Sinopsis Film Serial Sianida (2021), Mengadopsi Kasus Jessica Wongso dan Wayan Mirna

serial ini mengingatkan kita pada kasus pembunuhan fenomenal, kasus kopi sianida Jessica Wongso.  Mengambil premis yang sama, seorang wanita dari kalangan atas meninggal dunia secara misterius setelah menenggak kopi.

Sinopsis Film Serial Sianida (2021), Mengadopsi Kasus Jessica Wongso dan Wayan Mirna

Mengusung genre Crime, Thriller, action, LGBT, Serial Sianida Rilis tahun 2021 dengan 12 episode. Disutradarai Sridhar Jetty, diproduksi MVP Entertainment, Serial Sianida menggandeng pemeran Aghniny Haque, Jihane Almira, dan Rio Dewanto yang sudah tidak diragukan lagi aksinya.

serial ini mengingatkan kita pada kasus pembunuhan fenomenal, kasus kopi sianida Jessica Wongso.  Mengambil premis yang sama, seorang wanita dari kalangan atas meninggal dunia secara misterius setelah menenggak kopi.

Dalam kasus ini salah satu dari tiga orang yang berada di tempat kejadian dijadikan tersangka. Tapi ada banyak keanehan yang mengelilingi kasus ini, apakah benar orang yang berada di TKP adalah pembunuhnya atau ada orang lain?

 

Baca Juga :Sinopsis Film Twivortiare, Romansa Pernikahan Kedua

 

Sinopsis Sianida

Serial web yang ditayangkan WeTV ini memang mengingatkan banyak orang akan kasus Jessica Wongso dan Wayan Mirna tahun 2016 silam. Makannya Sianida (2021) menjadi salah satu serial web yang wajib untuk diikuti, berikut sinopsis setiap episodenya.

Episode 1-4

Kisah ini berawal ketika sepasang suami istri sedang mendatangi pesta malam tahun baru yang dibuat oleh ayahnya. Amelia (Jihane Almira) dan David (Rio Dewanto) menikmati pesta yang sangat meriah, namun Amelia tiba-tiba menghilang malam itu.

Wanita ini dengan tergesa-gesa berjalan menuju sebuah kamar, disitulah Amelia bertemu dengan Jenny (Aghniny Haque). Wanita yang paling dicintainya, malam itu keduanya menghabiskan malam bersama di kamar hotel.

Keesokan harinya Amelia, Jenny, Sari (Agesh Palmer) dan Laura (Anastasia Herzigova) hangout bersama di sebuah kafe. Jenny yang datang terlebih dahulu sengaja memesankan teman-temannya minuman, mereka pun mengobrol bersama.

Saat Amelia menenggak kopinya, wanita ini mengeluhkan rasa kopi yang aneh dan membuatnya terus menerus batuk. Amelia pun kolaps di tempat, mulutnya mengeluarkan busa putih dengan mata yang terbuka lebar. Semua orang panik, Sari dan Laura berusaha menyadarkan sahabatnya sementara Jenny diam membeku.

Hal ini ditangani oleh kepolisian, mereka berusaha untuk mengotopsi tubuh Amelia namun ditolak oleh keluarga. Titik terang muncul ketika sisa busa yang tercecer di lantai, penyebab kematian Amelia karena sianida.

Bukti-bukti lainnya mulai bermunculan dan hanya mengarah pada satu orang yaitu Jenny. Wanita ini ditangkap karena jadi tersangka, tapi ia menolak tuduhan yang diberikan padanya.

Hingga seorang pengacara akhirnya mau membelanya, yaitu bapak Hasan Hadinnata (Mike Lucock). Opsir Dita (Nasya Marcella) merasa ada yang aneh dengan kasus Amelia dan Jenny, karena semuanya terasa mulus. Kehidupan Jenny di penjara juga terancam, karena seorang napi menjadi pembunuh bayaran berusaha membunuhnya.

Pak Hasan yang mengetahui hal ini berusaha memberikan pengamanan terbaik bagi kliennya. Berbekal dari semua kecurigaan dan pernyataan Jenny, pengacara ini mulai mengawasi ayah dan suami Amelia. Tapi satu hal yang Pak Hasan tekankan pada Jenny, fakta bahwa ia seorang lesbian harus ditutupi.

