7 Alasan Mengapa Posisi telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik

Siapa sangka jika posisi telentang merupakan posisi tidur yang sangat direkomendasikan oleh para ahli kesehatan

7 Alasan Mengapa Posisi telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik
7 Alasan Mengapa Posisi Telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik

MPOTIMES - Nyatanya posisi tidur yang baik adalah kunci bagi kesehatan jiwa dan raga. Namun, banyak sekali yang belum tahu tentang masalah ini. Kebanyakan, orang memilih posisi tidur seenaknya saja karena dipikir posisi apapun sama. 

Nyatanya posisi tidur yang baik memberikan banyak manfaat dan jauh lebih sehat jika ditinjau dari segi medis. Menariknya banyak ahli yang merekomendasikan beberapa posisi tidur agar tidur menjadi lebih berkualitas.

Dan dari semua rekomendasi tersebut, posisi telentang adalah rekomendasi posisi tidur yang baik dan wajib kamu coba mulai sekarang. Berikut ini fakta seputar posisi tidur telentang yang wajib kamu ketahui.

1. Mengurangi Terjadinya Nyeri Punggung

7 Alasan Mengapa Posisi Telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik


Mencuplik berbagai sumber, posisi tidur yang baik dengan tidur terlentang bisa kurangi penekanan pada tulang belakang dan menjaga lekukan alaminya. Ini karena status terlentang serupa dengan saat badan berdiri tegak. Jika status telungkup dengan kepala miring ke satu arah, ini akan mengakibatkan merasa sakit dan memberikan penekanan pada tulang belakang.

Menurut sebuah study di Korea dengan judul "Efek of sleep bentuke on neck muscle activity" dalam Journal of Physical Terapi Science tahun 2017, tidur terlentang dengan tangan ditempatkan di atas dada atau segi badan ialah sikap tidur terbaik.

2. Mengurangi Sakit Kepala Servikogenik

7 Alasan Mengapa Posisi Telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik


Sama dampaknya dengan leher dan tulang belakang, tidur terlentang bisa hilangkan penekanan dari kepala. Status ini bisa mencegah sakit kepala servikogenik, yakni sakit di kepala karena tulang leher yang mengakibatkan ngilu ada di belakang kepala. Kerap disalahpahami sebagai migrain, tanda-tanda sakit di kepala servikogenik mencakup: ngilu berdenyut-denyut di satu segi kepala atau muka, kaku leher.

Dan ada juga kesan sakit di wilayah dekat mata, merasa sakit saat bersin atau batuk, sensitivitas pada sinar dan keributan, pandangan buram, sakit di perut, saraf terjepit, jalan keluarnya dengan tidur terlentang.  Dengan jaga kepala, leher, dan tulang belakang dalam status netral, kamu bisa kurangi resiko penekanan dan sakit di kepala.

3. Meningkatkan Sistem Pernapasan

7 Alasan Mengapa Posisi Telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik


Tidur telungkup atau miring ke segi badan bisa padati ruangan pernafasan. Dalam status itu, otot diafragma turut ketekan, hingga pernafasan juga terusik. Walau sebenarnya, pernafasan diafragma yang teratur saat tidur bisa berguna: kurangi depresi, membenahi situasi hati, dan tingkatkan perhatian dan fokus.

Mencuplik study di Amerika Serikat (AS) yang diedarkan di jurnal Frontiers in Psychiatry tahun 2018, pernafasan dalam yang halus memacu produksi hormon melatonin. Dengan demikian, kamu lebih rileks, tidur menjadi lebih pulas, dan kegiatan saraf parasimpatis juga bertambah.

4. Mencegah Timbulnya Jerawat

7 Alasan Mengapa Posisi Telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik


Saat sebelum tidur, khususnya wanita, pasti bersihkan muka supaya terbebas dari jerawat. Tetapi, tahukah kamu jika sikap tidur punyai dampak? Kenyataannya, sarung bantal mempernyerap minyak sebum dari kulit dan rambut dan menebarkannya ke muka bila tidur telungkup.

Tidak boleh salahkan bantalmu, tapi coba tidur dalam posisi tidur yang baik dengan sikap terlentang untuk menahan contact di antara muka dan sarung bantal. Dengan posisi tidur yang baik yaitu terlentang, maka menghindari muka dari sarung bantal, hingga kotoran dan tidak bisa membuat muka iritasi.

5. Mencegah Adanya Kerutan

7 Alasan Mengapa Posisi Telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik


Selainnya iritasi dari sarung bantal, tidur telungkup bisa menekuk dan menarik kulit muka. Ini mengakibatkan timbulnya keriput di muka karena muka ada di atas bantal dan tergores oleh gerakan kepala saat tidur telungkup.

Tidak cuma kulit muka, kulit leher juga bisa berkerut karena tidur telungkup. Bila kamu terlatih memoleskan produk perawatan muka atau skin care saat sebelum tidur, tidur terlentang bisa menolong. Tidur terlentang jaga muka tidak melekat dengan bantal, hingga faedah skin care akan maksimal di muka dengan posisi tidur yang baik.

6. Mencegah Terjadinya Pembengkakan Wajah

7 Alasan Mengapa Posisi Telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik


Saat tiduran ke segi samping atau telungkup, karena itu cairan badan juga bergabung di lokasi itu. Mengakibatkan, wilayah sekitaran mata dan muka juga lebam. Oleh karenanya, sangat dianjurkan untuk tidur terlentang untuk menahan bengkak ini.

Kamu dianjurkan untuk mengusung kepala sedikit dengan bantal supaya cairan bisa terbagi secara baik. Dengan demikian, kamu akan terbebas dari mata dan muka lebam. Bangun tidur juga kamu akan kelihatan fresh!

7. Mencegah GERD dan Sinus

7 Alasan Mengapa Posisi Telentang Adalah Posisi Tidur Yang Baik

Tidur terlentang dengan kepala yang didukung sampai semakin tinggi dari jantung bisa menurunkan kemacetan dan penyumbatan pada sinus. Bila tidur dalam sikap kepala menunduk, lendir bisa terkumpul dan menutup sinus. Dengan kepala tertopang, style gravitasi akan menarik lendir dan sinus juga masih tetap bersih.

Apa cuman sinus saja? Tidak ! Menurut sebuah study di Taiwan yang diedarkan di Journal of Nursing tahun 2016, status terlentang dengan kepala sedikit tinggi dari jantung menolong menurunkan penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Nah, jadi banyak juga manfaatnya posisi tidur telentang ini. Sungguh sebuah rekomendasi posisi tidur yang baik dan wajib dicoba terutama jika kamu ingin mendapatkan tidur yang jauh lebih berkualitas mulai dari detik ini.