Diduga Punya 'Hobi' Taruhan Judi Online Putu Ari Nekat Tilep Uang Perusahaan

Diduga Punya 'Hobi' Taruhan Judi Online Putu Ari Nekat Tilep Uang Perusahaan. Kalau sudah begini berarti dosanya double dong?

Diduga Punya 'Hobi' Taruhan Judi Online Putu Ari Nekat Tilep Uang Perusahaan
Diduga Punya 'Hobi' Taruhan Judi Online Putu Ari Nekat Tilep Uang Perusahaan (Balisharing.com)

MPOTIMES - Diduga Punya 'Hobi' Taruhan Judi Online Putu Ari Nekat Tilep Uang Perusahaan. Kalau sudah begini berarti dosanya double dong?

Kejadian penggelapan dana perusahaan yang dilakukan Ni Putu Ari Susanti langsung bikin heboh dan viral.

Karena ambisinya ingin memenangkan taruhan judi online, wanita muda penduduk Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali itu melakukan aksi yang terbilang nekat dan gelap mata, yaitu menggelapkan dana perusahaan tempat ia mencari nafkah.

Bikin mengejutkan lagi, jumlah dana yang ia tilep menyentuh lebih dari setengah miliar. Jumlah yang tentu saja sangat besar.

Ternyata, dari hasil interogasi dan investigasi oleh aparat kepolisian, Ni Putu Ari Susanti yang berprofesi sebagai sales di salah satu perusahaan telekomunikasi tersebut bukan sembarang sales.

Sebab, walaupun profesinya adalah seorang sales, ada kebiasaan tak lazim sering ia lakukan, yaitu taruhan judi online.

Baca Juga Situs Judi Bola Online Indonesia Terkini 2022

Hal tersebut ia lakukan karena sering bertemu klien besar, khususnya di kawasan Singaraja.

Hal tersebut seperti dijelaskan oleh Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto ketika jumpa pers, Rabu (29/12).

Menurut beliau, sebelum menjalankan aksinya melarikan uang perusahaan sampai ratusan juta rupiah, Putu Ari seringkali terlibat transaksi pembelian kartu operator seluler dan pembelian pulsa.

“Dia punya klien besar di Singaraja,” tandas AKBP Andrian.

Sementara, mengenai modus pelaku, Kapolres mengungkapkan, aksi Putu Ari tersebut terjadi tanggal 13 Desember 2021 lalu.

Pada 11 Desember 2021 lalu, tersangka mengunjungi salah satu counter seluler di area Kelurahan Banyuning.

Ia kemudian menagih biaya langganan pembelian pulsa.

Setelah menagih biaya pembayaran, ternyata dana yang seharusnya diserahkan kepada perusahaan, justru ditransfer ke rekening pribadi suaminya (suami tersangka).

Adapun uang yang ditransfer ke rekening pribadi tersebut menyentuh angka Rp 300 juta.

Kemudian, tanggal 13 Desember, hal yang sama lagi-lagi ia lakukan.

Pada saat aksi kedua itu, dana yang ditransfer ke rekening pribadi menyentuh Rp 338 juta. Uang tersebut lalu dimanfaatkan oleh tersangka demi memenuhi urusan pribadinya.

“Jadi sebagian uang yang diterima itu dipergunakan untuk bermain judi online. Uang sebesar Rp 537 juta ditarik tunai oleh pelaku dan suaminya. Sisanya yang Rp 115 juta telah disita oleh penyidik,” tegas Andrian.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 372 KUHP juncto Pasal 374 KUHP mengenai Tindak Pidana Penggelapan di dalam perusahaan, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. 

Kejadian penggelapan dana perusahaan yang dilakukan Ni Putu Ari Susanti langsung bikin heboh dan viral.

Karena ambisinya ingin memenangkan taruhan judi online, wanita muda penduduk Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali itu melakukan aksi yang terbilang nekat dan gelap mata, yaitu menggelapkan dana perusahaan tempat ia mencari nafkah.

Bikin mengejutkan lagi, jumlah dana yang ia tilep menyentuh lebih dari setengah miliar. Jumlah yang tentu saja sangat besar.

Baca Juga 12 Teori Konspirasi Yang Menggemparkan Dunia Sepak Bola - Salah Satunya Merugikan Chelsea

Kebiasaan Tak Lazim Taruhan Judi Online

Ternyata, dari hasil interogasi dan investigasi oleh aparat kepolisian, Ni Putu Ari Susanti yang berprofesi sebagai sales di salah satu perusahaan telekomunikasi tersebut bukan sembarang sales.

Sebab, walaupun profesinya adalah seorang sales, ada kebiasaan tak lazim sering ia lakukan, yaitu taruhan judi online.

Hal tersebut ia lakukan karena sering bertemu klien besar, khususnya di kawasan Singaraja.

Hal tersebut seperti dijelaskan oleh Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto ketika jumpa pers, Rabu (29/12).

Menurut beliau, sebelum menjalankan aksinya melarikan uang perusahaan sampai ratusan juta rupiah, Putu Ari seringkali terlibat transaksi pembelian kartu operator seluler dan pembelian pulsa.

“Dia punya klien besar di Singaraja,” tandas AKBP Andrian.

Sementara, mengenai modus pelaku, Kapolres mengungkapkan, aksi Putu Ari tersebut terjadi tanggal 13 Desember 2021 lalu.

Pada 11 Desember 2021 lalu, tersangka mengunjungi salah satu counter seluler di area Kelurahan Banyuning.

Ia kemudian menagih biaya langganan pembelian pulsa.

Setelah menagih biaya pembayaran, ternyata dana yang seharusnya diserahkan kepada perusahaan, justru ditransfer ke rekening pribadi suaminya (suami tersangka).

Adapun uang yang ditransfer ke rekening pribadi tersebut menyentuh angka Rp 300 juta.

Kemudian, tanggal 13 Desember, hal yang sama lagi-lagi ia lakukan.

Pada saat aksi kedua itu, dana yang ditransfer ke rekening pribadi menyentuh Rp 338 juta. Uang tersebut lalu dimanfaatkan oleh tersangka demi memenuhi urusan pribadinya.

“Jadi sebagian uang yang diterima itu dipergunakan untuk bermain judi online. Uang sebesar Rp 537 juta ditarik tunai oleh pelaku dan suaminya. Sisanya yang Rp 115 juta telah disita oleh penyidik,” tegas Andrian.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 372 KUHP juncto Pasal 374 KUHP mengenai Tindak Pidana Penggelapan di dalam perusahaan, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.