Nasi Tepeng Pasar Senggol Bali, Menu Sarapan Tradisional Bali

Saat ke Gianyar rasanya belum komplit bila tidak nikmati nasi tepeng. Nasi tepeng sebagai kuliner ciri khas Gianyar Bali yang kaya rempah karena diolah dengan kombinasi rempah-rempah yang komplit dan pedas hingga membuat berasa pedas di lidah.

Nasi Tepeng Pasar Senggol Bali, Menu Sarapan Tradisional Bali
Nasi Tepeng Pasar Senggol Bali, Menu Sarapan Tradisional Bali

MPOTIMES - Saat ke Gianyar rasanya belum komplit bila tidak nikmati nasi tepeng. Nasi tepeng sebagai kuliner ciri khas Gianyar Bali yang kaya rempah karena diolah dengan kombinasi rempah-rempah yang komplit dan pedas hingga membuat berasa pedas di lidah.

Apa lagi untuk Anda yang menyenangi makanan pedas, makanan ini pas sekali. Diperlengkapi dengan sayur seperti kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, daun kelor, dan kelapa parut membuat kulineran yang ini harus kamu cicip.

Penyuguhann dan langkah membuat nasi tepeng juga masih tradisional, yakni dengan memakai daun pisang sebagai tempatnya. 

Nasi tepeng menjadi satu diantara tipe makan pagi harus masyarakat Gianyar Bali. Karena, walau dengan bahan dasar nasi, tetapi tipe kulineran yang ini diolah dengan berlainan hingga hasilkan rasa baru dan tentu saja mempunyai cita-rasa tertentu yang dapat membuat kamu suka.

Nasi Tepeng Pasar Senggol Bali, Menu Sarapan Tradisional Bali

Nasi Tepeng didalamnya ada beragam bumbu rempah-rempah ciri khas Bali yang membuat punyai cita-rasa berlainan.

Baca Juga : Nasi Pedas Bu Andika, Sensasi Nasi Campur Bali Yang Pedasnya Membakar Mulut

Nasi Tepeng Pasar Senggol Bali, Menu Sarapan Tradisional Bali (foto; kintamani.id)

Nasi Tepeng Sebagai Menu Makan Pagi Saat Hari Raya Nyepi

Selainnya untuk menu makan pagi setiap hari, nasi tepeng jadi menu sarapan pagi harus saat perayaan hari raya Nyepi untuk warga Hindu di Gianyar Bali. Mereka akan menyajikan nasi tepeng sebagai menu makanan ketika ada di rumah dan melaksanakan ibadah untuk yang tidak melakukan puasa.

Hari raya Nyepi sendiri dilaksanakan satu tahun sekali seperti hari keagamaan secara umum. Saat hari raya Nyepi datang, beberapa warga yang berada di Bali dilarang beraktivitas apa saja sebagai wujud penghormatan ke nenek moyang mereka, terhitung jangan mengolah atau makan (puasa) . Maka, nasi tepeng sebagai makanan penolong untuk mereka yang tidak melakukan puasa.

Tidak komplit rasa-rasanya bila telah singgah ke wilayah Gianyar Bali tetapi tidak mencicip nasi tepeng. Harga nasi tepeng sendiri cuman sekitaran Rp10.000 per jatahnya. Pada beberapa hari biasa, kamu dapat menemui penjual nasi tepeng di sekitar Pasar Senggol, pas di muka Pasar Umum Gianyar Bali.

Dalam penyuguhannya dibikin dengan ciri-ciri unik dan walau kulineran ini dengan bahan dasar nasi, tetapi diolah dengan berlainan akan hasilkan rasa baru dan tentu saja akan memberinya cita-rasa tertentu yang membuat suka.

Baca Juga : Nasi Ayam Bu Oki, Nasi Campur Ayam Bumbu Bali Cocok Untuk Sarapan

Langkah penyuguhannya juga masih tradisional, yakni dengan memakai daun pisang sebagai tempatnya. Nasi Tepeng ini menjadi satu diantara tipe makan pagi harus masyarakat Gianyar.

Nikmati Nasi Tepeng yang pedas sekalian didampingi situasi tenang Kota Gianyar pada sore hari, berasa komplit pemburuan kulineran Anda di tengah-tengah kota Gianyar. Bila Anda tiba di waktu malam hari, jadi lebih berasa aura pasar malam di sini.

Renyahd dan Pedas Nasi Tepeng Ciri khas Gianyar

Pada proses pembikinannya, nasi tepeng ciri khas Gianyar ini memakai bermacam tipe bahan. Anda dapat merasakan bahan berbentuk nangka muda, ayam goreng, kacang panjang, kacang merah, terong, kelor, atau telur dalam menu yang ini. Umumnya, makanan ini juga dihidangkan dengan daun pisang yang membuat kelihatan demikian simpel.

Nasi ini mempunyai keserupaan dengan nasi uduk yang bisa ditemui secara mudah dan sama menu makan pagi. Kemiripan itu, karena ke-2 nya mempunyai cita-rasa yang renyah.

Rasa renyah ini didapat karena nasi tepeng memakai santan pada proses pembikinannya. Beras direbus bersama santan yang selanjutnya digabung dengan bumbu seperti kunyit, daun salam, dan garam.

Nasi yang punyai struktur benyek selanjutnya diberi dengan bermacam tipe sayur yang sudah disebut. Seterusnya, di bagian atas akan disiram dengan racikan bumbu ciri khas Bali.

Baca Juga : Harus Coba! Nasi Ayam Men Weti, Nasi Campur Bali Legendaris Sejak 1970

Tidak lupa, ada juga parutan kelapa yang selalu mengikuti langkah penyuguhan nasi tepeng ciri khas Gianyar. Untuk lauk, umumnya daging ayam dihidangkan berbentuk suwiran. Disamping itu, ada juga pilihan potongan telur.

Selainnya dapat dikonsumsi langsung pada tempat, menu tradisional ini dapat dibawa pulang. Triknya pengepakannya tidak berbeda jauh saat dikonsumsi pada tempat. Buntel yang dipakai masih tetap sebagai buntel dari daun pisang.

Anda pun bukan hanya dapat memperoleh menu tradisional ini saat pagi hari. Walau dikenali sebagai makanan untuk makan pagi, seringkali juga warga Bali pilih nasi tepeng untuk makan siang atau malam.

Oleh karenanya, tidaklah aneh jika ada juga pedagang nasi tepeng ciri khas Gianyar yang menjanjakan menu ciri khas ini sampai malam hari, sekitaran jam 10.

Namun, perlu memerhatikan soal kehalalannya saat seorang pelancong muslim yang ingin mencicip makanan ini.

Baca Juga : Cobain Uniknya Rasa Nasi Ayam Betutu Warung Liku Denpasar

Apa lagi, umumnya penjual nasi tepeng sediakan menu yang dengan bahan daging babi. Disamping itu, Anda pun tidak dapat menginginkan beberapa pedagang di pasar tradisional itu lengkapi produk dagangannya dengan sertifikat halal dari MUI.

Nah itu tadi ulasan singkat tentang Nasi Tepeng Pasar Senggol Bali, Menu Sarapan Tradisional Bali. Simak juga artikel menarik lain tentang nasi campur Bali, resep ayam betutu, resep tongseng, resep ayam bakar madu, dan ikan bakar Cianjur di halaman utama. Selamat membaca!