Rekomendasi Daftar Kue Tradisional Sumatera

Kue tradisional Sumatera salah satunya adalah bika Ambon. Namun masih banyak lagi kue tradisional Sumatera yang bisa anda coba. Simak daftar kue tradisional Sumatera berikut ini.

Rekomendasi Daftar Kue Tradisional Sumatera
Rekomendasi Daftar Kue Tradisional Sumatera

MPOTIMES - Kue tradisional Sumatera salah satunya adalah bika Ambon. Namun masih banyak lagi kue tradisional Sumatera yang bisa anda coba. Simak daftar kue tradisional Sumatera berikut ini.

Tidak saja warga Sumatra, tetapi juga beberapa wisatawan yang datang ke Sumatra senang berburu kue tradisonal.

Kue-kue tradisional ini umumnya ditawarkan di beberapa pasar tradisional sebagai jajanan pasar. Ada pula yang dijadikan oleh-olehan ciri khas wilayahnya.

Sebut saja hok lo pan atau martabak, lemang, bika Ambon, dan roti canai atau roti maryam. Semuanya laris manis diburu pecinta kuliner tradisional ini. Simak rekomendasi daftar kue tradisional Sumatera yang bisa anda coba berikut ini. 

Rekomendasi Daftar Kue Tradisional Sumatera

Berikut Rekomendasi Daftar Kue Tradisional Sumatera yang bisa anda coba. Namun beberapa diantaranya juga sudah banyak menyebar ke berbagai daerah di Nusantara.

Baca Juga : Resep Kebab Aneka Isi, Praktis dan Mudah Dibuat Dirumah!

Rekomendasi Daftar Kue Tradisional Sumatera (Foto; theflavorbender.com)

1. Roti Canai - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Konsumen setia rumah makan Aceh tentu tidak asing dengan kudapan ini. Roti canai ialah sajian ciri khas Aceh yang terkenal di tanah Melayu lain.

Roti tipis yang dikenali sebagai roti maryam ini serupa dengan roti prata ciri khas Timur tengah. Perbedaannya, struktur roti prata lebih tipis dan kering. Kudapan ini dibikin dengan terigu, telur, minyak, dan air hangat yang selanjutnya diulen sampai kalis.

Adonan ini nanti dipanggang di atas wajan. Roti canai dapat dihidangkan dengan topping manis atau renyah, entahlah itu kari, meises, atau parutan keju.

2. Kue Timphan - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Kue basah ini sangat populer di Aceh. Saat mendekati Lebaran, timphan banyak ditawarkan sebagai kudapan takjil atau camilan hari raya.

Sepintas, kue memiliki tekstur kenyal ini serupa nagasari. Tetapi bila nagasari menggunakan potongan pisang sebagai isinya, timphan menggunakan pisang sebagai bahan kulit kue.

Adonan kulit dibikin dari pisang yang telah dilumatkan dan tepung ketan. Nanti, adonan ini berisi parutan kelapa atau sarikaya. Timphan dibuntel dalam daun pisang dan dikukus sampai masak.

3. Kue Keukarah - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Jika es sarang burung datang dari Lombok, kue sarang burung ini malah asli dari Aceh. Karena sangat istimewanya, keukarah atau kue karah lebih gampang dijumpai saat Lebaran atau acara tertentu.

Dahulu, kue ini juga kerap jadi hantaran pengantin pria ke pengantin wanita. Tetapi saat ini, kue gurih dan manis ini dapat diketemukan di semua wilayah Aceh.

Komplet rasanya saat dicicipi saat bercakap dan minum teh. Keukarah dibikin dari tepung beras yang digabung air dan gula. Nanti, kombinasi ini akan dimasak membuat gumpalan sarang seperti pada bulan sabit.

4. Kue Lapet - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Sepintas, kenampakan luarnya seperti terlihat bacang. Tetapi saat dibuka, kue basah dengan struktur halus ini punyai isian gula merah yang legit dan menetes.

Camilan ini dapat disebut wajib buat orang Batak. Entahlah saat arisan, acara, sampai perkawinan. Ada dua tipe lampet: lampet beras dan lampet ketan. Tipe ini bergantung pada bahan pembikinannya, yaitu tepung beras atau tepung ketan.

Tepung ini digabung dengan parutan kelapa, air, dan gula pasir. Sesudahnya, adonan berisi gula merah yang telah disisir dan dibuntel dengan daun pisang. Kukus sampai masak dan suguhkan saat lagi hangat!

Selainnya lapet, ada kudapan yang serupa namanya pohulpohul. Perbedaannya, pohulpohul tidak dibuntel daun pisang, tetapi dibuat dengan pegangan tangan.

