Anwar Abbas Sebut KKN Lebih Berbahaya Sebagai Musuh Terbesar Bangsa Dibanding Radikalisme

Anwar Abbas selaku Ketua PP Muhammadiyah, menilai bahwa saat ini daripada paham radikalisme masalah lebih besar bahayanya adalah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Terungkapnya belasan calon Eselon 1 yang gagal lolos lantaran pasangannya membuka media sosial (medsos) tokoh radikal adalah yang membuat Ketua PP Muhammadiyah mengungkapkan statementnya itu.

Anwar Abbas Sebut KKN Lebih Berbahaya Sebagai Musuh Terbesar Bangsa Dibanding Radikalisme
Anwar Abbas Sebut KKN Lebih Berbahaya Sebagai Musuh Terbesar Bangsa Dibanding Radikalisme

Anwar Abbas selaku Ketua PP Muhammadiyah, menilai bahwa saat ini daripada paham radikalisme masalah lebih besar bahayanya adalah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Terungkapnya belasan calon Eselon 1 yang gagal lolos lantaran pasangannya membuka media sosial (medsos) tokoh radikal adalah yang membuat Ketua PP Muhammadiyah mengungkapkan statementnya itu.

Awalnya, Anwar mengaku bersimpati dengan usaha Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo untuk menjaring calon Eselon 1.

Hanya saja, menurutnya, musuh besar bangsa Indonesia bukanlah hanya radikalisme. Anwar Abbas menyebut adalah musuh besar lain seperti merebaknya KKN serta berkembangnya paham-paham yang sangat bertentangan dengan Pancasila dan hukum dasar negara kita UUD 1945.

Menurutnya, untuk lebih aman, maka Menpan RB tentu akan mengatakan bahwa ketiga hal tersebut sama-sama besar bahayanya bagi bangsa dan negara. Ketiga hal tersebut sama-sama dapat mengancam eksistensi dan jati diri Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Namun, Anwar kembali mempertanyakan, jika ketiga hal tersebut sama-sama berbahaya, mengapa Menpan RB tampak hanya lebih sibuk mengurusi masalah radikalisme saja dengan menelusuri dan masuk jauh ke dalam kehidupan keluarga para calon Eselon 1.

Sampai-sampai, Menpan RB tahu media sosial apa saja yang dibuka oleh isteri atau suami calon eselon 1 tersebut.

Menurut Anwar Abbas, persoalan ini menjadi sangat penting di Indonesia yang sudah dikatakan darurat KKN. Mengutip Menko Polhukam, ia mengatakan bahwa korupsi saat ini lebih dahsyat sebab bukan hanya di eksekutif tapi juga melebar ke legislatif dan yudikatif.

Anwar Abbas lantas kembali melontarkan pertanyaannya mengenai mana yang lebih besar bahaya dan daya rusaknya bagi kehidupan bangsa, paham radikalisme atau praktik KKN?

Untuk amannya, Anwar Abbas menilai tentu Menpan RB akan menjawab bahwa kedua-duanya sama besar bahaya dan dampak buruknya. Sebab, menurutnya, kalau Menpan RB berani menjawab bahwa yang lebih besar dampak buruknya adalah paham radikalisme, maka masyarakat luas tentu akan marah dan menertawakan.

Anwar Abbas berargumen bahwa masalah lebih berbahaya karena masalah radikalisme masih bisa dikendalikan oleh para aparat keamanan. Sementara praktik KKN saat ini benar-benar sudah tidak terkendali mulai dari atas sampai ke bawah.