Soal Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung Pemerintah Jilat Ludah Sendiri, Tagar #JokowiBohongLagi Trending

Warganet kecewa terhadap Presiden Jokowi atas penggunaan dana APBN untuk proyek tersebut, yang berujung melambungnya tagar #JokowiBohongLagi di Twitter. Hingga Senin (11/10/2021) siang, tagar #JokowiBohongLagi sudah lebih dari 5 ribu cuitan.

Soal Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung Pemerintah Jilat Ludah Sendiri, Tagar #JokowiBohongLagi Trending
Soal Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung Pemerintah Jilat Ludah Sendiri, Tagar #JokowiBohongLagi Trending

Kini proyek Kereta Api (KA) Cepat Jakarta-Bandung dipastikan Pemerintah akan dibiayai APBN. Hal tersebut menyusul dikeluarkannya Perpres No.93/2021 atas perubahan Perpres No.107/2015, tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Warganet kecewa terhadap Presiden Jokowi atas penggunaan dana APBN untuk proyek tersebut, yang berujung melambungnya tagar #JokowiBohongLagi di Twitter. Hingga Senin (11/10/2021) siang, tagar #JokowiBohongLagi sudah lebih dari 5 ribu cuitan.

Presiden Jokowi ibarat menelan ludah sendiri dengan ditekennya Perpres No.93/2021 itu. Pasalnya, saat groundbreaking proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada Januari 2016, dia mengatakan bahwa pembangunan proyek kereta cepat murni memakai dana investasi dan pinjaman tanpa jaminan pemerintah.

“Saya tidak mau kereta cepat ini menggunakan APBN,” kata Jokowi di lokasi groundbreaking kereta cepat di kawasan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016).

Jokowi juga pernah mengucapkan hal yang sama di tahun sebelumnya. Dia menegaskan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tak akan memakai anggaran negara atau APBN namun diserahkan kepada BUMN. Selain itu, pemerintah tak akan memberikan jaminan kepada BUMN dalam menjalankan proyek ini karena dilaksanakan secara business to business (b to b).

Penggunaan uang APBN kenyataanya kini sudah diperbolehkan melalui revisi terbaru yakni Perpres Nomor 93 Tahun 2021.

Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN, membeberkan alasan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung kini bisa didanai APBN. Karena perusahaan milik negara yang patungan membangun proyek tersebut keuangannya sedang terganggu imbas pandemi COVID-19.