Francesco Totti Nyaris Bergabung Dengan Real Madrid Namun Akhirnya Setia Pada AS Roma

Francesco Totti Nyaris Bergabung Dengan Real Madrid Namun Akhirnya Setia Pada AS Roma. Hati kecil Il Capitano mengatakan tidak akan keluar ibu kota.

Francesco Totti Nyaris Bergabung Dengan Real Madrid Namun Akhirnya Setia Pada AS Roma
Francesco Totti Nyaris Bergabung Dengan Real Madrid Namun Akhirnya Setia Pada AS Roma

MPOTIMES - Francesco Totti Nyaris Bergabung Dengan Real Madrid Namun Akhirnya Setia Pada AS Roma. Hati kecil Il Capitano mengatakan tidak akan keluar ibu kota.

Tidak mudah menemukan pemain dengan perjalanan karir di dunia sepak bola seperti yang dialami Francesco Totti. Legenda Italia tersebut sadar akan hal itu. Karena, menurutnya, dunia sepak bola sekarang telah berubah.

Totti menghabiskan seluruh karirnya di dunia sepak bola dengan hanya memperkuat satu tim, AS Roma. Ia mengawalinya dengan membela tim junior, meraih scudetto, mengalami masa terpuruk, mencoba bangkit, sampai seluruh Olimpico menangisi keputusannya untuk pensiun.

Ia memilih tidak meninggalkan I Giallorossi bukan disebabkan tidak memiliki pilihan lain. Totti adalah salah satu pemain sepak bola terbaik di masanya. 

Ia memiliki banyak tawaran dari klub lain, klub yang jauh lebih besar. Namun, ia memilih untuk tidak meninggalkan klub ibu kota Italia tersebut.

Francesco Totti Nyaris Bergabung Dengan Real Madrid Namun Akhirnya Setia Pada AS Roma (bolaskor.com)

Francesco Totti Sadar Keputusannya Hanya Berkarir Di AS Roma Aneh

Francesco Totti sadar bahwa keputusannya untuk hanya berkarir di AS Roma terlihat dan terdengar 'aneh' untuk dunia si kulit bundar sekarang ini. Namun, menurut Totti, sepak bola semasa ia bermain dan sekarang ini sangat bertolak belakang, dan tidak bisa dibandingkan.

"Saya mengawali di masa yang berbeda. Dunia sepak bola yang tidak sama dengan saat ini. Sepak bola yang terbalut dengan cinta, mencintai pada suporter. Membela tim yang saya dukung setiap saat, jauh lebih mudah untuk saya memutuskan pilihan tersebut," ucap Totti.

"25 tahun cuma membela sebuah tim bukanlah hal yang kecil, dan ditunjuk sebagai kapten, menjadi salah satu pemain paling vital, Anda selalu harus mengukur hal itu. Namun untuk membandingkan antara era saya dan era saat ini, itu tak mudah."

"Saat ini didominasi oleh bisnis. Anda pergi ke mana Anda sebisa mungkin mendapatkan uang yang lebih banyak. Hal tersebut cukup adil, bukan?," tandas Totti.

Totti memiliki sejumlah tawaran menggiurkan dari klub lain. Bahkan, saat ia belum berada pada tingkat senior. Pada waktu umurnya masih 12 tahun, Totti memperoleh tawaran untuk memperkuat AC Milan dari Ariedo Braida yang ketika itu menjabat direktur.

Totti sempat tergoda, karena kala itu Rossoneri tengah di masa kejayaan. Dia sempat membayangkan untuk memperkuat Milan, tapi kemudian memutuskan untuk tetap di Roma. "Keputusan selalu saya buat tanpa tekanan, dengan pemikiran saya sendiri," ujar Totti.

Francesco Totti Nyaris Bergabung Dengan Real Madrid Namun Akhirnya Setia Pada AS Roma (chiesa di totti)

"Kerap kali orang tua bakal kasih petuah. Maka mendengarkan mereka adalah hal yang benar. Namun kemudian, pada akhirnya, karena saya masih sangat belia, saya paham saya memiliki waktu dan masa depan di depan saya," tandasnya.

Pada tingkat senior, sebuah tawaran yang nyaris membuat Totti goyah hadir dari Real Madrid. Kejadiannya tidak lama setelah ia membantu Italia meraih trofi Piala Dunia 2006, Los Blancos mengajukan proposal kepada Totti, dan dia sangat bimbang.

"Pastinya saya memikirkan hal itu. Sebutlah ada sejumlah hari di mana saya memiliki satu kaki masuk dan satu kaki keluar. Lalu, saya sering berkata​ bahwa keputusan untuk bertahan di AS Roma keluar dari hati."

"Real Madrid merupakan satu-satunya tim lain yang dapat menjadi tempat saya bermain. Satu-satunya tim yang paling memungkinkan membuat saya keluar ibu kota, saya rasa.

Baca Juga Rekap Transfer AS Roma pada awal musim 2021/2022 - Optimis Menuai Kesuksesan

Pengalaman di negara yang berbeda dapat menjadi sebuah pengalaman mengesankan untuk semua orang. Bagi keluarga. Bagi saya," tutup Totti.

Sumber referensi: The Guardian