Rekomedasi Es Dawet Ayu, Minuman Tradisional Pelepas Dahaga

Tidak hanya manis, es dawet memiliki cita-rasa renyah dari santan. Es dawet menjadi minuman manis favorit, dan memberi kesegaran serta menambah energi saat tubuh lelah di siang hari.

Rekomedasi Es Dawet Ayu, Minuman Tradisional Pelepas Dahaga
Rekomedasi Es Dawet Ayu, Minuman Tradisional Pelepas Dahaga

MPOTIMES - Tidak hanya manis, es dawet memiliki cita-rasa renyah dari santan. Es dawet menjadi minuman manis favorit, dan memberi kesegaran serta menambah energi saat tubuh lelah di siang hari.

Luar biasanya kembali, minuman ini pernah dinobatkannya sebagai salah satunya kulineran terbaik dalam World's 50 Best Desserts 2018.

Dawet umumnya dihidangkan plus tambahan es ini, dibuat berbahan khusus yaitu tepung beras. Mendengar kata dawet, tentu bikin kamu kehausan saat itu juga dan jadi tidak sabar buat nyicip satu gelas.

Es dawet juga populer layaknya es teh, greentea, dan kopi sebagai minuman utama. Selain itu banyak orang memandang dawet atau cendol, cuman ada satu macem saja.

Rekomedasi Es Dawet Ayu, Minuman Tradisional Pelepas Dahaga

Tetapi siapa kira jika minuman berkuah santan dan gula merah ini, rupanya punyai variasinya sendiri berdasar kota aslinya. Sebutlah saja dawet ayu dari Banjarnegara yang sudah terkenal kemana saja.

Di sejumlah kota di tanah air punyai es dawet sendiri, dengan isian dan cita-rasa yang berbeda. Berikut lima salah satunya.

Baca Juga : Siapa Sangka Es Teh Kini Makin Populer Berkat Es Teh Indonesia

Rekomedasi Es Dawet Ayu, Minuman Tradisional Pelepas Dahaga (foto; i0.wp.com)

1. Dawet Grandul Ketan

Tipe dawet yang ini, datang dari kota Blitar, Jawa Timur. Sama seperti dengan dawet secara umum, dawet grandul ketan terbagi dalam dawet atau cendol dan kuah santan dan gula merah cair. Namun perbedaannya, dawet ini memakai tambahan bubur sumsum dan grandul ketan.

Grandul ketan sendiri umumnya berupa bundar padat dan dibuat dari kombinasi tepyng ketan dan gula aren. Cita-rasanya manis dan kenyal. Di wilayah lain grandul disebutkan candil. Selainnya dua bahan itu, es dawet grandul menambah ketan hitam sebagai pendampingnya.

2. Es Dawet semarangan

Bukan asal-asalan ya, tetapi semarangan hehe. Sesuai namanya, es dawet ini datang dari kota Semarang. Cendol, dalam dawet semarangan ini dibuat dari tepung maizena dan air yang diolah sampai mengental dan kenyal. Umumnya dawet semarangan warna putih bening.

Nach, untuk pecinta durian akan tertarik sekali sama es dawet yang ini. Karena selainnya cendol maizena, daging buah durian menjadi salah satunya isinya. Tidak hanya itu, tape ketan dan potongan nangka dipertambah ke dalamnya.

Sepintas, es dawet semarangan ini serupa dengan es campur, karena dihidangkan dengan gunungan es serut. Tidak lupa es dawet disiram dengan kuah santan dan sirup gula merah.

3. Es Dawet selasih

Jika kamu kebenaran bertandang ke kota Solo, semperin buat mencicip satu mangkok es dawet selasih ya. Tidak perlu kebingungan, karena es dawet ini lebih banyak dipasarkan di pasar Gedhe, Solo. Isinya macem-macem mulai dari cendol hijau, bubur sumsum, ketan hitam, tape ketan tidak lupa biji selasih.

Walau sama berkuah santan, namum perbedaannya es dawet yang ini tidak memakai gula jawa atau aren sebagai pemanisnya. Tetapi memakai gula pasir langsung digabung pada kuah santannya. Tidak lupa tambah es batu agar semakin segar ya.

