Berujung Damai Kerusuhan Ojol vs Karyawan Gacoan Jogja, Management Pecat 6 Buruh

Insiden ricuh antara karyawan restoran Mie Gacoan dengan pihak pengemudi ojek online (ojol) di Kotabaru pada Sabtu (14/11/2021) disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Berujung Damai Kerusuhan Ojol vs Karyawan Gacoan Jogja,  Management Pecat 6 Buruh
Berujung Damai Kerusuhan Ojol vs Karyawan Gacoan Jogja, Management Pecat 6 Buruh

Insiden ricuh antara karyawan restoran Mie Gacoan dengan pihak pengemudi ojek online (ojol) di Kotabaru pada Sabtu (14/11/2021) disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak-pihak yang terlibat didampingi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kotabaru telah melakukan mediasi pada kemarin malam.

Kapolsek menjelaskan, insiden itu terjadi pada Sabtu 13 November sore kemarin. Peristiwa ricuh antara karyawan restoran Mie Gacoan sempat terjadi dengan seorang pengemudi ojol yang melakukan pemesanan layanan go food. Hal itu dikarenakan kesalahpahaman antar kedua belah pihak. Ojol merasa telah mengantre lama sementara pesanan yang dipesan salah.

Kemudian pada Sabtu 13 November malamnya, suasana sempat kembali memanas. Area restoran Mie Gacoan Kotabaru dikepung oleh simpatisan dan sejumlah pengemudi ojol lainnya. Insiden ini pun berlangsung sampai menjelang tengah malam di lokasi tersebut, hingga kemudian pihak berwenang, pemerintah dan tokoh masyarakat setempat memediasi insiden itu.

Kapolsek Gondokusuman, AKP Surahman mengklaim bahwa tidak ada tindakan kekerasan atau adu fisik seperti yang tersebar di sosial media. Meski suasana sempat tegang dan alot, tindak kekerasan yang mengarah pada sentuhan fisik tidak terjadi saat insiden berlangsung.

Saat ini permasalahan tersebut telah selesai. Kedua belah pihak telah sepakat bahwa insiden itu tidak dibawa ke jalur hukum. Kerusakan dan juga kerugian yang terjadi akibat luapan emosi ojol juga telah diterima oleh manajemen Mie Gacoan setempat. Pihak restoran disebut Kapolsek juga sepakat akan mengevaluasi layanannya dan mengaku akan bebenah terutama yang berkaitan dengan layanan online.

Untuk sementara waktu, operasional restoran Mie Gacoan Kotabaru akan ditutup. Pengelola bersama dengan Muspika setempat disebut kapolsek sepakat untuk memberhentikan layanan restoran untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan untuk keperluan penyelidikan dan pembenahan sejumlah peralatan dan perlengkapan yang rusak.

Pantauan di lokasi, area restoran ditutup dengan garis polisi terpasang di sekeliling area itu. Tiga orang petugas kepolisian dari Polsek Gondokusuman juga berjaga di lokasi. Kapolsek juga mengimbau kepada pengelola restoran dan usaha pesan antar makanan lain untuk berkaca dengan kejadian ini. Terlebih, peristiwa seperti ini juga tidak hanya sekali terjadi di Kota Jogja. Masa pandemi yang masih memberlakukan pembatasan massa dan kerumuan mesti jadi acuan oleh pengelola usaha.

Antara manajemen Mie Gacoan Kotabaru dan pengemudi Ojol sepakat berdamai dan menghasilkan lima poin kesepakatan dalam surat tersebut. Surat pernyataan itu ditandatangani oleh pihak Mie Gacoan yang diwakili oleh tujuh karyawan dan juga pengemudi ojol dengan inisial WA, laki-laki 50 tahun.

Dalam surat kesepakatan, lima poin yang dihasilkan dalam mediasi itu adalah manajemen Mie Gacoan yang diwakili oleh tujuh karyawan meminta maaf kepada WA dan WA pun telah memaafkan manajemen atas insiden itu; pihak manajemen Mie Gacoan juga berjanji tidak akan mengulangi kembali insiden itu; pihak Mie Gacoan juga berjanji akan mengubah sistem layanan guna memudahkan para pengemudi ojol; kesepakatan itu juga dibuat atas kesadaran kedua belah pihak tanpa paksaan.