Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban

Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban. Bagaimana nasib sepakbola perempuan Afghanistan setelah negeri itu akan kembali dikuasai

Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban
Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban

MPOTIMES - Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban. Bagaimana nasib sepakbola perempuan Afghanistan setelah negeri itu akan kembali dikuasai Kelompok Imarah Islam?

Diludahi, dihujat, dilempar batu, diguyur air, dan harus menghindari berbagai serangan bom sekadar dalam perjalanan untuk latihan: semua itu hanya karena mereka akan bermain sepak bola.

Itulah fakta yang dialami sebagian personil tim nasional sepakbola wanita Afghanistan.

Disebabkan persoalan masalah keamanan itu juga, pelatih mereka -eks pemain tim nasional Amerika Serikat, Kelly Lindsey - sampai sekarang ini belum pernah menapakkan kaki di Bumi Afghanistan.

Bahkan, sebagian pemain belum merasakan bermain sepak bola full dengan 11 orang. Mereka baru merasakan bermain lengkap setelah dipanggil untuk memperkuat tim nasional yang baru didirikan di tahun 2010.

Akan tetapi, dalam tempo dua tahun setelah dilatih Lindsey, Afghanistan mengalami peningkatan signifikan dari peringkat 128 FIFA naik ke posisi 106.

Peningkatan tersebut diraih terlepas dari karakter 'unik' tim wanita Afghanistan, disebabkan seluruh pertandingan dan training pelatihan mau tak mau dilakukan di luar negeri untuk alasan keamanan.

Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban (Java News Online)

'Itu perkara hidup dan mati bagi para perempuan tersebut'. Tim tersebut merupakan paduan pemain dari wanita keturunan Afghanistan yang tersebar di seluruh dunia dan para wanita yang hidup di Afghanistan.

Para pemain yang tinggal di Eropa, Australia, dan Amerika Utara dapat berlatih dengan normal. Mereka juga mempunyai teladan dan sosok perempuan ideal: yaitu ibu, yang sebagian di antaranya dulunya bermigrasi dengan anak-anak mereka setelah suami mereka tewas dalam konflik dan serangan di negara mereka.

Beda hal dengan para atlet sepakbola yang masih hidup di Afghanistan, yang seringkali berhadapan dengan ancaman kekerasan. Mereka dinilai dapat merusak reputasi dan martabat keluarga,dan dituduh bertentangan dengan tradisi dan budaya di negara Afghanistan.

"Sulit untuk kami ketika akan menjalani latihan," keluh Lindsey, 38, seperti dilansir dari BBC World Football. "Mereka dilempar batu, Mereka diludahi, terjadi serangan bom ketika dalam perjalanan."

"Penting untuk kalangan wanita di dunia luar dalam memahami, bahwa hal ini sesuatu yang benar-benar terjadi, bukan sekadar dongeng. Gadis-gadis tersebut menghadapinya setiap hari."

Sebuah studi yang dilakukan oleh BBC beberapa waktu lalu menemukan bahwa pejuang bersenjata Taliban secara terbuka aktif di 70 persen kawasan Afghanistan, dan secara langsung memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan 15 juta orang, yang merupakan separuh penduduk negeri.

Taliban sendiri mengklaim bahwa mereka tidak membunuh kamu wanita. Meski demikian, para pemain khawatir dengan adanya persekusi.

Kekhawatiran Pemain Sepakbola Wanita Afghanistan

Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban (Berita Tagar)

Hal tersebut diklaim memberikan ancaman kebebasan wanita yang sempat dinikmati di negara Afghanistan setelah rezim tersebut digulingkan di tahun 2001.

"Apabila seorang wanita memainkan sepak bola, maka bapaknya, ibunya, saudaranya, pelatihnya, dihujat oleh warga di lingkungan sekitar," ujar Lindsey.

"Khalida Popal, direktur program kami ... saudaranya diserang hingga nyaris tewas karena memberi izin kepada adik perempuannya bermain sepakbola."

"Sungguh mengagumkan bagi diri saya bahwa setelah apa yang mereka hadapi setiap saat, mereka tetap saja ingin memainkan olahraga sepakbola."

"Tampil terbuka menjadi sorotan dari orang-orang, dan dengan ancaman Taliban - ini urusan hidup dan mati untuk perempuan-perempuan muda tersebut."

"Saya seringkali menanyakan kepada diri sendiri: 'Apakah saya bersedia mati untuk dapat memainkan olahraga sepakbola?' Saya memberikan pujian kepada mereka setiap saat bahwa mereka datang ke kamp latihan dan bahwa olahraga sepakbola memiliki arti di kehidupan mereka di tengah kondisi yang sedemikian kacau balau."

