Rapor Indonesia Di Laga Pertama AFF Melawan Kamboja - Bagaikan Melawan Timnas Jepang Di Babak Kedua

Rapor Indonesia Di Laga Pertama AFF Melawan Kamboja - Bagaikan Melawan Timnas Jepang Di Babak Kedua. Hal itu karena tim lawan menyerang tanpa ampun pertahanan tim merah putih.

Rapor Indonesia Di Laga Pertama AFF Melawan Kamboja - Bagaikan Melawan Timnas Jepang Di Babak Kedua
Rapor Indonesia Di Laga Pertama AFF Melawan Kamboja - Bagaikan Melawan Timnas Jepang Di Babak Kedua (assets.skor.id)

MPOTIMES - Rapor Indonesia Di Laga Pertama AFF Melawan Kamboja - Bagaikan Melawan Timnas Jepang Di Babak Kedua. Hal itu karena tim lawan menyerang tanpa ampun pertahanan tim merah putih.

Piala AFF 2021 telah dimulai dan Tim Nasional Indonesia sudah memainkan laga pertama Grup B. Pada pertandingan tersebut, Tim Garuda berhadapan dengan tim ecek-ecek, yaitu Kamboja.

Sebagai salah satu tim yang difavoritkan untuk menjadi juara, Indonesia tampil menyerang sejak peluit babak pertama dibunyikan. Tim Merah Putih terlihat sangat perkasa di babak pertama, seolah-olah saya tengah menonton laga antara Jerman melawan San Marino.

Tim Nasional Kamboja benar-benar dibuat tidak berkutik sama sekali. Mereka tidak mampu menyentuh bola, dan digempur habis-habisan sampai hampir semua pemain turun di area pertahanan mereka.

Namun tidak perlu waktu lama bagi Garuda untuk mencetak gol melalui tandukan Rachmat Irianto di menit ke-4. 

Rachmat Irianto pun lalu merayakan gol dengan menaruh jari telunjuknya di depan mulut, seolah menyiratkan bahwa siapa saja yang menghujat dirinya lebih baik diam.

Tidak jelas bahwa selebrasi tersebut ditujukan kepada siapa, namun bisa jadi itu ditujukan kepada netizen-netizen yang suka menghujatnya tanpa alasan. Tahu sendiri kan mulut netizen pedes-pedes.

Baik, kita kembali ke laga Indonesia vs Kamboja. Setelah gol dari Rian, sapaan Rachmat Irianto, timnas kita semakin menggila. Gol demi gol kembali tercipta melalui Kapten Evan Dimas, dan Rachmat Irianto, seolah-olah Kamboja akan menjadi lumbung gol.

Namun suporter merah putih sempat ketar-ketir ketika Kamboja menciptakan gol balasan lewat Yue Safy. Meski demikian, Secara total, Indonesia telah membuat Kamboja seperti ayam sayur di babak pertama.

Kamboja yang dilatih oleh Keisuke Honda, legenda sepak bola Jepang, dan Asia tidak mampu mengimbangi perlawanan Garuda. 

Namun Honda tetap tenang, dan sama sekali tidak terlihat panik. Mental juara sepertinya sudah sangat melekat pada dirinya. Ekspresinya menggambarkan bahwa ia optimis anak asuhnya akan bangkit dan melakukan comeback.

Para Pemain Indonesia Terlihat Optimis Melawan Kamboja

Menjelang babak kedua berlangsung, para pemain timnas Indonesia terlihat optimis untuk melakukan pembantaian saat melawan Kamboja. 

Pada menit ke-54, pemain Indonesia Ramai Rumakiek kembali mempertebal selisih gol kedua tim dengan tendangan kerasnya. Skor 4-1 untuk keunggulan Indonesia.

Namun, yang terjadi kemudian justru sebaliknya. Alih-alih menambah pundi-pundi gol, Indonesia justru tertekan oleh Kamboja. 

Kamboja bermain menyerang dengan menekan tim merah putih tanpa memberikan kesempatan untuk menyerang.

Hasilnya, pada menit ke-60, pemain Kamboja Prak Mony Udom mencetak gol untuk timnya, skor 4-2.

Kamboja terus melakukan tekanan, sementara itu timnas Indonesia sama sekali tidak berkutik, seakan-akan mereka sedang melawan timnas Jepang.

Ketika mencoba untuk membangun serangan, Kamboja langsung memotong dan menekan pertahanan Garuda. Sayang, penyelesaian mereka sangat buruk.

Seandainya mereka ini adalah timnas Jepang, maka Indonesia sudah jadi Garuda geprek. Beruntung, hingga laga berakhir, skor tidak berubah, tetap 4-2.

Baca Juga Indonesia Lolos Ke Kualifikasi Piala Asia 2023 Setelah Depak Taiwan 3-0