Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung Yang Tembus Pasar Dunia

Pernah coba Maicih keripik singkong pedas?. Ya Maicih sempat viral di pertengahan tahun 2000an. Maicih keripik singkong pedas asal Bandung kini sudah menembus pasar Internasional. Simak kisah Maicih berikut ini.

Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung Yang Tembus Pasar Dunia
Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung Yang Tembus Pasar Dunia

MPOTIMES - Pernah coba Maicih keripik singkong pedas?. Ya Maicih sempat viral di pertengahan tahun 2000an. Maicih keripik singkong pedas asal Bandung kini sudah menembus pasar Internasional. Simak kisah Maicih berikut ini.

Keripik Maicih pertama kalinya dipasarkan lewat info di twitter. Mereka memakai taktik berjualan secara tiba-tiba di sejumlah titik tertentu dengan mobil sang penjual.

Reza Nurhilman ialah figur pintar dibalik keberhasilan Maicih sejak 2010. Maicih tak lagi sekadar keripik jalanan tetapi telah sanggup tembus toko waralaba untuk berkompetisi dengan camilan yang lain.

Figur emak Maicih dengan senyuman hangat dan ramah diputuskan sebagai simbol dari merek keripik yang populer akan rasa pedasnya ini.

Perusahaan ini raih keberhasilan dan memulai dikenali warga dengan merk dagang Maicih pada Februari 2011 dan diliput oleh salah satunya acara Trans TV lewat program Realitas Frame Informasi.

Reza Nurhilman bersama team memakai account Twitter sah dari perusahaan sebagai senjata khusus marketing mereka.

Maicih juga menjadi salah satu makanan khas Bandung seperti pisang bolen, batagor, cilok, dan banyak seblak. Simak kisah maicih, keripik singkong level pedas berikut ini.

Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung Yang Tembus Pasar Dunia

Perjalanan Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung

Reza berasal dari keluarga yang sederhana, dari sana dia memuutuskan mencoba jual keripik singkong dengan segmentasi level pedas.

Perlahan-lahan, Reza sanggup meningkatkan derajat cemilan tradisionil jadi produk berprestise yang tembus pasar internasional di mana omsetnya capai milyaran /bulan.

Uniknya Prinsip Jualan Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung

Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung Yang Tembus Pasar Dunia (foto; photo.kontan.co.id)

Baca Juga : 

Uniknya Prinsip Jualan Maicih, Tidak Boleh Memikirkan Untung Rugi

Mengawali usaha harus totalitas dan berani rugi. Tetapi dari rugi itu kamu sanggup belajar yang mana kurang dan harus diperbarui.

Agar bagaimana juga rugi dan kekuatiran yang lain itu dapat diminimalkan dengan rencana dan tabungan berbentuk investasi. Usahamu masih tetap jalan, hidupmu juga tetap dapat berkecukupan.

Uniknya Prinsip Jualan Maicih, Berkreasi dan Pengembangan Produk

Kompetisi kuliner di Indonesia memang seru. Namun Maicih menunjukkan bahwa bahan makanan tradisional bisa diolah dengan berbagai kreatifitas.

Uniknya Prinsip Jualan Maicih, Personal Branding

Produkmu harus punyai branding yang gampang dikenang orang misalkan rasa pedas, karena itu Maicih ialah makanan pertama kali yang lewat di kepalamu.

Tetapi ingat, membuat branding seperti itu harus telaten. Disamping itu bangun keyakinan ke customer agar mereka juga berasa dekat dan aman dengan produkmu.

Untuk seorang Reza Nurhilman, mimpi ialah punya semuanya orang. Tetapi keberhasilan adalah punya mereka yang punyai usaha untuk merealisasikannya.

Baca Juga : 

Maicih kini sanggup menghasilkan keripik sampai 200 ribu bungkurs setiap hari.

Dibalik suksesnya sekarang, rupanya dia sempat tertipu oleh rekan sendiri saat meniti usaha bisnis yang sebelumnya ditekuninya. Dia lakukan ini untuk menolong ekonomi keluarganya yang tersuruk saat itu.

Pemilik Maicih Sempat Menunda Kuliah

Reza Nurhilman, lelaki kelahiran Jawa Barat ini rupanya sebagai anak pertama yang perlu membanting tulang untuk dapat meneruskan study jadi mahasiswa.

Dia sebelumnya berkemauan ingin berdikari dan terlepas dari beban si ibu yang perlu bekerja sendirian. Sesudah lulus pada tahun 2005, dia alami periode ekonomi keluarganya yang jatuh. Di situ, dia mulai berpikiran untuk menawarkan bermacam produk yang dapat mendapatkan uang.

Sampai pada akhirannya sesudah empat tahun jalan, pada tahun 2009 dia dapat masuk ke salah satunya kampus swasta di Bandung. Dengan jalur management yang diambilnya, Reza mengharap nantinya pengetahuan yang dipunyainya dapat bermanfaat untuk usaha kulinerannya.

Baca Juga : 

Awalnya Menjual Pupuk, Kini Sukses Bisnis Maicih

Sesudah memilih untuk melepas diri dari si ibu, dia mulai usaha untuk jual bermacam barang; dimulai dari barang electronic, pupuk, sampai menjalankan bisnis MLM. Saat menjalankan proses itu, dia alami rugi.

Reza sempat ditipu temannya yang pesan pupuk, waktu itu dia bahkan juga sempat alami saat-saat tersuruk sepanjang sebulan untuk dapat kembali bangkit.

Sebelumnya, dia sempat menjelaskan jika saat menjalankan bisnis MLM, dia memutuskan untuk mengakhiri karena tidak searah dengan si pemilik usaha.

Di situ Reza memperoleh pelajaran jika dianya memang seharusnya lebih waspada saat menentukan rekanan kerja. Karena hal itu pernah memberi pengalaman pahit untuknya saat meniti.

Omset Maicih Kini Tembus 3 M, dan Berhasil Tembus Pasar Internasional

Sesudah dapat bangkit kembali dengan produksinya, sekarang Reza telah memasuki pasar internasional. Dia pasarkan produknya sampai Malaysia, Australia, Thailand, Kanada, sampai Amerika Serikat.

Sehari-harinya dia menghasilkan keripik ini sekitar 200 ribu bungkus yang di distribusikan ke luar dan dalam negeri. Hal itu membuat dapat untung sampai lebih dari Rp 3 miliar.

Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung Yang Tembus Pasar Dunia (foto; s0.bukalapak.com)

Baca Juga : 

Varian Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung 

Maicih Keripik Singkong
Maicih Baso Goreng
Maicih Krupuk Gurilem
Maicih Seblak Orisinal
Maicih Seblak Keju Pedas
Maicih Keripik Talas
Maicih Macaroni
Maicih Keripik Pare

Nah itu tadi ulasan singkat tentang Maicih, Keripik Singkong Level Pedas Asal Bandung Yang Tembus Pasar Dunia. Simak artikel lain tentang pisang coklat, kerupuk melarat, roti unyil, dan bakpia di halaman utama. Selamat membaca!