Lolos Ke Piala Dunia Adalah Misi Sepakbola Wanita Afghanistan

Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban (kbr.id)

Lolos ke piala dunia adalah misi sepakbola wanita Afghanistan. Meski masih banyak kekurangan, namun tim ini memiliki potensi, setidaknya itu yang pelatih mereka katakan.

"Belum pernah memainkan sepakbola di lapangan ukuran penuh '
Pekerjaan Lindsey tentu saja sangat sulit.

Dengan tempat training yang berlokasi di luar negara Afghanistan, maka dia melatih secara jarak jauh - via email dan telepon.

Sebagian pemainnya bahkan ada yang sama sekali tidak pernah merasakan bermain di lapangan ukuran penuh sebelum bergabung dengan tim untuk melakoni laga uji coba awal Maret 2018 lalu menghadapi tim nasional sepakbola wanita Yordania, ketika tim tersebut dikalahkan dengan skor 5-0 dan 6-0.

Meski kalah dengan skor besar, namun minimal mereka bisa merasakan bermain sepakbola di lapangan ukuran penuh dalam laga internasional. Pengalaman itu diharapkan sang pelatih bisa membantu mereka untuk berkembang lebih baik.

"Kami bertatap muka setiap dua pekan melalui telepon untuk diskusi soal latihan, gizi, apa yang terjadi dengan kondisi skuad, apa yang berhasil mereka lakukan, serta apa kendala yang mereka hadapi- di dalam dan di luar luar lapangan.

"Kami mengirim video, materi untuk berlatih, serta Powerpoint mengenai taktik untuk mereka pelajari, dengan harapan saat mereka datang ke tempat latihan, mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan sebagai sebuah kesatuan tim."

Saat mereka bertemu, Lindsey perlu segera memberikan latihan sampai hal yang mendasar.

"Setiap kali yang hadir ke tempat latihan merupakan kelompok wanita yang berbeda-beda," ujar Lindsey.

"Kami tidak selalu menemukan orang yang sama, maka kami perlu selalu memberikan latihan lagi tentang permainan 11-11: peran, posisi, dan tanggung jawab - yang menurut saya oleh sebagian besar pelatih tim nasional dinilai sudah merupakan hal yang wajib diketahui seluruh pemain.

"Saya menghormati para pemain yang bertempat tinggal di luar Afghanistan karena menghargai apa yang ingin kami lakukan, dan tak merasa frustasi dengan kami karena harus kembali mengulang-ulang dari dasar."

'Pada hari saat kami lolos, dunia bakal mengetahui sepakbola wanita telah mengalami perubahan'

Afghanistan belum merasakan lolos ke turnamen mayor pertama mereka, akan tetapi skuad tersebut cenderung masih dalam tahap perkembangan.

Dan ambisi mereka - seperti yang telah dijelaskan oleh Lindsey - lebih dari hanya meraih kemenangan dalam laga sepakbola.

Perkembangan Sepakbola Wanita Afghanistan Di Negeri Yang Dikuasai Taliban (World Football Summit)

"Seluruh perempuan ini memainkan sepakbola dengan semangat membara dan gairah tinggi untuk membanggakan negara mereka. Meski sebagian besar tim nasional lain juga memiliki semangat yang tinggi, wanita-wanita muda tersebut sangat memahami tantangan yang mereka temui.

Keutuhan yang sangat mereka perlukan, dan masa depan yang mereka hadapi untuk perempuan-perempuan muda yang ada di seluruh dunia. Semoga saja."

Lindsey menyatakan bahwa misi utama mereka adalah melaju ke putaran final Piala Dunia - akan tetapi negara tersebut masih ada di luar posisi 100 FIFA dan tak memiliki teladan yang banyak untuk memberikan inspirasi bagi mereka.

Tim Nasional Yordania yang menjadi tuan rumah adalah satu-satunya negara Islam di turnamen sepakbola wanita Piala Asia, April 2018 lalu, yang sekaligus difungsikan untuk kualifikasi Piala Dunia 2019.

Dengan latihan tim nasional Afghanistan berlangsung dengan tetap setengah pengenalan tim dan setengah pelatihan bertanding, maklum saja jika peningkatan mereka akan cukup lambat.

Sang pelatih optimis bahwa sedikit demi sedikit, skuad tersebut akan berkembang, sambi mencari metode lain untuk lebih meningkatkan kemampuan.

"Kami tengah berupaya membangun skuad ini untuk lebih kompetitif, supaya kelak dapat melaju ke Piala Dunia," katanya. "Jika itu bakal terjadi, tugas saya lunas."

"Banyak hal yang perlu dilakukan - namun satu-satunya jalan keluar yang dapat kita lakukan adalah memainkan sepakbola semaksimal mungkin dan melihat di mana kita akan berdiri.

"Hari saat kami melaju ke Piala Dunia, dunia bakal mengetahui bahwa sepak bola wanita telah mengalami perubahan."