Se'i Sapi, Makanan Tradisional NTT Yang Kian Populer, Simak Asal Usulnya!

Se'i sapi adalah satu kulineran yang sedang populer. Se'i sapi adalah makanan tradisional khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Daging se'i ialah daging yang diolah dengan asap dan panas yang dibuat dari pembakaran kayu. Simak ulasan se'i sapi asal NTT berikut ini.

Se'i Sapi, Makanan Tradisional NTT Yang Kian Populer, Simak Asal Usulnya!
Se'i Sapi, Makanan Tradisional NTT Yang Kian Populer, Simak Asal Usulnya!

MPOTIMES - Se'i sapi adalah satu kulineran yang sedang populer. Se'i sapi adalah makanan tradisional khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Daging se'i ialah daging yang diolah dengan asap dan panas yang dibuat dari pembakaran kayu. Simak ulasan se'i sapi asal NTT berikut ini.

Salah satunya kuliner asal NTT kini sedang jadi omongan di kelompok masyarakat Indonesia ialah Sei Sapi. Mempunyai cita-rasa yang unik dan cocok di lidah orang Indonesia, jadikan makanan ini wajib buat dicoba.

Daging se'i atau Se'i ialah sajian daging asap yang dari Propinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan bahasa Rote, se'i maknanya daging yang disayat dalam ukuran kecil memanjang, lalu diasapi dengan baranya api sampai masak.Sajian ini dibuat dari daging yang diolah dengan dipanaskan memakai asap panas yang dari kayu bakar.

Se'i awalannya dengan bahan dasar daging babi rimba. Meski begitu, sekarang ada beragam alternative se'i berbahan daging sapi, ayam, atau bahkan juga ikan.

Daging yang usai diasap bisa dimakan langsung dengan mengirisnya tipis-tipis. Tetapi jika daging ini sudah diletakkan sekian hari, karena itu harus dimasak kembali, atau diolah dalam tumisan bunga pepaya dan sayur-mayur lain.

Se'i Sapi, Makanan Tradisional NTT Yang Kian Populer, Simak Asal Usulnya! 

Se'i Sapi, Makanan Tradisional NTT Yang Kian Populer, Simak Asal Usulnya! (foto; seindotravel.com)

Asal Usul Se'i Sapi, Makanan Tradisional NTT

Se'i sebagai tehnik memproses daging secara tradisional yang berkembang dalam masyarakat NTT. Kata Sei diambil dari bahasa Rote, daerah paling selatan NTT, yang memiliki arti daging yang diiris-iris tipis panjang. Awalnya, daging se'i memakai daging rusa.

Tehnik memproses daging ini di inspirasi dari langkah mengolah tradisionil suku Mollo yang menempati pegunungan Mutis, teritori yang berada sekitaran 130 km dari kota Kupang.

Selainnya memakai daging sapi sebagai bahan baku khusus, warga NTT kerap memakai daging rusa, ayam, atau babi sebagai alternative membuat Sei.

Karena rusa makin sangat jarang dan diproteksi, karena itu saat ini yang digunakan ialah daging sapi atau daging babi. Tetapi tenang saja, rerata warung se'i yang ada menggunakan daging yang halal seperti sapi atau ayam.

Daging se'i diproses secara tradisionil dengan mengiris memanjang dengan lebar sekitaran 2-3cm. Daging lalu diberi garam dan rempah-rempah selanjutnya diasap memakai kayu kosambi (schleichera oleosa).

Saat proses pengasapan, daging ditutup dengan daun kosambi hingga wewangiannya makin mempernyerap. Pengasapan ini dapat berjalan sampai 9 jam.

Umumnya masyarakat NTT memakan daging se'i bersama sambal lu'at ciri khas. Sambal lu'at dibuat dari cabe, jeruk nipis dan daun lu'at.

Pendamping yang lain ialah oseng bunga pepaya yang dibuat menjadi tidak berasa pahit kembali. Beberapa warung menukar bunga pepaya dengan tumisan daun singkong yang tidak kalah lezatnya.

Baca Juga : Resep Sop Konro Makassar, Empuk dan Tidak Baru Amis!

Pemilihan Bahan Dasar Daging Untuk Se'i Sapi

Saat kamu akan mengolah sei sapi ciri khas Nusa Tenggara Timur, hal dasar yang penting jadi perhatian ialah pilih potongan daging sapi yang akurat.

Lebih bagus memggunakan potongan daging has karena lebih gampang diproses dan untuk yang baru memulai lebih bagus memakai daging sisi ini.

Yasa mengutamakan bila potongan daging has mempunyai struktur yang baik dan mudah dibuat jadi empuk. Tetapi, tidak tutup peluang bila potongan daging yang lain dapat menjadi sei sapi. Kamu bisa juga memakai dalaman sapi seperti lidah sapi untuk dibuat jadi sei sapi.