5. Kue Sasagun - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Dapat anda terka bagaimana rupa kudapan ini? Sepintas, kudapan manis dan gurih ini serupa remahan kue kering. Tetapi, sasagun dibikin dari kombinasi tepung beras dan kelapa parut yang digongseng dengan gula merah.

Semua diaduk-aduk sampai kering dan memiliki tekstur. Tidak itu saja, kudapan ini bisa juga dipertambah nanas, durian, atau kacang-kacangan sebagai menambah cita-rasa.

Walau teksturnya enteng, sasagun kerap dibikin sebagai hidangan acara tradisi, lho. Seperti pada Tapanuli, sasagun jadi hantaran pengantin pria pada pihak wanita. Kudapan ini kerap jadi oleh-olehan pada acara mebat malungun atau jumpa rindu.

Baca Juga : Teh Tarik Unik dan Nikmat Asal Malaysia dan Aceh, Cobain Yuk!

6. Kue Gandus - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Dapat disebut, kue ini ialah "talam ebi" ciri khas Jambi. Tetapi, gandus lebih berasa karena diberi ebi, bawang goreng, daun kucai, dan potongan cabe.

Struktur kuenya juga kenyal dan sama dengan warna putih. Gandus dibikin dengan simpel, yaitu kombinasi tepung beras, tapioka, santan dan garam. Kombinasi ini dituang dalam cetakan cucing lalu dikukus sampai masak.

7. Kue Putri Kandis - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Namanya elok sekali, ya? Tidaklah aneh, penampilan kue basah ini juga sama cantiknya. Memiliki bentuk serupa kue lapis, namun memiliki tekstur lebih padat dan bermacam.

Kenapa bermacam? Karena ada tiga susunan dalam kue ini, yaitu coklat, kuning, dan hijau. Susunan coklat dan kuning mempunyai kepadatan yang serupa. Perbedaannya, susunan coklat dikasih perasa coklat.

Untuk susunan hijau, bahan bakunya cukup berlainan dengan 2 lapis awalnya. Teksturnya lebih creamy dan halus, plus warna hijaunya datang dari air daun suji.

Kekhasan lain dari kue ini ialah jumlahnya pemakaian telur dan gula . Maka dapat dipikirkan begitu manis dan halusnya sepotong putri kandis.

Tetapi, kue ini jarang-jarang dijumpai di sehari-harinya kota Jambi. Putri kandis biasa jadi hantaran mempelai lelaki pada pihak wanita dalam tradisi perkawinan Jambi.

Rekomendasi Daftar Kue Tradisional Sumatera (foto; i0.wp.com)

8. Kue Bejak Enjak - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Siapa kira kue basah ciri khas Lampung ini dengan bahan dasar pisang. Bejak enjak dibikin dengan kombinasi gula, pisang raja, dan ketan putih. Nanti, adonan itu dibuntel dalam daun pisang dan dikukus sampai masak.

Teksturnya sesudah masak serupa dengan kue lemet dengan rasa manis-legit. Bejak enjak benar-benar populer di Lampung sebagai kudapan dan hidangan acara tradisi.

Nama bejak enjak ini terkenal di wilayah Lampung tengah dan pesisir. Panggilan yang lain ialah bebai makhing yang umum digunakan warga Lampung Selatan.

9. Kue 8 Jam - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Sama sesuai namanya, kue 8 jam dibikin dalam kurun waktu 8 jam. Langkah baginya juga nyaris serupa rendang, yaitu kue dikukus di panci riasg dengan api yang kecil (slow cooking).

Tetapi tidak sembarangan hari saat membuat, karena kue 8 jam semakin banyak diketemukan saat hari Lebaran. Pada dasarnya, proses memprosesnya sama dengan kue bolu.

Perbedaannya, bahan kue 8 jam termasuk unik nih, yakni telur bebek, susu kental manis, margarin, gula, dan agar-agar putih.

Hasilnya ialah kue dengan permukaan kecoklat-coklatan dan struktur lembut-kenyal. Rasanya manis sekali dan betul-betul legit, hingga makan seiris kecil saja cukup.

10. Kue Kacimuih - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Akrab dengan urap singkong ciri khas Betawi? Anda bisa juga mendapatinya di Minang, yaitu kacimuih. Seperti Betawi, kacimuih dibikin dari singkong yang diparut kasar dan diberi kombinasi kelapa parut dan gula lembut.

Gulanya sendiri dapat diputuskan, yaitu gula pasir atau gula merah. Kacimuih ditenarkan oleh orang Saisuak (Sumatera Barat). Sayang, kacimuih mulai sangat jarang di pasar Sumatera.

