Puasa Ternyata Punya Manfaat Bagi Kesehatan Reproduksi Pria

Berpuasa selain dilakukan saat Ramadan, bisa juga dilakukan pada bulan biasa. Diketahui karena puasa memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain itu terbukti secara ilmiah berpuasa memiliki manfaat bagi kesehatan reproduksi.

Puasa Ternyata Punya Manfaat Bagi Kesehatan Reproduksi Pria
Puasa Ternyata Punya Manfaat Bagi Kesehatan Reproduksi Pria

Berpuasa selain dilakukan saat Ramadan, bisa juga dilakukan pada bulan biasa. Diketahui karena puasa memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain itu terbukti secara ilmiah berpuasa memiliki manfaat bagi kesehatan reproduksi.

Dirangkum dari halodoc.com, berikut manfaat berpuasa bagi Kesehatan reproduksi.

Puasa Meningkatkan Fungsi Organ Reproduksi

Hal ini berkaitan dengan peremajaan sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Pasalnya hormon yang berkaitan dengan perilaku seksual tidak dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), melainkan juga oleh kelenjar hipofisis. Alasan lainnya adalah selama berpuasa, kadar asam, dan basa dalam tubuh menjadi lebih seimbang, sehingga berbagai organ tubuh meningkat, termasuk organ reproduksi.

Baca Juga: Agar Puasa Ramadan Lebih dari Ibadah, Pahami 7 Manfaat Ini bagi Kesehatan Tubuh

Dengan terhentinya asupan makanan dalam waktu lama, berbagai jenis bakteri, kuman, virus, dan sel berbahaya (termasuk sel kanker) tidak bisa bertahan lama hidup di dalam tubuh. Puasa memberikan kesempatan bagi alat pencernaan agar beristirahat, sehingga racun, kotoran, dan ampas yang berpotensi mengganggu kesehatan bisa dibuang. Hasilnya, fungsi organ reproduksi meningkat selama berpuasa.

Atas hal itu puasa dinilai bisa meningkatkan kesuburan. Hal ini disebutkan oleh studi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat yang bekerja sama dengan Massachusetts General Hospital (MGH). Studi tersebut menggunakan tikus sebagai subjek penelitiannya. Hasilnya diketahui bahwa kelompok tikus yang diperbolehkan makan mengalami penurunan jumlah sel telur saat ovulasi. Sementara kelompok tikus yang dibatasi asupan makanannya memiliki kualitas sel telur yang prima.

Hasil studi tersebut membuat para peneliti berharap jika hal yang sama bisa terjadi pada manusia, terutama wanita dewasa, berkaitan dengan kesuburannya saat menjalani puasa. Jadi, bisa disimpulkan kemungkinan besar puasa tidak berdampak negatif pada kesuburan wanita maupun pria.

Baca Juga: Punya Masalah Dengan Perut Buncit? 8 Cara Alami Ini Bisa Ampuh

Secara khusus, puasa diklaim mampu memperpanjang masa subur wanita dan memperbanyak jumlah sel telur yang dihasilkan. Ini karena rendahnya asupan kalori saat puasa berpotensi mengurangi kadar gula dalam darah, sehingga memengaruhi kualitas hormon reproduksi. Siklus haid dan produksi sel telur cenderung lancar ketika berpuasa.

Untuk menjaga kualitas sel telur dan sperma selama berpuasa, ada baiknya konsumsi makanan bergizi seimbang dan perbanyak minum air putih. Hal yang terpenting adalah penuhi satu porsi piring makan dengan makanan sumber karbohidrat, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.

Sementara untuk air putih, kamu bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan minum dua gelas air putih saat sahur, dua gelas air putih saat berbuka, dan empat gelas air putih saat makan malam. Jangan lupa untuk tetap berolahraga dengan intensitas ringan, seperti jalan kaki, lari, bersepeda, atau yoga, setidaknya 15-30 menit menjelang berbuka puasa agar tidak kelelahan.