Kopi Wine, Kopi Fermentasi Beraroma Wine, Penikmat Kopi Harus Coba!

Kopi wine, kemungkinan sedikit yang tau soal kopi yang ini. Apakah kopi wine seperti wine anggur dan mengandung alkohol? Simak ulasan kopi wine berikut ini ya!

Kopi Wine, Kopi Fermentasi Beraroma Wine, Penikmat Kopi Harus Coba!
Kopi Wine, Kopi Fermentasi Beraroma Wine, Penikmat Kopi Harus Coba!

MPOTIMES - Kopi wine, kemungkinan sedikit yang tau soal kopi yang ini. Apakah kopi wine seperti wine anggur dan mengandung alkohol? Simak ulasan kopi wine berikut ini ya!

Kopi wine sebagai kopi fermentasi yang dijemur utuh dan sesudah cukup waktu baru dikupas. Saat sebelum dijemur, kopi alami proses pembusukan atau fermentasi yang dibuntel dengan karung atau bahan lain (misalkan plastik) yang tidak kedap udara.

Wewangian kopi yang muncul mengakibatkan namanya disebutkan kopi wine karena nyaris serupa dengan minuman wine anggur, tetapi untuk rasanya sendirinya tidak. Kopi ini tidak beralkohol seperti minuman wine (anggur) yang dikenali warga.

Namun, kopi ini diolah secara eksklusif hingga menghasilkan wewangian dan rasanya yang serupa dengan wine. Wewangian asam tercium dari biji kopi wine yang telah di roasting.

Kopi Wine, Kopi Fermentasi Beraroma Wine, Penikmat Kopi Harus Coba!

Kopi wine dibuat proses dari alami (proses kering) yang lebih panjang. Bila pada proses alami ceri (kulit merah) kopi dijemur bersama biji kopi secara utuh sepanjang dua minggu sampai satu bulan, karena itu untuk membuat kopi wine prosesnya memerlukan waktu 30—60 hari.

Baca Juga : 5 Coffee Shop dengan pemandangan alam yang indah

Kopi Wine, Kopi Fermentasi Beraroma Wine, Penikmat Kopi Harus Coba! (Foto; kopi76.com)

Lamanya bergantung berapa panas matahari berkilau. Penyimpanan ceri kopi dalam reaksi fermentasi ini juga harus pada tempat khusus, yang jauh dari bau-bauan atau wewangian yang lain dapat memengaruhi rasa kopi. Sesudah difermentasi, kopi dijemur, selanjutnya difermentasi kembali dan dijemur kembali.

Demikian selanjutnya sampai berasa kopi wine betul-betul masak. Proses Pemrosesan kopi wine diawali dari biji yang tidak dikupas kulitnya dan dilaksanakan penjemuran dan fermentasi 3x sampai usai.

Proses selanjutnya kupas kulit kopi dengan alat penggiling kopi, untuk memperoleh kopi lalu dijemur kembali. Kopi Arabika wine telah ditest oleh Cupper Tim di laboratorium jika kopi itu tidak beralkohol.

Kopi ini mempunyai nilai Cupping Skor sejumlah 86,25. Nilai itu nilai yang lumayan tinggi dalam tester cupping kopi. Kandungan air wine coffee rerata 9.08% (SNI), kandungan abu rerata 4.5% (SNI) dan kandungan alkohol 0%.

Salah satunya persyaratan khusus satu tipe kopi dapat diolah wine ialah ketinggian tanaman kopinya. Makin tinggi pohon kopi ditanamkan, makin banyak getah yang melekat di ceri kopinya.

Getah pada ceri kopi ini yang selanjutnya memberinya dampak pada wewangian wine pada kopi. Kopi wine yang nikmat dan fresh, ditanamkan di atas 1.500 mdpl.

Untuk menyeduh kopi wine juga tidak dapat asal-asalan. Ukuran air dan panasnya air harus betul-betul dihitung. Menyeduh kopi wine dengan memakai driper V60, bila kopinya 12 gr, airnya 150 mililiter.

Perbedaan Kopi Biasa dengan Kopi Wine

Kopi biasa mempunyai wewangian dan rasa yang paling ciri khas. Cita-rasa kopi yang asli ada pada wewangian kopi yang wangi dan rasa renyah nyaris tidak pahit.

Langkah pemrosesan biji kopi Arabika yang hasilkan kualitas kualitas cita-rasa (taste) unik terbaik dilaksanakan secara basah (semi wash processing).

Baca Juga : Congyang Cap Tiga Dewa, Anggur Merah Ala Semarang

Kopi bubuk Arabika diproses lewat tahapan-tahapan terhitung proses sangrai didalamnya. Proses sangrai sendiri harus dilaksanakan oleh orang yang telah pakar untuk memperoleh bubuk yang berkualitas.

Kopi wine ialah kopi semacam Arabika yang ditanamkan di daratan tinggi Takengon, Aceh. Ditanamkan dari ketinggian 1500 m di permukaan laut.

