Pahami 6 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

ASI mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan bayi, mulai dari protein, lemak, karbohidrat, dan berbagai vitamin serta mineral penting lainnya. Singkat kata, ASI mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya.

Pahami 6 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi
Pahami 6 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

ASI mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan bayi, mulai dari protein, lemak, karbohidrat, dan berbagai vitamin serta mineral penting lainnya. Singkat kata, ASI mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya.

Menariknya lagi, bukan bayi yang dapat merasakan manfaat ASI. Ternyata, ibu yang memberikan ASI, khususnya ASI eksklusif, juga dapat menuai manfaatnya. Dilansir dari Halodoc.com, berikut 6 manfaat ASI ekslusif bagi ibu dan bayi.

1. Membantu Perkembangan Otak dan Fisik Bayi

Manfaat ASI eksklusif bagi bayi bisa membantu perkembangan otak dan fisiknya. Enggak percaya? Melansir dari Direktorat Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat, manfaat ASI eksklusif mampu menunjang sekaligus membantu proses perkembangan otak dan fisik bayi. Hal tersebut dikarenakan, di usia 0 sampai 6 bulan seorang bayi belum diizinkan mengonsumsi nutrisi apapun selain ASI.

Selama enam bulan berturut-turut, ASI yang diberikan pada Si Kecil tentu saja memberikan manfaat untuk pertumbuhan otak dan fisik bayi selama ke depannya. Di samping itu, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa bayi yang mendapat ASI, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Atasi Telat Haid agar Tidak Hamil dengan 8 Cara Ini

2. Mencegah Terserang Penyakit

Masih menurut Kemenkes, manfaat ASI eksklusif bagi bayi juga dapat mencegah dirinya terserang penyakit. ASI eksklusif yang diberikan ibu ternyata mampu meningkatkan ketahanan tubuh bayi.

ASI mengandung zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh. Nah, zat inilah yang bisa membantunya untuk melawan serangan bakteri dan virus. Hasilnya, bayi lebih kecil kemungkinan untuk terserang penyakit seperti diare, alergi, infeksi saluran pernapasan, hingga konstipasi.

3. Meningkatkan Perkembangan Kognitif

Ada satu studi yang lebih spesifik menyebut kalau ASI bisa meningkatkan perkembangan kognitif bayi. Studinya yang berjudul Breast milk and cognitive development—the role of confounders: a systematic review ini dimuat dalam US National Library of Medicine.

Ternyata pemberian ASI eksklusif bisa meningkatkan perkembangan kognitif bayi. Namun, hal ini berkaitan dengan beberapa faktor yang berhubungan dengan menyusui. Contohnya, kelas sosial atau IQ ibu (orangtua). Selain itu, studi ini juga dilakukan di negara-negara dengan berpenghasilan tinggi.

4. Berat Badan Bayi Ideal

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih besar kemungkinannya tumbuh dengan bobot yang normal. Kok bisa? Menurut para ahli, ASI lebih sedikit merangsang produksi insulin ketimbang susu formula. Hormon insulin ini bisa memicu pembentukan lemak dalam tubuh.

Dengan kata lain ASI tidak banyak memicu pembentukan lemak pada bayi. Menariknya lagi, manfaat ASI eksklusif bagi bayi juga memiliki kadar leptin yang lebih tinggi. Leptin ini adalah hormon yang berperan dalam metabolisme lemak dan menimbulkan rasa kenyang.

Baca Juga: Hilangkan Rasa Mual Saat Hamil dengan Cara Ini

5. Mengatasi Trauma pada Ibu

Manfaat ASI eksklusif bagi ibu bisa menghilangkan trauma saat persalinan. Tak cuma itu saja, pemberian ASI dan kehadiran Si Kecil bisa menjadi penyemangat hidup seorang ibu.

Pasca melahirkan biasanya ibu rentan mengalami baby blues syndrome. Kondisi ini biasanya terjadi pada ibu yang belum terbiasa, bahkan tidak bersedia memberikan ASI eksklusif untuk bayi mereka.

Namun dengan menyusui, secara perlahan-lahan rasa trauma akan hilang sendirinya. Dengan begitu, ibu pun akan terbiasa menyusui bayinya.

6. Mencegah Kanker Payudara

Selain membuat kesehatan fisik dan mental ibu jadi lebih stabil, pemberian ASI eksklusif juga bisa meminimalkan timbulnya risiko kanker payudara. Kok bisa? Menurut penjelasan Kemenkes - “Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi”, salah satu pemicu kanker payudara pada ibu menyusui yaitu, kurangnya pemberian ASI eksklusif pada bayi mereka sendiri.