Baca Juga : 7 Ragam Olahan Teh Yang Nikmat Banget

4. Es dawet ireng

Ireng sebagai kata dengan bahasa jawa yang memiliki arti hitam. Sama sesuai namanya, es dawet ini tidak warna hijau atau putih bening seperti es dawet secara umum. Tetapi warna hitam.

Warna hitam sendiri umumnya didapatkan dari bahan warna alami makanan seperti arang bambu, jadi aman dimakan. Dawet ireng sendiri datang dari sebuah kecamatan di Kabupaten Purworejo, yaitu Perlu. Berlainan dengan dawet umumnya, dawet ireng memakai tepung sagu aren sebagai bahan baku pembikinan dawet atau cendolnya.

Selainnya bahan baku dan warna dawet, kuah santan dan sirup gula merah atau aren dipakai dalam penyuguhan es dawet ireng.

5. Es dawet jepara

Sama seperti dengan es dawet ireng, es dawet asal kota pesisir Jawa tengah ini memakai tepung sagu aren. Seperti umumnya es dawet, kuah santan dan gula merah dipertambah dalam es dawet asal kota Jepara ini.

6. Es Dawet Ayu

Saat sebelum menjelaskan resep es dawet ayu, seharusnya Mam ketahui dahulu ketidaksamaan yang mencolok di antara cendol dan dawet.

Mereka mempunyai ketidaksamaan pada bahan bakunya. Cendol dan dawet sama dibuat dari tepung, tapi memakai tipe tepung yang lain.

Baca Juga : Thai Tea Minuman Nikmat Nan Populer Asal Thailand

Jika dawet itu dari masa lampau, sebutkan dalam Kakawin Kresnayana, memakai bahan baku tepung beras, sementara sampingannya seperti santan dan cairan gula merah telah umum sejak dahulu.

Berlainan dengan dawet, cendol memakai tepung kacang hijau atau hunkwe.

Tetapi, cendol ada juga yang dibikin dari sagu aren, tepung beras, dan hunkwe. Dalam pada itu, dawet biasanya dibikin dari hunkwe dan tepung beras saja.

Umumnya dawet sebagai rebusan tepung beras. Dalam pada itu, warna hijau didapat dari perasan daun pandan

Disamping itu, panggilan cendol dekat sama warga Jawa Barat. Sementara dawet sebagai panggilan di daerah Jawa tengah dan Jawa Timur. Tetapi secara rasa dan bentuk dari cendol atau dawet itu tidak ada perbedaannya.

Namun isinya lebih bermacam kembali seperti potongan alpukat, durian, nangka dan daging kelapa muda. Aduh, selainnya fresh mengenyangkan ya.

7. Es Dawet Nangka

Tidak cuman terkenal di Indonesia, minuman manis yang renyah ini cukup populer di beberapa negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Vietnam, sampai Brunei Darussalam.

Anda bisa juga mendapati beragam tipe es dawet lan, misalnya es dawet campur buah. Salah satunya buah yang tersering jadi dipertambah dalam resep es dawet campur ialah buah nangka.

Rasa buah nangka yang manis dan nilai gizinya yang tinggi akan membuat es dawet bikinan Mam makin disukai semua bagian keluarga di dalam rumah.

8. Es Dawet Cincau

Bila Mam jemu dengan dawet hijau, kemungkinan tidak ada kelirunya untuk coba resep es dawet cincau untuk dihidangkan saat bergabung dengan keluarga.

Apa lagi cincau mempunyai manfaat untuk kesehatan, misalnya untuk menurunkan panas dalam. Di sejumlah wilayah, es dawet cincau umumnya memakai cincau hitam dan cukup kerap disebutkan dengan es dawet ireng.

Baca Juga : Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia

Sehingga kamu tertarik nyobain es dawet yang mana nih buat berbuka puasa kelak? Tidak perlu repot membeli sampai ke kotanya kok jika memang belum sempat singgah. Kamu juga bisa buat sendiri di dalam rumah.