‘Second Change: Taman Langit’ Sebuah Mesin Waktu dari Noah

Di tengah gersangnya industri musik Indonesia selama pandemi, beberapa musisi mencoba membuat oase dengan merilis beberapa karya mereka. Di penghujung tahun 2021 giliran Noah ambil bagian dengan merilis Album ‘Second Change: Taman Langit’ pada Jumat (17/12).

‘Second Change: Taman Langit’ Sebuah Mesin Waktu dari Noah
‘Second Change: Taman Langit’ Sebuah Mesin Waktu dari Noah

Di tengah gersangnya industri musik Indonesia selama pandemi, beberapa musisi mencoba membuat oase dengan merilis beberapa karya mereka. Di penghujung tahun 2021 giliran Noah ambil bagian dengan merilis Album ‘Second Change: Taman Langit’ pada Jumat (17/12).

Album ‘Second Change: Taman Langit’ adalah hasil rekam ulang dari album pertama mereka yang sebelumnya bernama Peterpan. Sebelumnya Album Taman Langit dirilis Peterpan pada 2003 silam. Pada Album Taman Langit 2021 Noah merilis secara utuh 11 lagu yang sama.

Secara keseluruhan Album 'Second Change Taman Langit' tidak terlihat ada perubahan yang signifikan dari segi aransemen. Yang menarik dari album ini adalah dari segi sound yang lebih kaya. Secara sonic album ini sangat memanjankan kuping.

Beberapa isian tambahan sentuhan David membuat beberapa lagu menjadi lebih manis dan juga menjadi kejutan tersendiri dalam album ini. Vokal Ariel di album ini sepertinya mencoba untuk mempertahankan rasa yang sama pada album originalnya. Di divisi gitar walau tanpa Uki seperti di 2003, Lukman berhasil mengisi kekosongannya tanpa kekurangan.

Adapun lagu-lagu dalam Album Taman Langit adalah Sahabat, Aku dan Bintang, Semua Tentang Kita, Dan Hilang, Satu Hati, Taman Langit, Mimpi yang Sempurna, Yang Terdalam, Tertinggalkan Waktu, Kita Tertawa, dan Topeng.

Dalam album ini track yang paling menonjol dengan perubahannya adalah Semua Tentang Kita. Nada vokal yang sedikit dibuat berbeda oleh Ariel bisa menjadi kejutan sendiri bagi pendengar.

Sepertinya lagu-lagu dalam album ini tidak perlu dideskripsikan satu persatu. Karena pasti setiap lagu dalam album ini memiliki tempatnya sendiri di kuping pendengar. Sisanya album ini penuh dengan seluruh memori dan nostalgia.

Jika misi dari Ariel, Lukman, dan David adalah membawa para Sahabat Noah ke era awal Peterpan, Album Second Change Taman Langit layak disebut sebagai mesin waktu. Album ini benar-benar berhasil membawa memori-memori awal kemunculan mereka ke industri musik Indonesia.

Walau Album Taman Langit versi original tahun 2003 masih bisa didengarkan diseluruh portal musik digital, namun 'Second Change: Taman Langit' menjadi suguhan lain yang patut didengarkan. Selamat memasuki mesin waktu menuju 18 tahun lalu.