Titik terang muncul, fakta sianida yang digunakan dalam kopi kadarnya terlalu lemah untuk membunuh. Sementara itu keluarga Amelia melancarkan serangan media, mereka berusaha menarik simpati masyarakat.

Hal mencurigakan mengenai keputusan Pak Robert (Arswendi Bening Swara) menikahkan putrinya dengan David menguatkan segalanya. 

Episode 5

Kedatangan opsir Dita ke tahanan ternyata membuat Jenny kembali masuk dalam luka kehilangan Amelia. Wanita ini melakukan percobaan bunuh diri di kamar mandi. Hal ini membuat Pak Hasan sangat murka pada opsir Dita. Pengacara ini memperingatkan agar kepolisian tidak sembarangan untuk menyelidiki Jenny tanpa ada dirinya.

Kedatangan Opsir Dita tidak berniat jahat, wanita ini mengetahui ada yang tidak beres dan mencurigakan dari kasus ini. Opsir Dita sebelumnya mengatakan bahwa semua bukti terlihat aneh karena semuanya memberatkan Jenny dan sangat mudah ditemukan.

Apalagi penyelidikannya tentang suami Amelia yang mengalami kebangkrutan dan keterangan dari Laura makin menguatkan. Laura dengan gamblang menceritakan bagaimana Jenny dan Amelia pertama kali bertemu di New York.

Ia juga menceritakan bagaimana Amelia dan kenapa wanita itu memilih untuk menjauh dari keluarganya dan tinggal di New York. Pernyataan Laura mengenai David juga makin menguatkan kecurigaan, bagaimana mungkin seorang pria tidak menyadari istrinya penyuka sesama jenis setelah lima tahun menikah?

Suatu hari Pak Hasan menerima telepon mengenai tanggal sidang Jenny, padahal penyelidikan masih tahap awal. Hal ini membuatnya makin marah, Dita yang mengetahui hal ini juga protes pada seniornya, Ilham, namun seperti biasa dia selalu saja dianggap remeh.

Sejak saat itu Dita mengungkapkan pada Pak Hasan bahwa ia percaya Jenny bukanlah pelaku pembunuhan Amelia. Kedatangan keduanya ke Irish Café membuahkan bukti baru, ketika Amelia terlihat marah saat sedang menelepon.

Sayangnya tidak ada kamera cctv, dan sesuai saran Pak Hasan akhirnya Dita meminta izin atasannya untuk memeriksa provider telepon Amelia. Tapi keseruan terjadi ketika dalam perjalan pulang, Dita dan Pak Hasan diserang sekelompok orang yang sebelum memberikan informasi penting pada seseorang soal penyelidikan.

Di lain tempat, David melakukan aksi kabur dan kejar-kejaran dengan sejumlah preman dari rumahnya. Ternyata David terlilit banyak hutang pada preman, sesuai dengan dugaan Pak Hasan dan opsir Dita. Di saat yang sama, Adinda dan Ayahnya melihat kejadian itu, namun David berhasil berkelit sehingga semuanya tidak curiga.

Kini Jenny kembali dibawa ke penjara dan ditempatkan di sel. Ia pun tetap mendapatkan ancaman. Kali ini percobaan pembunuhan terjadi ketika Jenny sedang mengantri untuk mandi, pembunuh bayaran itu kembali mencoba menghabisinya.

Mereka menyelipkan sebuah garpu untuk melukai Jenny, untungnya wanita ini cukup tangguh untuk melawan. Di tempat itu terjadi pertarungan yang sengit, bahkan semua orang terlihat ketakutan melihat pergulatan Jenny dengan tahanan lain.

Episode 6

Setelah pertarungan yang panjang, Jenny berhasil membalaskan dendamnya pada pembunuh bayaran yang mencoba menghabisi nyawanya. Perkelahian di kamar mandi umum membuat Jenny bisa merasakan lega, kini ia menjadi lebih berani.