Walau sebenarnya, kombinasi rasa manis, renyah, dan legit dalam struktur gurih membuat kudapan ini harus datang saat kumpul bersama.

11. Kue Sala Lauak - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Jika Jawa punyai bakwan, orang Minang punyai sala lauak sebagai gorengan favorite. Memiliki bentuk bundar seperti bola pingpong dengan warna kuning kecoklat-coklatan.

Saat digigit, wewangian rempah dari gorengan ini demikian kuat khususnya daun kunyitnya. Disamping itu, ada rasa ikan asin yang cukup ciri khas. Secara harafiah, sala lauak memiliki arti "ikan goreng".

Walau tidak berupa ikan, sala lauak menggunakan ikan asin (stuhuak) yang dilumatkan. Ikan ini nanti digabung dengan terigu, daun kunyit, sedikit air, dan bumbu kuning. Adonannya dibulat-bulatkan dan dimasak sampai masak. Suguhkan bersama katupek sayua sebagai makan pagi!

12. Bolu Koja - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Bolu ialah tipe kue yang terkenal di Indonesia. Satu diantaranya ialah bolu koja atau kojo dari Sumatera Selatan.

Seperti lainnya, bolu satu ini berasa halus. Antiknya, struktur bolu koja lebih padat dan lembab seperti brownies. Wewangian pandan yang harum semakin lengkapi kesedapan kue manis dan renyah ini.

Bolu koja kerap disajikan saat acara tradisi. Penampilannya juga dibuat seperti bunga hingga kelihatan menarik dan elok. Tidaklah aneh, koja sendiri memiliki arti "kamboja" dengan bahasa di tempat.

13. Kue Jongkong - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Salah satunya versus kue jongkong di Indonesia ialah punya Bangka Belitung. Kue jongkong ciri khas Bangka memiliki tekstur ringkih, hingga ditaruh dalam tempat khusus.

Dahulu, tempat yang dipakai ialah material kaleng. Tetapi saat ini, tempat plastik lebih diputuskan karena lebih ringkas dan enteng.

Kue jongkong Bangka punyai tiga lapis, yaitu putih, hijau, dan coklat. Susunan putih (pertama) dibuat dari tepung beras, tapioka, santan, dan garam.

Susunan ke-2  yang warna hijau dibikin berbahan putih, namun dipertambah air daun suji. Susunan bawah yang warna coklat dibikin dari gula merah yang dilumatkan.

Bila semua rasa dipadukan, kue jongkong akan berasa halus dan manis. Tidaklah aneh, kue ini laris keras pada bulan Ramadhan sebagai takjil.

Baca Juga : Martabak Encek Suryakencana, Martabak Legendaris Sejak 1975

14. Martabak Bangka - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Sama sesuai namanya, martabak yang laku manis di Indonesia ini ialah kebangaan orang Bangka. Bahkan juga sampai sekarang, martabak manis ini tetap menjadi favorite di wilayah aslinya.

Awalannya, martabak bangka dikenali sebagai hok lo pan. Pembuatnya ialah orang Hakka yang menetap di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Pertama kalinya dibikin, kue ini cuman dikasih taburan wijen dan kacang.

Karena sangat jumlahnya pecinta, kue hok lo ini juga dibawa ke luar pulau dan warga luar juga menyebutnya sebagai "martabak Bangka".

Martabak bangka berasa cukup renyah dibandingkan martabak manis biasa. Teksturnya juga lebih tebal dan memiliki serat. Langkah baginya sama dengan martabak manis, tetapi adonan dasarnya  lebih kental.

15. Kue Timpan Aceh - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Kue Timpan Ini sebagai kue tradisional ciri khas Aceh. Kue timpan dibuat dari tepung ketan yang dikasih tambahan air santan kelapa hingga jadi adonan yang kalis.

Adonan tepung ketan ini di tempatkan dalam daun pisang. Di dalamnya dipertambah pisang yang dilumatkan. Daun pisang selanjutnya dirapatkan seperti membuat lontong dan dipasangkan lidi di ke-2  ujung daun pisang.

Kue timpan ini diolah dengan dikukus sampai masak. Lama pengukusan lebih kurang sepanjang 20-30 menit. Kue ini sering dihidangkan pada beberapa hari besar seperti idul fitri atau idul adha.

Kue timpan ini sering dipertambah isian berbentuk potongan buah nangka atau durian. Selainnya memakai kombinasi ketan dan pisang ada pula yang membuat kue timpan ini dengan kombinasi pisang dan ubi.

16. Bika Ambon Medan - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Bika Ambon benar-benar populer sebagai kue ciri khas wilayah Medan Sumatra Utara. Bila kita ke Medan, tentu tak lupa beli Bika Ambon sebagai oleh-olehan.

