5 Bahaya Konsumsi Kopi Kekinian Berlebihan, Waspada Guys!

Dibalik kenikmatannya yang selangit, minuman ini adalah bom waktu jika terlalu sering dikonsumsi

5 Bahaya Konsumsi Kopi Kekinian Berlebihan, Waspada Guys!
5 Bahaya Konsumsi Kopi Kekinian Berlebihan Waspada Guys

MPOTIMES - Kopi kekinian menjadi minuman tren terbaru yang sangat digemari utamanya oleh kaum millenial beberapa tahun belakangan ini. Embel-embel "kekinian" sukses menjadikan kopi yang dicampur dengan susu segar dan gula aren sebagai komoditi paling laris di dunia beverages.

Tak khayal, berbondong-bondong para millenial menikmati kopi nan nikmat ini dengan berbagai cara. Ada yang menyukai jenis kopi kekinian panas, ada yang dingin, minum bersama teman-teman ataupun minum sendiri. terdapat banyak sekali cara dan dapat segera digunakan.

Sebenarnya mengonsumsi kopi adalah hal yang sangat positif dan bermanfaat bagi tubuh. Ada beberapa manfaat sehat dari minum kopi seperti mengurangi risiko gagal jantung, menurunkan resiko terkena penyakit parkinson, menyehatkan organ hati, menghilangkan resiko kanker usus besar dan lain sebagainya.

Namun, jika minuman yang identik dengan anak senja ini dikonsumsi secara berlebihan apalagi di luar batas kewajaran jelas akibat dan dampaknya akan sangat buruk bagi kesehatan. Dihimpun dari berbagai sumber ini dia dampak buruk konsumsi kopi kekinian secara berlebihan.

1. Memperparah Resiko Pengecilan Volume Otak Dan Demensia

5 Bahaya Konsumsi Kopi Kekinian Berlebihan Waspada Guys


Belakangan ini, sebuah study dalam Nutritional Neuroscience yang keluar pada Juni 2021 mengutarakan bukti yang cukup mengagetkan. Sekitar nyaris 400.000 simpatisan diamati keseluruhan konsumsi kopinya dalam satu hari, volume otak, dan peristiwa stroke dan demensia karena kopi kekinian.

Sesudah 9-12 tahun penilaian, diketemukan jika simpatisan yang konsumsi kopi lebih dari gelas satu hari beresiko 53 % semakin tinggi menderita demensia, dibandingkan simpatisan yang minum 1-2 gelas kopi setiap hari. Disamping itu, ukuran otak beberapa simpatisan terlihat berkurang.

Proses yang memicu peristiwa ini belum juga dijumpai dengan cara tepat. Tetapi, "persaingan" di antara cafein dan adenosin untuk berikatan dengan reseptor adenosin di otak diperkirakan jadi pemicu dasar peralihan morfologi atau wujud otak.

2. Memicu meningkatnya Tekanan Darah Dan Denyut Jantung

5 Bahaya Konsumsi Kopi Kekinian Berlebihan Waspada Guys


Dikutip Healthline, kopi mempunyai potensi tingkatkan tekanan darah tiga jam sesudah dimakan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi sebagai salah satunya factor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah yang dideteksi sebagai the silent killer. Ini karena hipertensi tidak memunculkan tanda-tanda seperti penyakit lain, hingga kerap kali tidak teridentifikasi bila tidak dicheck dengan teratur.

Disamping itu, renyut jantung pribadi condong berdetak bisa lebih cepat setelah ngopi. Ke-2 dampak ini bisa muncul karena cafein dalam kopi menstimuli mekanisme saraf simpatis yang bisa memacu persempitan pembuluh darah. Dengan begitu, jantung perlu kerja sangat keras untuk menyalurkan darah.

Untungnya, dampak ini memiliki sifat sementara hingga tidak mencelakakan dalam periode panjang. Tetapi, konsumsi kopi terlalu berlebih bisa meningkatkan resiko infark miokardia, dan di tingkat yang lebih kronis, penyakit serangan jantung pada pribadi dengan kisah hipertensi dan takikardia, atau keadaan yang mana jantung bisa berdetak hingga lebih dari 100 detak per menitnya.

3. Meningkatkan Resiko Gangguan Kecemasan, Depresi, Dan Stres

5 Bahaya Konsumsi Kopi Kekinian Berlebihan Waspada Guys


Elemen bioaktif dalam kopi sebagai stimulasi saraf yang paling efisien. Dalam tingkatkan konsentrasi dan performa, cafein bekerja dengan memblok senyawa kimia di otak, yakni adenosin, hingga bisa tingkatkan pemakaian energi dan, ketika yang serupa, mengakibatkan kecapekan pada pribadi. Ini diutarakan dalam sebuah riset dalam Journal of Neurochemistry tahun 2008.

Jumlah kopi yang melewati 400 mg malah menginduksi masalah kekhawatiran pada pribadi, lebih kronis kembali, mengakibatkan gempuran cemas pada pribadi yang rawan. Selain itu, zat aktif dalam kopi memiliki sifat adiktif yang memacu ketagihan pada penikmatnya.

Dikutip Healthline, saat pencandu kopi melalui sehari tanpa cafein, mereka condong alami tanda-tanda coffee withdrawal, yang salah satunya pusing, suasana hati depresi, kekhawatiran, susah fokus, dan tremor.

4. Resiko Peningkatan Kadar Lemak Dalam Darah

5 Bahaya Konsumsi Kopi Kekinian Berlebihan Waspada Guys


Selainnya mempunyai potensi meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung lewat pengaktifan mekanisme saraf, kopi beresiko mengakibatkan peningkatan keseluruhan cholesterol, low-density lipoprotein (LDL) alias cholesterol jahat, dan apoprotein B. Ini ditunjukkan lewat study di Inggris yang dipublikasi di Clinical Nutrition Journal pada 2021.

Beberapa periset mengutarakan jika cafestol dan kahweol, elemen aktif yang ada dalam fokus tinggi pada kopi non-filter, memiliki peran besar dalam masalah ini. Sebuah study literatur dalam International Journal of Molecular Science menerangkan jika cafestol mengusik proses metabolisme cholesterol pada darah.

Dalam periode panjang, ini bisa memacu penyakit jantung. Tetapi untungnya, kandungan cafestol dan kahweol dalam kopi filter dan kopi kekinian lebih rendah dibanding pada kopi non-filter.

5. Menurunkan Daya Pikir

5 Bahaya Konsumsi Kopi Kekinian Berlebihan Waspada Guys


Walau bisa tingkatkan konsentrasi karena menahan rasa mengantuk, konsumsi kopi kekinian terlalu berlebih malah beresiko turunkan prestasi akademis di kelompok siswa. Riset yang sudah dilakukan dalam hampir 250 pelajar sekolah menengah di Korea Selatan mendapati jalinan yang berarti di antara konsumsi kopi terlalu berlebih dengan pengurangan prestasi akademis.

Beberapa periset menyangka, ini terkait dengan insomnia yang mengakibatkan beberapa siswa kekurangan istirahat, hingga fokus mereka berangsur turun. Lebih dari itu, overdosis kopi dalam periode panjang dapat memacu depresi akut karena tanda-tanda coffee withdrawal.