film itu berakhir. Setelah semua, cerita menjadi sangat rumit.

Keingintahuan tampaknya meningkat dari satu adegan ke adegan berikutnya, apakah itu adegan aksi atau adegan percakapan. Dari percakapan Ito dengan karakter familiar yang belum diperkenalkan, hingga adegan pertempuran dengan karakter yang belum diperkenalkan saat membicarakan masa lalu.

Seiring tumbuhnya rasa ingin tahu, asal usul Ito perlahan menjadi jelas ketika sosok Arian (Iko Uwais) muncul dalam cerita. Akhirnya, suka atau tidak suka, Ito harus menghadapi sahabat lamanya Arian.

Cerita menjadi lebih menarik dan inspiratif ketika "The Night Comes For Us" diceritakan dalam konteks. Berkali-kali, tidak sekali. Mungkin jika Anda melewatkan satu adegan, Anda tidak akan memahami keseluruhan cerita.

Jelas, Timo tidak memberi jeda pada penonton dengan terlalu banyak memperkenalkan kekerasan. Dari awal hingga akhir, film ini penuh dengan pertarungan jarak dekat, dengan tangan dan senjata.

Kualitas koreografi yang dilakukan Iko dan timnya tidak perlu diragukan lagi. Adegannya sangat menarik dan tidak membosankan. Selain itu, adegan pertarungan yang sangat sadis, darah dan usus adalah adegan yang biasa terjadi di film ini.

Adegan kekerasan menjadi lebih seru saat dihiasi dengan efek visual, seperti pemandangan gigi patah yang memantul dari gelombang kejut. Terlihat seperti efek visual, tetapi terlihat menenangkan dan tidak mengiritasi mata.

Kelemahan dari adegan kekerasan adalah interaksi satu orang dengan lebih dari satu orang. Saat memotret dari sudut yang berbeda, seperti adegan Ito dengan puluhan orang, kerumunan tampak saling menunggu saat mereka menyerang satu-satunya musuh.

Selain itu, ada satu adegan yang tidak bersambungan. Hanya saat perut Ito dibalut karena luka. Perban menghilang saat diambil dari sudut yang berbeda, namun muncul lagi saat kamera kembali ke sudut yang sama seperti sebelumnya.

Namun ketika The Night Comes For Us itu berakhir, semua kekurangan itu terlupakan. Ceritanya cukup kompleks dan adegan aksinya cukup padat untuk menutupi beberapa kekurangan.

Menonton The Night Comes For Us patut dipuji. Film ini sudah dirilis dan akan tersedia untuk ditonton di layanan streaming film Netflix langsung aja ditonton guys dan jangan lupa baca artikel tentang movie lainnya yang terbaru serta populer cuma ada di MPOTIMES.