Kaset Tape Yang Kini Jadi Barang Langka

“Kaset itu diciptakan karena kesal tentang alat perekam yang ada, sesederhana itu,”

Kaset Tape Yang Kini Jadi Barang Langka

Buat kamu semua penikmat musik, pastilah sudah tahu apa itu kaset audio.

Nah, sang penemu pita kaset audio, Lou Ottens ini Insinyur asal Negeri Kincir Angin, Belanda.

Ottens diketahui lahir di Bellingwolde pada tahun 1926, namu ia dibesarkan di Hilversum. Dilansir dari detiknet, minat Ottens pada peralatan suara sudah ada sejak usia muda.

Saat remaja, ketika pendudukan Jerman, Ottens membuat radio sendiri sehingga dapat menerima siaran Radio Oranje. Dia melengkapi perangkat tersebut dengan antena arah kuno, yang dia sebut ‘Germanenfilter’, karena bisa menghindari pengacau sinyal yang digunakan oleh Nazi.

Usai memperoleh gelar insinyur, Ottens langsung mulai bekerja di pabrik Philips di Hasselt, Belgia pada tahun 1952. Tahun-tahun kejayaannya dimulai dari tahun 1960, ketika ia dipromosikan menjadi kepala departemen Pengembangan Produk yang baru didirikan.

Ottens ditugaskan menciptakan teknologi baru untuk pasar. Dalam setahun dia menciptakan EL 3585, sebuah tape recorder portabel pertama Philips yang terjual lebih dari satu juta unit.

Terobosan lainnya menyusul dua tahun kemudian. Beberapa perusahaan sedang mencari pengganti yang lebih ringkas untuk sistem pita reel-to-reel yang ramah pengguna .

“Kaset itu diciptakan karena kesal tentang alat perekam yang ada, sesederhana itu,” kata Ottens dalam sebuah wawancara.

Dia menunjukkan balok kayu yang muat di saku dalam jaketnya dan memutuskan seperti inilah seharusnya kaset musik kecil itu.

Akhirnya, konsep kaset tadi dapat dimasukkan ke dalam casing plastik dan dapat diputar dan pada tahun 1963. Rekaman pertama dipresentasikan di pameran elektronik dengan teks ‘lebih kecil dari sebungkus rokok!’.

Pada acara tersebut, sekelompok peserta Jepang mengambil foto dan beberapa saat kemudian salinan kaset Otten muncul di Jepang, dalam berbagai ukuran yang lebih besar.

“Tidak berhasil seperti itu, ini akan menjadi berantakan,” ujar Ottens.

Ottens kemudian terbang ke Jepang dan membuat perjanjian dengan Sony untuk menjadikan mekanisme yang dipatenkan oleh Philips sebagai standar. Sejak diperkenalkan hingga saat ini, diprediksi sudah ada lebih dari 100 miliar kaset yang telah terjual di seluruh dunia.

Pada tahun 1972, Ottens lalu diangkat menjadi direktur audio di Philips ‘NatLab, di mana dia terlibat dalam inovasi musik berikutnya, yaitu pengembangan CD (Compact Disk). Setelah beberapa percobaan yang gagal dengan cakram analog, tim pengembangan memutuskan bahwa hanya ada satu solusi untuk pembawa suara bebas bising, yakni penyimpanan audio digital.

Sekali lagi, kemitraan dibuat dengan Sony. Hasil kolaborasi Philips dan raksasa elektronik Jepang itu berhasil dengan dirilisnya CD ke publik di tahun 1980. Hingga sekarang, diprediksi sudah ada 200 miliar keping CD terjual ke seluruh dunia.

Pada tahun 1986 Ottens pensiun tetapi dia sering ditanya apakah dia bangga dengan penemuannya yang memungkinkan jutaan orang memiliki akses ke musik. Jawabanya begitu rendah hati.

“Saya tidak punya’ telepon kebanggaan’,”kata Ottens dalam sebuah wawancara.

Ottens menekankan bahwa kedua penemuan itu adalah upaya tim. Ottens sempat menyinggung penyesalan terbesarnya, yakni bukan Philips, melainkan Sony yang mengklaim penemuannya sebagai aplikasi ideal untuk kaset, Walkman. ‘Itu masih sakit,’ katanya.

Ottens juga sempat ditanya soal kebangkitan kaset. Seperti diketahui kaset telah mengalami lonjakan popularitas yang tidak terduga dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Official Charts Company di Inggris, penjualan kaset pada paruh pertama tahun 2020 meningkat 103% dibandingkan periode waktu yang sama tahun sebelumnya. Dan di AS, menurut musik Nielsen, penjualan kaset tumbuh 23% pada 2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan suara CD,” tegasnya.