Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa

Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa. Selain sebagai seorang atlet berbakat, ia juga cerdas.

Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa
Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa

MPOTIMES - Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa. Selain sebagai seorang atlet berbakat, ia juga cerdas. Ia populer bukan karena mengandalkan kecantikan, apalagi mengandalkan harta orangtua. 

Atlet renang wanita, Siobhan Bernadette Haughey adalah pemain yang turut serta dalam Olimpiade Tokyo mewakili tim nasional renang Hong Kong. Sederet prestasi yang ia raih mungkin akan membuat Pemerintah Hong Kong (Tiongkok) untuk mengangkatnya jadi PNS Hong Kong.

Perempuan tersebut sempat menarik perhatian di ajang Olimpiade Tokyo karena penampilan perut six packnya.

Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa (Elle)

Sang perenang cukup populer oleh banyak pelatih, sebab mempunyai tubuh yang cukup kekar untuk ukuran wanita dengan lengan berotot, dan kekuatan fisik, serta pinggang yang kencang dengan perut six-pack

Namun siapa sangka Siobhan ternyata sangat tak menyukai renang ketika masih kecil, dia memilih untuk menjadi seorang atlet renang karena dorongan yang diberikan oleh kakaknya yang tak lain juga merupakan atlet renang profesional. 

Ini baru positif, sekeluarga semuanya atlet. Jadi bangga banget, bukan malah sekeluarga semuanya koruptor. Apalagi koruptor bansos. Apa yang bisa dibanggakan.

Kakaknya meminta dia untuk jadi atlet renang, namun jika tak mau, maka kakaknya akan memaksanya untuk menjadi atlet angkat beban kehidupan. Maka Siobhan kemudian mau menjadi suka berenang. 

Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa (Sunday World)

Awalnya ia suka berenang di kali bersama teman-temannya. Namun karena sungai atau kali tempat ia berenang sudah tercemar oleh pabrik yang membuang limbah sembarangan, maka ia beralih untuk berenang di kolam renang, karena ia juga dilarang berenang di kolam lele. 

Atlet keturunan Irlandia tersebut memperoleh medali perak dalam 200 m gaya bebas putri pada Olimpiade Tokyo 2020 tanggal 28 Juli dengan waktu 1 menit 53 detik 92, ia kemudian juga mencetak rekor Asia.

Pada hari yang sama, di sesi kualifikasi gaya bebas 100m putri, Siobhan terus mencatatkan rekor Asia dengan catatan waktu 52 detik 70. Dengan demikian ia berhak lolos ke babak semifinal.

Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa (Swimming World Magazine)

Pada fase semi final 100m gaya bebas putri atlet renang yang dikenal ramah ini mencatat rekor sendiri dengan menempati peringkat nomor satu dengan rekor 52 detik 40 di hari Kamis kemarin, (29/07/21).

Siobhan Bernadette Haughey Perenang Hong Kong Dengan Pendidikan Tinggi

Selain memiliki sederet prestasi mengesankan di olahraga renang, Siobhan Bernadette Haughey merupakan seorang yang memiliki pendidikan tinggi. 

Beliau adalah alumni jurusan Psikologi dari University of Michigan (AS). Tak hanya itu, Siobhan dapat berkomunikasi menggunakan 4 bahasa yaitu, Kanton, Mandarin, Inggris, dan Prancis. 

Hal itu memungkinkan beliau menjadi intelijen jika sedang sepi job jadi perenang. Mukanya juga sudah bond girl banget.

Saran saya, mbak Siobhan juga mulai belajar bahasa Indonesia, syukur-syukur bahasa Jawa juga meski dikit-dikit. Karena bisa menarik followers Indonesia di media sosial. Setelah itu nyambi jadi influencers. 

Namun jangan jadi influencers yang menyebar hoax kovid. Karena di Indonesia sejauh ini tidak ada influencers yang suka sebar hoax, apalagi hoax soal pandemi.

Siobhan Bernadette Haughey - Perenang Hong Kong Yang Menguasai Empat Bahasa (Latest Celeb Articles)

Atlet renang kelahiran tahun 1997 tersebut juga cukup terkenal di media sosial, dia mempunyai lebih dari 138 ribu followers, dan tak jarang memposting beberapa kegiatan kesehariannya di Instagram. Termasuk berburu senja dan kopi diiringi musik jazz biar edgy padahal tidak edgy-edgy amat.

Siobhan juga memperoleh peluang untuk membawa pulang medali emas untuk negara Hong Kong (China) di gaya bebas 50 m dan gaya bebas 100 m.

Perempuan yang oleh sejumlah media dikatakan cantik padahal cantik itu relatif tersebut juga mempunyai sederet prestasi cemerlang, dia meraih medali emas pada gaya bebas 100 meter di Turnamen Dunia Junior tahun 2013.

Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu, ia ditunjuk untuk mewakili Hong Kong pada gaya bebas 200 m individu dan gaya ganti 200 m putri. 

Siobhan memenangkan nomor 3 pada gaya bebas 200 meter di Olimpiade. Akan tetapi, berakhir di tempat keenam pada semifinal 2 dan tidak lolos ke babak final. Sayang sekali, namun jangan menyerah mbak Siobhan. Tetap semangat untuk kejuaraan renang berikutnya.