Kopi pada ketinggian minimum 1500 dpl biasanya diambil satu tahun sekali oleh beberapa petani hingga tingkat kematangan dan kandungan getah dan air dari kopi itu berlainan dengan kopi yang diambil pada pohon dengan ketinggian di bawah 1500 dpl.

Kopi wine bukan kopi yang digabung wine tapi biji kopi opsi yang di petik tanpa dikupas cangkangnya selanjutnya difermentasikan dalam waktu lama.

Biji kopinya berupa lonjong dengan warna coklat muda. Kemampuan rasa kopi ini berada pada rasa asam yang menguasai, sedikit ada rasa manis dan pahit.

Produksi Kopi Wine di Garut

Selain dikenali dengan dodol dan domba, Garut saat ini dikenal juga dengan kopi arabica-nya. Salah satunya kopi arabica hasil beberapa petani kopi di Garut ialah Wine Coffe.

Aries Sontani, petani kopi Garut yang tinggal di Daerah Daya Mukti Gadog Dusun Pupusjaya Kecamatan Pasirwangi yang dikenal lewat produk kopi D'Arffi Kopi. 

Aries yang sudah jadi petani dan pengolah kopi sejak tahun 2000 lalu, sukses membudidayakan fermentasi kopi sampai memiliki cita-rasa yang semakin kuat dan unik. Tidak aneh bila bubuk kopi fermentasi siap seduh buatannya dapat dijual dengan harga dua juta/kg.

Aries yang sudah jadi petani dan pengolah kopi semenjak tahun 2000 lalu, sukses meningkatkan fermentasi kopi sampai memiliki cita-rasa yang semakin kuat dan unik. Tidak aneh bila bubuk kopi fermentasi siap seduh bikinannya dapat dibanderol Rp dua juta per kg. 

Saat ini Wine Coffee telah memiliki pasar tertentu yang umumnya ialah beberapa pencinta kopi. Wine Coffee sendiri mulai ditawarkan olehnya semenjak tahun 2002 silam.

Kopi Wine, Kopi Fermentasi Beraroma Wine, Penikmat Kopi Harus Coba! (foto; i0.wp.com)

Wine Coffee Sudah Tembus Pasar Luar Negeri

Wine Coffee buatannya telah tembus pasar sampai luar negeri. Mulai dari Jepang, Eropa sampai Amerika, umumnya diperkenalkan oleh konsumen yang sedang keluar negeri.

Baca Juga : Cape Discovery, Salah Satu Wine Lokal Produksi Bali

Konsumen setia Aries yang umumnya beberapa petinggi pemerintahan pencinta kopi memperkenalkan Wine Coffee produksinya. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sempat juga memperkenalkan Wine Coffee ketika kedatangan tamu dari 14 negara.

Aries sendiri akui kesulitan untuk penuhi kebutuhan pasar akan Wine Coffee. Karena, hingga saat ini dianya tidak dapat menghasilkan dengan jumlah besar. Dalam sebulan, Aries mengaku hanya dapat menghasilkan hingga 1 ton yang semua berbahan dasar kopi arabica hasil dari petani kopi di Pasirwangi.

Proses membuat Wine Coffee mulai dari kopi diambil dari pohon sampai jadi kopi siap seduh, bisa sampai 3 bulan karena harus di proses fermentasi. 

Wine Coffee Garut bisa spesial karena biji kopi yang dipakai semua biji kopi terbaik. Proses penyeleksian biji kopi dimulai semenjak awalnya kopi diambil dari pohon.

Biji kopi yang matangnya cocok, lalu dibungkus dalam plastik kedap udara untuk reaksi fermentasi lebih dari sebulan. Umumnya, kopi yang dalam reaksi fermentasi akan keluarkan air dan buntel plastik juga menggelembung berisi udara dan air fermentasi. Sesudah di fermentasi dalam bingkisan plastik, kopi itu selanjutnya dijemur hingga kering.

Dijemur harus dengan air yang keluar reaksi fermentasi, jadi air itu teresap lagi dalam biji kopinya sampai betul-betul kering. Kopi arabica ciri khas Garut dikenali dengan rasa asamnya yang kuat.

Wine Coffee yang disebut fermentasi dari kopi arabica, mempunyai cita-rasa yang semakin kuat dan pekat. Supaya cita-rasanya lebih keluar, proses penyeduhan dan minumnya juga berbeda. 

Baca Juga : Intisari, Anggur Lokal Yang Katanya Bikin Hepi!

Wine Coffee, umumnya diseduh dengan air mendidih dengan memakai tehnik penyeduhan V60 yang hasilkan kopi tanpa ampas. Cita-rasanya akan keluar bila diminum dengan diseruput.

Nah itu tadi ulasan Kopi Wine, Kopi Fermentasi Beraroma Wine. Simak juga artikel menarik lainya tentang kopi di halaman utama. Selamat membaca!