Setelah pertarungan sengit itu Jenny kembali ke lapas, tiba-tiba saja ia didatangi oleh seseorang yang disebut Bunda. Wanita ini sejak awal sudah memperhatikan pertarungan itu. Bunda juga mengatakan bahwa perbuatan Jenny sudah tepat.

Ia memberikan peringatan bahwa untuk hidup di lapas, Jenny harus bisa melindungi dirinya sendiri. Hingga keduanya saling berbagi cerita, Jenny mengungkapkan perasaannya saat kehilangan Amelia dan dituduh sebagai pembunuhnya.

Di sini Jenny juga mendapatkan wejangan yang sangat berarti baginya, mengenai ibunya. Bunda mengatakan bahwa jangan sampai Jenny menyesali apa yang dilakukannya sekarang. Karena ketika ibunya sudah tiada, Jenny tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk menebusnya.

Di tempat lain, Ibu Jenny dan Sari berpikir untuk membalikkan opini publik setelah keluarga Amelia menyerang putrinya. Ibu Jenny akhirnya muncul di salah satu wawancara dan mengungkapkan sisi lain mengenai hubungan buruk Amelia dan keluarganya.

Pak Hasan juga mendapatkan informasi lengkap mengenai David yang ternyata seorang bajingan penipu wanita-wanita kaya. Bermodalkan informasi ini Pak Hasan bekerjasama dengan preman yang dihutangi oleh David sambil mengorek informasi.

Setelah itu Pak Hasan memberikan ancang-ancang pada David, yang membuat pria itu kalang kabut. Tapi hal yang tidak kalah mengejutkan muncul, ternyata David dan Adinda ternyata memiliki affair.

Mereka sempat dipergoki oleh Dita yang saat itu ingin menanyai mengenai hubungan David dan Amelia. Pak Hasan mencari jalan untuk bisa meringankan Jenny, ia meminta Ricky untuk bergerak.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Yuni (2021),Wanita dan Isu Sosial Yang Menyelimutinya

 

Episode 7

Berusaha mencari cara untuk meringankan hukuman Jenny, Pak Hasan meminta bantuan dari Ricky. Sesuai dengan keinginannya, Ricky menculik David, pria itu disiksa habis-habisan karena masih belum membayar hutangnya. Benar saja, David membuat pengakuan bahwa semua harta warisan yang harusnya jatuh pada Amelia akan menjadi miliknya.

David berada di ujung tanduk, ancaman Ricky semakin menjadi bahkan sampai memotong satu jarinya. Posisi David makin terjepit ketika Pak Robert memberikan peringatan agar dia tidak membuat masalah. Tapi David terus saja berkelit dengan berbagai macam kebohongan dan karakter menantu idaman.  

Di tempat lain, untuk pertama kalinya Jenny bertemu kembali dengan ibunya dan memeluknya sambil menangis. Ia meminta maaf atas segala perilakunya, ibu dan anak itu akhirnya kembali bersama-sama lagi setelah sekian lama. Jenny berterima kasih atas kesetiaan Sari dan memahami keadaan Laura yang tidak bisa mendukungnya.

Sari bahkan mengatakan tidak akan ada yang akan mempengaruhinya untuk berhenti membantu Jenny. Karena mereka adalah teman, maka Sari akan terus berjuang dan bertahan demi sahabatnya itu.

Sari dan ibunya memberikan kepercayaan diri pada Jenny, mereka akan mencari cara menyelamatkannya. Dari situ Jenny mengingat saat-saat mereka berada di Las Vegas, ada orang yang membantu Amelia.

Sari ingat Amelia meminta menelepon seseorang bernama Tante Anna, dari sinilah titik terang mulai terlihat. Jenny menghubungi Tante Anna, wanita ini mengungkapkan semuanya pada tante Anna.

Begitu pula Tante Anna yang mempercayai bahwa Jenny bukan orang yang harus dicurigai di kasus ini. Tante Anna akan datang ke Indonesia dan bersaksi untuk meringankan semua tuduhan pada Jenny.

Di tempat lain penyelidikan Dita terganggu dengan hilangnya kepercayaan atasannya, ditambah Irham yang makin memojokkannya. Tapi Dita makin bersemangat untuk membuktikan semuanya, ia mengambil langkah dengan berdiskusi dengan Pak Hasan.