Daging sei umumnya ditempatkan ke ruang khusus pengasapan untuk proses masak. Asap akan memperdalam daging dan daging akan alami penyusutan sekitar 20-30 %.

Karena itu wajib untuk pilih daging yang tidak berkadar lemak tinggi. Karena daging dengan kandungan lemak yang tinggi akan alami penyusutan semakin banyak dibanding daging dengan kandungan lemak sedikit.

Sei sapi pada intinya memakai daging babi rimba atau babi liar hasil pemburuan. Argumennya daging babi liar mempunyai struktur yang empuk dan padat, dan tidak banyak memiliki lemak didalamnya.

Berlainan dengan daging babi ternak yang mempunyai kandungan lemak semakin banyak, hingga saat diasap daging dapat berkurang lebih dari 30 %.

Sementara untuk daaging sapi, teksturnya lebih keras dibandingkan daging babi hingga daging sapi harus dimarinasi lebih dulu. Saat proses marinasi lebih bagus marinasi daging dengan daun pepaya supaya daging gampang halus.

Baca Juga : Coba Bikin Resep Rendang Daging Sapi Padang Asli Yuk!

Se'i Sapi, Makanan Tradisional NTT Yang Kian Populer, Simak Asal Usulnya! (foto; cdn-2.tstatic.net)

Sei Sapi Berbeda Dengan Daging Asap

Sering orang memandang daging Sei ialah daging asap, karena langkah pemrosesannya yang kelihatan serupa. Tetapi, rupanya ada banyak ketidaksamaan yang penting Teman dekat kenali nih.

Saat sebelum diasapi, daging Sei perlu diiris-iris tipis-tipis lebih dulu, berlainan dengan biasanya masakan daging asap yang dagingnya diasapi secara utuh. Daging untuk Sei akan diberi bumbu dengan rempah-rempah saat sebelum proses pengasapan, supaya bumbu dapat menyerap prima sampai ke dan hasilkan cita-rasa kombinasi unik di antara asin, renyah, dan manis alami.

Perbedaan paling menonjol berada pada pemakaian kayu Kosambi pada proses pengasapan. Susunan kayu yang kering, tebal, dan besar bisa mengoptimalkan daging supaya masak prima dan mengirit pemakaian arang.

Karena untuk membikin Sei, dibutuhkan proses mengolah sepanjang beberapa jam, bahkan juga ada yang sampai sekian hari. Bergantung tipe daging yang dipakai.

Disamping itu, daun kosambi dipakai untuk tutupi daging sepanjang proses pengasapan untuk jaga kualitas warna dan struktur asli daging, supaya masih tetap merah dan juicy.

Baca Juga : Empal Gentong H. Apud Cirebon, Kuliner Nikmat Sejak 1994

Sei Sapi Lebih Nikmat Dihidangkan Dengan Sambal

Kurang nikmat rasa-rasanya bila menu satu ini tidak diimbangi dengan sambal sebagai pendamping. Teman dekat dapat memakai tipe sambal apa saja untuk dikonsumsi bersama dengan Sei Sapi.

Dimulai dari sambal ulek, sambal dabu-dabu sampai sambal matah. Secara umum, warga di NTT menyuguhkan sajian Sei Sapi dengan sambal lu'at. Sambal lu'at sebagai sambal ciri khas NTT yang dibuat dari kombinasi cabe, jeruk nipis dan daun laut.

Rasa pedas dan asam, dan wewangian jeruk nipis yang kuat akan membuat bertambah cita-rasa daging yang telah manis dan renyah.

Beberapa Rumah Makan Se'i Sapi Populer

Sebutlah saja warung Se'i Sapi Lamalera dan Se'i Sapi Marase yang berada di Bandung di mana pecintanya sering melonjak. Di Jakarta sendiri, telah ada sekitaran lima warung seperti Se'i Sapi Narama, Se'i Salera, Se'imoo, Kokka Sikka dan Se.ko.tidak dan sebagainya.

Di Malang, se'i sapi disuguhi oleh warung Se'i Sapi Atambua, Se'i Sapi Mamtua, dan ChaCha Se'i Sapi Kupang.

Telah ngiler belum dengan masakan ini? Selekasnya mencari warung se'i di kotamu, dan rasakan sedapnya daging asap ciri khas Indonesia dengan ramuan rempah yang berlimpah.

Masih banyak rumah makan se'i sapi yang bisa anda coba, karena kini se'i sapi sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Baca Juga : Coto Makassar, Ternyata Kuahnya Pake Air Tajin, Cobain Yuk!

Nah itu tadi ulasan singkat tentang Se'i Sapi, Makanan Tradisional NTT Yang Kian Populer. Simak juga artikel lain tentang makanan tradisional, sate maranggi, sate lilit Bali, dan sate gebug Malang di halaman utama. Selamat membaca!