Polisi Bubarkan Pesta Halloween Di Cafe Kawasan SCBD Jakarta Selatan yang Picu Kerumunan

Baru-baru ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membubarkan massa yang baru selesai mengikuti perayaan Halloween, tetapi masih nongkrong hingga lewat tengah malam. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ferry Nur Abdullah.

Polisi Bubarkan Pesta Halloween Di Cafe Kawasan SCBD Jakarta Selatan yang Picu Kerumunan
Polisi Bubarkan Pesta Halloween Di Cafe Kawasan SCBD Jakarta Selatan yang Picu Kerumunan

Seperti yang diketahui Hari Halloween diperingati setiap bulan Oktober. Masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri merayakan Hari Halloween.

Di Indonesia sendiri banyak terjadi perayaan Hallowen. Salah satunya seperti yang terjadi di di cafe dan bar kawasan SCBD, Jakarta Selatan (Jaksel). Akan tetapi, perayaan ini berujung pada pembubaran yang dilakukan oleh polisi.

Baru-baru ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membubarkan massa yang baru selesai mengikuti perayaan Halloween, tetapi masih nongkrong hingga lewat tengah malam. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ferry Nur Abdullah.

Ferry mengungkapkan bahwa awalnya pada Sabtu dini hari mulai pukul 00.00 WIB hingga sekitar pukul 03.30 WIB, personel Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada menggelar patroli penegakkan protokol Kesehatan (prokes). Patroli dilakukan mulai dari Jakarta Selatan, hingga ke daerah Tangerang Selatan.

Akan tetapi, ditemukan massa yang masih nongkrong dan menimbulkan kerumunan saat melintas di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Senayan Jakarta Selatan. Saat didatangi oleh petugas, diketahui bahwa kerumunan merupakan pengunjung kafe dan bar di SCBD yang menggelar pesta bertema Halloween.

Menurut Ferry, walau kafe dan bar tersebut telah mematuhi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dengan tutup sesuai dengan ketetapan pemerintah yakni pukul 00.00 WIB, namun para pengunjung tersebut masih tetap nongkrong saar cafe telah ditutup sehingga memicu kerumunan.

Ternyata tidak hanya kerumunan saja yang terjadi, tetapi petugas juga mendapati banyak pengunjung cafe dan bar yang tidak mengenakan masker. Pengakuan kerumunan yang tidak menggunakan masker menyebutkan bahwa masker tersebut hilang atau tidak ada.

Kemudian Ferry menuturkan bahwa pihak Ditresnarkoba Polda Metro Jaya juga mengimbau kepada manajemen bar dan kafe untuk menyediakan masker bagi para pengunjung yang lupa memakai atau kehilangan maskernya.