Usaha keluarga Jenny menggiring opini masyarakat juga berhasil, karena kini segala opini masyarakat mulai berbalik arah. Di hari lain, pertemuan Jenny dan Tante Anna menjadi jalan yang membawanya menuju kebebasan.

Tante Anna menceritakan siapa dirinya dan bagaimana hubungannya dengan Amelia di Amerika. Tante Anna dan ibunya Amelia sudah berteman lama, hingga ia pun tahu kabar kematian anak sahabatnya yang sangat tiba-tiba. Tante Anna dan Robert ternyata tidak pernah akur, hal ini membuatnya sangat marah dan kesal.

Episode 8

Bang Dewa kalang kabut, ketika pihak jaksa mendapatkan kelalaian dalam penyelidikan kasus Amelia. Kredibilitasnya dipertanyakan ketika mereka tidak mengecek tas milik Amelia dan bukti lainnya yang berada di TKP. Tapi Irham tetap ngotot bahwa semua bukti yang ditemukan cukup, karena mengarah pada Jenny. Padahal sidik jari yang ada di botol itu parsial, serta barang bukti yang ada ternyata tidak kuat.

Bang Dewa memberi peringatan karena Irham yang terlalu percaya diri dan tidak berhati-hati. Bahkan Irham di ultimatum soal pengacara Jenny, pasalnya Hasan tidak terlihat seperti penampilannya. Di tempat lain Tante Anna mulai menceritakan soal Pak Robert, ia menceritakan bagaimana ayah Amelia adalah pria yang mencurigakan.

Ibu Amelia meninggal karena serangan jantung, padahal tidak ada satupun di keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung. Sejak saat itu Robert mendapatkan semua harta mendiang istrinya dan menjauhkan anak-anaknya dari pihak keluarga mendiang istrinya. Tante Anna menceritakan bagaimana Amelia sangat muak dengan ayahnya hingga kabur ke Amerika.

Amelia memang anak yang pemberani dan selalu melawan ayahnya, namun telpon dari Adinda membuatnya kembali. Adinda sangat bertolak belakang dengan Amelia, dimana wanita ini sangat menurut pada ayahnya. Tante Anna mengurakan kehidupan Amelia menjadi sangat tertutup, setelah keponakannya meninggalkan Jennie dan bersiap menikah dengan David. 

Tante Anna juga meyakini bahwa Robert tahu Amelia tidak tertarik pada lawan jenis dan David tidak lebih dari pria palsu. Setelah kisah Robert telah usai diceritakan, Tante Anna dan Pak Hasan membuat rencana untuk menggertak keluarga Robert. Hal ini berhasil, Robert sampai harus berpura-pura sakit di hadapan anak-anaknya saat Anna mengancam membeberkan rahasianya.  

Kembali ke kantor Polisi, Bang Dewa mendapatkan laporan forensik mengenai isi tas Amelia dan langsung memanggil Irham. Pria itu dikeluarkan dari penyelidikan karena kecerobohan dan emosinya mempengaruhi penyelidikan. Pasalnya ada racun yang ditemukan dalam botol Amelia, dimana wanita ini diyakini sudah di racun setidaknya satu minggu sebelumnya.

Penyelidikan diambil alih oleh Dita, yang langsung melakukan penyelidikannya lagi soal kasus Amelia dan Jenny. Dita memeriksa setiap bukti yang ada, ia merasa aneh saat melihat laptop milik Amelia ternyata memiliki banyak kejanggalan. Maka dari itu, wanita ini meminta pihak keluarga Jenny untuk mengirimkan laptop pribadi milik wanita itu yang belum pernah diperiksa.

Di saat itulah Sari meminta bantuan pada Laura untuk mengantarkan laptop ini kepada Pak Hasan dan terjadi kecelakaan kecil. Ternyata kecelakaan ini menyebabkan Laura harus kehilangan bayi dalam kandungannya. Hal ini membuat suaminya sangat marah, bahkan ia meminta agar Sari dan keluarga Jenny menjauhi mereka.

