Bacaan Doa Ayat-Ayat Ruqyah Syariyyah Lengkap

Bacaan Doa Ayat-Ayat Ruqyah Syariyyah Lengkap - Sebelum Anda mengetahui penjelasan mengenai ruqyah syariah lebih jauh, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu pengertiannya menurut bahasa dan istilah.

Bacaan Doa Ayat-Ayat Ruqyah Syariyyah Lengkap
Bacaan Doa Ayat-Ayat Ruqyah Syariyyah Lengkap

Sebelum Anda mengetahui penjelasan mengenai ruqyah syariah lebih jauh, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu pengertiannya menurut bahasa dan istilah. Terdiri dari dua kata susunan, yaitu "ruqyah" dan "syar'iyah". Kata ruqyah secara linguistik tidak terlepas dari beberapa pengertian dari berbagai ahli bahasa arab berikut ini.

Menurut Al-Jauhari rahimahullah dalam kitab “Mukhtār al-Ṣihāh” (107) kata “ruqyah” merupakan satu kata yang berarti perlindungan. Dalam kamus “Kamus Klasik Kontemporer Qomusika”, bahasa tersebut berarti mantra, jimat, dan santet. Sedangkan Ibnu Atsir rahimahullah menyebutkan bahwa ruqyah adalah perlindungan yang digunakan oleh peruqyah untuk mengobati penyakit seperti demam, dan lain-lain.

Bentuk jamak dari kata ini adalah "ruqān". Bentuk subjeknya disebut “rāqin” yang artinya orang yang meruqyah. Jika ada ungkapan bahasa Arab: Raqā-yarqi-ruqyatan wa ruqyan, maka artinya meminta perlindungan dan meniupkan sesuatu dalam proses melindunginya. Sedangkan menurut Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim, secara bahasa ruqyah berarti doa atau permohonan.

Pada hakikatnya makna dari “ruqyah” tidak lepas dari perlindungan, doa dan permohonan. Nama lain ruqyah yang sering disebut dalam Bahasa Arab, yaitu: 'udzah, nusyrah, 'azimah dan tamīmah. Sedangkan “syar’iyah” secara bahasa berasal dari kata “syari’” yang berarti jalan dan jalan. Penambahan kata "yah" di akhir kata dimaksudkan untuk dipuja.

Dengan demikian, secara bahasa ruqyah syar'iyah berarti perlindungan (doa) berdasarkan atau dikaitkan dengan hukum Islam. Adapun yang dimaksud dengan “ruqyah syar’iyah” menurut istilah hukum Islam adalah sebagai berikut: “Memberi perlindungan kepada orang yang sakit dengan membaca sesuatu yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, nama-nama dan sifat-sifat Allah yang disertai dengan doa-doa yang sesuai dengan syariat dalam bahasa Arab.

Dari sini dapat dipahami bahwa ada dua macam ruqyah: Pertama, ruqyah syar'iyah (menurut syariat) yang tertuang dalam Al-Qur'an, hadits dan doa-doa populer yang tidak melanggar keduanya. Hal ini dilakukan oleh orang-orang saleh dan saleh. Menurut hukum Syariah, ini diperbolehkan. Kedua, “ruqyah syirikiyah” (ruqyah berdasarkan syirik).

Ketentuan Ruqyah yang Diperbolehkan

Alangkah baiknya melakukan ruqyah sebagai penyembuh dengan ayat-ayat Al-Qur'an, jika dilakukan dalam kondisi berikut dan dalam kondisi darurat :

  • Anda mengetahui pasti bahwa gangguan tersebut berasal dari sihir atau serangan jin.
  • Penyakit yang diderita memang tidak bisa diobati secara medis.
  • Meski bisa ditangani oleh pihak medis, penderitanya justru mengalami rasa sakit yang luar biasa, hingga membahayakan nyawa atau keimanannya.

Syarat Sukses Ruqyah

Ada beberapa syarat agar Ruqyah berhasil, yaitu:

  • Ketaqwaan ahli ruqyah (peruqyah), meliputi ketaatan pada perintah Allah, keikhlasan, tidak mudah tergiur dengan urusan duniawi, dan hanya takut kepada Allah.
  • Ada kemauan yang tulus dari pasien.
  • Suasana ruqyah yang kondusif, termasuk tempat yang bersih dari kotoran, tenang, bebas dari maksiat dan pelakunya.

