Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali: Ini Kuliner Khas yang Pasti Ada

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beragam kuliner dan sajian khas yang pasti ada ketika perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali.

Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali: Ini Kuliner Khas yang Pasti Ada
Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali: Ini Kuliner Khas yang Pasti Ada

Hari Raya Galungan tahun ini jatuh pada hari Rabu 10 November 2021. Terdapat beragam sajian yang tersedia dalam perayaan Hari Raya Galungan ini.

Sajian makanan ini tidak hanya untuk sesajen, namun biasa juga disantap oleh penduduk setempat. Lawar, jaje uli, hingga dodol adalah beberapa kuliner khas Bali yang hadir saat Hari Raya Galungan ini.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beragam kuliner dan sajian khas yang pasti ada ketika perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali.

1. Daging Babi

Di Bali ada tradisi penyembelihan babi yang dilakukan secara massal sebelum Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kemudian daging babi yang telah disembelih diolah menjadi berbagai makanan khas Bali.

Biasanya daging babi ini diolah menjadi beragam masakan. Mulai dari lawar, balung, urutan (sosis daging babi) dan beragam sajian lainnya.

 

2. Tape Ketan

Tape ketan yang terbuat dari injin atau beras hitam juga selalu tersedia dalam setiap perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Tape ketan ini digunakan sebagai makanan pelengkap untuk Galungan.

Tiga hari sebelum perayaan Galungan Biasanya masyarakat Bali menyiapkan diri untuk membuat tape ketan. Pada saat itu, umat Hindu di Bali biasanya melakukan penyekaman atau fermentasi dalam pembuatan tape.

Biasanya tape ketan juga digunakan sebagai sesajen yang diletakkan pada sodan atau punjungan.

 

3. Jaje Uli

Jaje uli juga menjadi satu sajian yang yang tidak pernah terlewatkan ketika perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jaje uli adalah satu makanan kering yang berbentuk bulat pipih. Jaje uli memiliki cita rasa yang legit dan terbuat dari ketan dan tepung beras.

Tidak hanya pada perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, jaje uli juga bisa ditemukan dengan mudah di pasar tradisional di Bali.

 

4. Lawar

Lawar adalah masakan dari campuran antara sayuran dan daging cincang. Daging ayam, kerbau, babi, atau bebek adalah daging yang biasanya digunakan untuk lawar.

Selain itu, ada juga lawar yang cukup unik dan menarik, yakni lawar komoh yang proses pembuatannya menggunakan darah segar yang sudah dicampur dengan bumbu khusus.

Dalam pembuatannya, masyarakat Bali mengenal tradisi ngelawar yang diyakini sebagai satu simbol kebersamaan serta gotong royong dalam masyarakat. Dalam tradisi ngelawar ini masyarakat Bali dari berbagai kalangan ramai-ramai ikut berpartisipasi dalam pembuatan lawar ini.

 

5. Buah

Buah-buahan menjadi sajian yang tidak akan pernah terlewatkan ada di setiap acara khususnya dalam perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Buah-buahan menjadi simbol dari rasa syukur terhadap Tuhan, dan sebagai sesajen.

Apel, mangga, manggis, salak, jambu, pisang dan anggur biasanya adalah buah-buahan yang dijadikan sesajen. Selain itu, terdapat makna menarik di balik buah-buahan yang dipilih sebagai sesajen ini. Seperti pisang yang memiliki kata "sang" yang artinya dihormati.

Sehingga umat Hindu di Bali memiliki pohon pisang. Pisang juga juga memiliki keistimewaan lainnya seperti tidak akan mati sebelum berbuah.

 

6. Dodol

Dodol di Bali biasanya warnanya hitam, karena dibuat menggunakan injin atau ketan hitam. Akan tetapi, saat ini sudah banyak dijumpai dodol warna-warni dengan varian rasa yang juga bervariasi.

Namun rasanya yang manis dan kenyal adalah yang menjadi ciri khas dodol. Ketika Galungan dodol ini merupakan salah satu jenis jajanan Bali yang digunakan sebagai sarana membuat banten.

Saat Galungan ada dodol yang sangat dikenal di Buleleng. Yaitu dodol Penglatan yang memiliki warna dan rasa bervariasi. Tidak hanya itu, menjelang Galungan di wilayah Tejakula, Buleleng, di sepanjang jalur Singaraja-Karangasem akan ditemui banyak penjual dodol.