Dita mulai melakukan penyelidikan, apalagi setelah ia mendapatkan laptop milik Jenny yang menguatkan segalanya. Dita mendapati perbedaan yang signifikan, bahwa email Jenny dan Amelia sudah di manipulasi oleh seseorang. Semua bukti yang didapatkan sangat menguntungkan Jenny, bahkan ada pelaku lain dan keterlibatan David makin tercium.

Bukti yang ada menunjukkan bahwa Amelia dan David tidak saling mencintai, bahkan wanita itu berniat bercerai. Mendapatkan bukti barum Dita tidak ingin membuang-buang waktu dan langsung meminta izin untuk menggeledah rumah Amelia. Disana mereka menemukan beberapa barang bukti, hal ini sempat membuatnya bersitegang dengan David.

Episode 9-12

Panik karena rumahnya diperiksa oleh aparat kepolisian, David meminta bantuan seseorang untuk membunuh Jenny. Untungnya Jenny selamat dari percobaan ini, tapi Bunda yang menjadi korban dan dirawat secara intensif. Di sisi lain Dita yang bekerjasama dengan Bang Irham berusaha mencari tahu mengenai orang-orang yang menyerangnya di kafe Amelia terbunuh.

Temuannya ini membawanya pada sekelompok preman yang ternyata suruhan dari David. Laporan dari Pak Hasan mengenai orang yang berusaha meracuni Jenny, semuanya juga mengarah pada David. Dita bergerak untuk mencari barang bukti tambahan, karena sulit untuk menangkapnya tanpa bukti konkret. Ia mendatangi Adinda dan berusaha mendapatkan informasi tambahan untuk menjerat David.

David sendiri sedang memastikan bahwa harta warisan milik istrinya jatuh padanya ke pengacara keluarga. Namun sang pengacara merasakan kejanggalan, karena warisan hanya bisa dicairkan ketika mertuanya meninggal dunia. Asisten pengacara memberitahukan bahwa Amelia meminta cerai dan menyerahkan semua hartanya untuk Jenny.

Bahkan di kali kedua David menemui pengacara, pria melakukan muslihatnya untuk menyogok pria itu. David menjanjikan akan memberikan bagian yang cukup untuk pengacara, jika hartanya bisa segera di cairkan. Pengacara memberitahu Adinda mengenai rencana David, hal ini membuat pria itu naik pitam, disanalah Dita melumpuhkannya dengan tembakan.

Menjadi tertuduh percobaan pembunuhan pada Jenny, David seperti belut yang licin dan penuh muslihat. Masalah lain muncul ketika Sari harus terluka saat mereka sedang mancari barang bukti yang Amelia sempat simpan soal suaminya. Adinda yang mengetahui hal ini ketakutan, wanita ini sampai nekat mencelakai Sari demi mengamankan rahasia perselingkuhannya dengan David.

Pak Robert yang sempat koma akhirnya sadar, tapi fakta bahwa dirinya diracuni dengan sianida membuatnya ingin segera pulang. Di hari yang sama David berhasil bebas dari tahanan berkat bantuan seorang pengacara handal yang dikirim oleh Pak Robert.

Surprise besar terjadi ketika David ditemukan gantung diri dengan surat wasiat berisi pengakuan di dekatnya. Pihak kepolisian terguncang, namun keanehan ini membuat polisi merasa ada orang lain yang ingin memperkeruh suasana.

Penyelidikan atas kematian David membawa mereka pada orang-orang yang sudah tidak asing lagi. Mulai dari barista hingga OB hotel yang ternyata adalah orang yang bekerja di perusahaan Pak Robert. Tak lama setelah itu, Dita menangkap Pak Robert dengan tiga tuduhan sekaligus. Pembunuhan pada Amelia, Pembunuhan pada David dan penyerangan terhadap Sari.

Setelah berkelit akhirnya Pak Robert mengakui, bahwa ia adalah dalang dibalik semua tragedi ini. Pak Robert berusaha melindungi Adinda dengan menerima tuduhan telah melakukan penyerangan pada Sari. Penangkapan Robert membuat Jenny bisa terbebas dari semua tuduhan, wanita ini akhirnya menghirup udara segar.