Tata Cara Ruqyah

Beberapa adab yang perlu diterapkan bagi orang yang ingin meruqyah, yaitu:

  • Badan harus dalam keaadan suci.
  • Gunakan pakaian yang bersih.
  • Bersikap rendah hati kepada Allah SWT. Menyerah pada perlindungan-Nya. Yakin bahwa kesembuhan hanya ada di tangan Tuhan, bukan di tangan manusia.
  • Pasien dan orang yang meruqyah harus menutupi auratnya. Wanita sebisa mungkin menggunakan kerudung yang menutupi dada dan pakaian yang tidak terlalu ketat dan terbuka.
  • Pasien harus menghapus semua benda yang dapat membuat sihir atau setan lebih kuat pada dirinya, seperti jimat dan mantra.
  • Pasien berbaring terlentang menutupi seluruh alat kelamin. Jika pasien berlainan jenis kelamin, maka ia harus didampingi oleh mahramnya.
  • Terapis memegang mahkota atau dahi pasien. Jika tidak memungkinkan, bisa menahan lengan atau kaki.
  • Jika pasien lawan jenis, peruqyah bisa menggunakan tongkat besi. Salah satu ujungnya dipegang oleh peruqyah, sedangkan ujung lainnya dipegang oleh pasien atau diletakkan di dahinya.
  • Awali ruqyah dengan shalawat dan hamdalah.
  • Jika ada reaksi terhadap pembacaan suatu ayat, maka ulangi ayat tersebut sampai reaksi tersebut berhenti.
  • Dibolehkan memukul bagian yang sakit, tetapi tidak mematikan.
  • Setelah selesai membaca ayat-ayat ruqyah, kemudian menutupnya kembali dengan hamdalah dan shalawat.
  • Selanjutnya, bacakan ayat-ayat utama ke dalam air, lalu tiup. Kemudian airnya diminumkan kepada pasien. Sisanya bisa ditaburkan ke wajah dan kepala.

Bacaan doa Ruqyah syari'yyah untuk mengobati orang yang terkena sihir atau kesurupan jin dalam Islam banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW merupakan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Al-Qur'an dapat menghilangkan berbagai penyakit hati. Antara lain keragu-raguan, kemunafikan, kemusyrikan, dan menyimpang dari hal-hal yang benar dan cenderung kepada hal-hal yang batil. Al-Qur'an juga menjadi berkah bagi orang-orang yang beriman.

Karena dengan Al-Qur'an iman dapat dikuatkan, hikmah dapat diperoleh, dan kebaikan dapat ditemukan dalam dirinya serta akan menambah rasa cinta kepadanya. Ayat - ayat yang ada di dalam Al-Qur'an akan menjadi obat dan rahmat baginya. Dibawah ini ada beberapa 5 bacaan ayat Ruqyah syar'iyyah yang bisa diterapkan sendiri:

1. Surat Al Fatihah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Siapa yang mengatur hari pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan juga meminta pertolongan. Tunjukkan kami jalan yang lurus. Bagi Engkau yang memberi nikmat kepada mereka; dan bukan bagi orang-orang yang sesat. (Surat al-Fatihah: 1-7)

2. Ayat Kursi atau Surat Al - Baqarah ayat 25

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia yang hidup kekal dan terus-menerus memelihara (makhluk-Nya). Memiliki apa yang ada di langit dan juga di bumi. Tidak ada yang bisa memberi syafaat kepada Allah kecuali dengan izin-Nya. Allah mengetahui segala sesuatunya, dan juga mereka tidak mengetahui apa-apa kecuali apa yang Allah kehendaki. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak sulit memeliharanya, dan Allah Maha Tinggi, Maha Besar.

3. Surah Al Baqarah ayat 285-286

{آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286) }

Nabi percaya dengan cara yang sama seperti dia percaya pada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Mereka semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara utusan-Nya,' kata mereka, dan mereka berkata, "Kami mendengar dan kami taat."  "Ampuni kami, Tuhan kami, kepada-Mulah kami kembali.". Dia mendapat pahala yang dia kerjakan dan dia mendapat hukuman yang dia lakukan.

(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, jangan hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, jangan bebankan kami seberat yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan tanggung. kami tidak dapat menanggungnya. Ampuni kami, ampuni kami, dan kasihanilah kami. Engkau adalah Penolong kami, maka bantulah kami melawan orang-orang kafir.” (Surat al-Baqarah: 285-286).

4. Surat Al Falaq

Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang mengendalikan fajar, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam ketika gelap, dan dari kejahatan tukang sihir yang meniup simpul, dan dari kejahatan. dari iri ketika dia iri.

5. Surah An Naas: 1-6

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Allah (yang memelihara dan mengendalikan) umat manusia. Raja umat manusia. Ibadah umat manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang terbiasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia , dari (golongan) jin dan manusia.