Inilah Pelajaran Dan Nilai-nilai Yang Bisa Diambil Dari Serial Squid Game

Inilah Pelajaran Dan Nilai-nilai Yang Bisa Diambil Dari Serial Squid Game. Hal-hal yang bisa Anda terapkan untuk bisnis dan karir Anda.

Inilah Pelajaran Dan Nilai-nilai Yang Bisa Diambil Dari Serial Squid Game
Inilah Pelajaran Dan Nilai-nilai Yang Bisa Diambil Dari Serial Squid Game (source: futurecdn.net)

MPOTIMES - Inilah Pelajaran Dan Nilai-nilai Yang Bisa Diambil Dari Serial Squid Game. Hal-hal yang bisa Anda terapkan untuk bisnis dan karir Anda.

Ternyata, ada beberapa pelajaran bisnis yang bisa Anda pelajari dari serial thriller Korea, dan LinkedIn tidak bisa berhenti membicarakannya.

Sekarang, Anda mungkin telah selesai menonton Squid Game. Serial Netflix yang sukses menjadi perbincangan di seluruh dunia, dengan percakapan yang berkembang di platform media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok.

Demam Serial Squid Game Menyebar Ke Situs LinkedIn

Lebih mengejutkan lagi, demam Serial Squid Game bahkan telah menyebar ke situs jaringan profesional LinkedIn, dengan banyak perusahaan berbagi refleksi mereka tentang pelajaran yang diambil dari serial drakor tersebut untuk bisnis dan karir.

Pertama, kisah tentang bagaimana Hwang Dong-hyuk menulis skrip Squid Game selama lebih dari 10 tahun tetapi ditolak oleh studio, investor, dan aktor telah menjadi kisah populer di komunitas LinkedIn.

"Di dunia ini, dalam menempuh kesuksesan besar, tidak ada upaya besar yang membutuhkan inovasi yang dilakukan tanpa risiko. 

Penolakan adalah sebuah hal yang kadang terjadi dalam dunia bisnis dan karir. Begitu pula dalam dunia seni, penciptaan, dan eksplorasi. Penolakan merupakan bagian dari resiko dalam hidup, dan membutuhkan keyakinan besar untuk bangkit. 

Jadi siapapun Anda - artis, pencipta, atau pengusaha - ingatlah bahwa kegagalan dan penolakan adalah bagian dari resiko - tetapi ketakutan tidak, ”kata salah satu pendiri Bolt, Christel Quek.

Yang lain telah belajar dari permainan anak-anak (sangat berdarah).

"Game pertama yang dimainkan di episode perdana Squid Game, Red Green Lights, dapat dihubungkan dengan alat perbaikan berkelanjutan yang sederhana dan mudah: Penilaian Lampu Lalu Lintas. 

Ini berfokus pada tiga level: merah (berhenti), kuning (hati-hati), dan hijau (continue). Perusahaan dapat mengidentifikasi kinerja baik dan buruk dengan cepat dan manajemen dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mencapai kinerja terbaik bagi organisasi,” tulis konsultan Melvin Chong.

Adeel Khan Durrani, seorang pakar teknologi, merefleksikan pandangannya setelah menonton serial tersebut. Ia merefleksikan setiap game yang ditampilkan dalam serial drakor tersebut seperti di bawah ini:

1) Lampu merah - lampu hijau: jadilah produktif

Anda tidak perlu berlari kencang atau berjalan dengan tergesa-gesa, namun yang penting adalah Anda selalu bergerak maju, dan menjadi produktif. 

Ketika apa yang Anda lakukan berakibat fatal, maka Anda perlu berhenti sejenak, berpikir, mengevaluasi kembali, dan maju dengan rencana yang lebih matang.

2) Honeycomb: jadilah dinamis

Berani menantang metode konvensional. Untuk bertahan hidup, bersiaplah untuk berpikir di luar kotak. Bukan berarti bahwa mengikuti metode konvensional itu salah.

Namun tidak semua yang dilakukan orang lain itu cocok untuk Anda. Anda perlu melakukan sesuatu yang Anda rasa paling efektif untuk digunakan.

3) Tarik tali: Jadilah gesit

Pemain yang kuat tidak membentuk tim yang hebat. Maksudnya adalah bahwa Anda tidak perlu merekrut orang dengan kemampuan hebat untuk menjalankan organisasi atau perusahaan Anda.

Namun Anda perlu merekrut dan melatih karyawan dengan kemampuan yang biasa-biasa saja, menjadi luar biasa, dan membuatnya loyal kepada Anda. Pemimpin yang tegas dengan visi dan strategi sering melakukan itu.

4) Permainan Marmer: Jadilah Empatik

Cinta dan empati akan selalu membawa hasil yang lebih baik. Tebarkanlah cinta kepada semua orang, maka akan ada balasan setimpal. Namun jika seseorang menebarkan kebencian, maka ia juga akan banyak dibenci oleh orang lain.

Jika seseorang sering berempati kepada orang lain, maka orang lain akan berempati juga terhadapnya. Namun jika seseorang tidak memiliki rasa empati kepada orang lain, maka orang lain tidak akan pernah berempati terhadapnya.

5) Batu loncatan kaca: 'Belajar dari kesalahan itu penting'

Belajar dari kesalahan itu penting - dari diri sendiri dan dari orang lain. Membuat kesalahan yang sama adalah pengalaman yang sangat mahal. 

Budaya organisasi yang kuat, memastikan bahwa orang membuat sebagian besar kesalahan mereka untuk menuju kesuksesan.

6) Squid Game:

Memahami keunggulan dan kekurangan Anda adalah penting, termasuk memahami kelebihan dan kekurangan staf Anda, kekuatan mereka, proses, metode, dan teknologi Anda. 

Pada saat Anda sudah mengetahui kelebihan Anda, maka Anda bisa memaksimalkan kelebihan tersebut untuk menghadapi persaingan.

Begitu pula ketika Anda memahami kekurangan Anda, maka Anda akan berusaha memperbaikinya supaya hal itu tidak menjadi alasan untuk tidak maju.

Dalam menghadapi persaingan yang ketat, Anda perlu melakukan inovasi, dan memanfaatkannya dengan maksimal." Tanpa inovasi, maka Anda akan mentok.

Satu hal yang pasti: Squid Games lebih dari sekadar permainan bertahan hidup yang gelap, dan drama yang menghibur. Drama ini juga mencakup berbagai pelajaran hidup dan bisnis yang dapat dipraktikkan dan diterapkan di dunia nyata juga.