Bahan pembikin Bika Ambon ialah telur, gula, tepung dan santan. Sekarang BIka Ambon sudah diubah dengan beragam seperti rasa rasa durian, keju, coklat, kopi dan lain-lain.

Seperti kue tradisional lainnya, Bika Ambon cuman sanggup bertahan dalam sekejap. Bika Ambon dapat diletakkan dalam kurun waktu empat hari.

Bila kelamaan diletakkan , karena itu Bika Ambon teksturnya akan mengeras dan tidak nikmat kembali.Bika Ambon ini sebagai modifikasi dari kue ciri khas Melayu yakni Kue Bingka.

Namun dalam adonan Bika Ambon ini dipertambah air nira (tuak) sebagai bahan pengembangnya dan untuk hasilkan adonan Bika yang memiliki rongga.

Nama Ambon dipertambah ada di belakang nama kue Bingka ini diambil dari toko yang pertama menjualnya yang ada di Jln. Ambon - Sei Kera Medan.

Baca Juga : Simak Resep Bika Ambon Bersarang, Empuk, dan Legit

17. Bingka Pandan Melayu - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Bingka sebagai kue ciri khas melayu. Kue tradisional ini dihidangkan di hari raya dan beberapa acara tradisi. Misalnya acara pernikahan, kelahiran bayi dan lain-lain.

Kue bingka ini mempunyai keunikan teksturnya halus, lembut tetapi padat dengan rasa renyah dan manis dari kulineran tipe yang disuguhi.Material dasar pembikin bingka berbagai macam, ada ubi, kentang, jagung dan lain-lain.

Nama bingka juga diambil dari nama bahan pembikinnya. Disebutkan bingka pandan karena bingka ini mempunyai warna hijau yang dari bahan warna hijau alami berbentuk daun pandan.

Untuk memperoleh warna hijau ini daun pandan harus ditumbuk lembut selanjutnya diperas untuk diambil sarinya yang warna hijau.

Perasan air daun pandan ini selanjutnya digabung dengan adonan Bingka. Untuk memperoleh adonan bingka kita membutuhkan tepung terigu, gula, santan dan telur.

Bingka ini diolah dengan dipanggang dalam oven sampai masak dan sisi luarnya warna kecoklat-coklatan. Proses memanggang kue bingka ini cukup lama yakni sekitaran 2 jam.

18. Lamang Tapai Padang - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Lamang sebagai kue tradisional ciri khas dai wilayah Sumatra Barat. Lamang tapai dibuat dari beras ketan dengan toping tapai ketan hitam di atasnya. Saat sebelum diolah jadi lamang, beras ketan perlu dicuci dan dipendam sesaat.

Beras ketan akan digabung dengan santan kental selanjutnya ditempatkan ke bumbung bambu yang telah dikasih alas daun pisang. Sebagai penyedap rasa dalam adonan ketan dan santan perlu dipertambah sedikit garam dan daun pandan supaya bau wangi.

Batas bambu yang dipakai seharusnya ialah bambu muda.Lamang diolah dengan membakar bambu sepanjang beberapa saat sekalian terus dibolak balik supaya matangnya rata.

Saat membakar lamang, besarnya api perlu dijaga supaya bambu tidak hangus terbakar. Sesudah masak lamang dapat dikeluarkan dari dalam bambu dan diirisi.Untuk membikin tapai ketan, beras ketan harus diolah dengan dikukus sampai masak selanjutnya dinginkan.

Ketan yang telah dingin diberi dengan ragi tapai dan diletakkan dalam tempat tertutup sepanjang sekian hari.

19. Puding Srikaya Hijau Palembang - Daftar Kue Tradisional Sumatera

Berlainan dengan puding umumnya yang dibuat dari agar-agar, puding srikaya ciri khas Palembang ini dibuat dari kombinasi telur, gula dan santan.

Puding Srikaya Palembang ini teksturnya benar-benar halus dan rasanya renyah manis. Umumnya puding srikaya ini warna hijau yang dari bahan warna hijau dari daun pandan yang dinela berbahan rekreasi kulineran.Puding Srikaya ini diubah jadi beragam tipe kue.

Misalnya puding ketan srikaya yang ditambahkan adonan berbentuk ketan yang telah dikukus. Ada pula puding tapai ketan srikaya di mana di dalam adonannya dikasih tambahan tapai ketan.

Nah itu tadi ulasan singkat tentang rekomendasi daftar kue tradisional Sumatera yang bisa anda coba. Simak juga artikel menarik lain tentang kipo Kotagede, cenil, bika Ambon, lapis legit, dan kue talam di halaman utama. Selamat membaca!