Timnas Wanita Indonesia Kalah Telak - Saatnya Hidupkan Kompetisi

Timnas Wanita Indonesia Kalah Telak - Saatnya Hidupkan Kompetisi. Tidak perlu melakukan bully ke pemain, karena itu hal yang menjijikkan.

Timnas Wanita Indonesia Kalah Telak - Saatnya Hidupkan Kompetisi
Timnas Wanita Indonesia Kalah Telak - Saatnya Hidupkan Kompetisi (source detik.net)

MPOTIMES - Timnas Wanita Indonesia Kalah Telak - Saatnya Hidupkan Kompetisi. Tidak perlu melakukan bully ke pemain, karena itu hal yang menjijikkan.

Semestinya kita patut berbangga, karena Tim Nasional wanita kita untuk pertama kalinya setelah 33 tahun lolos ke Piala Asia Wanita. Seperti diketahui, Piala Asia merupakan event terbesar sepakbola wanita di benua kuning.

Namun meski lolos ke Asian Cup, sejumlah kalangan menilai kita ‘hanya’ beruntung bisa lolos. Sebab, dua kontestan di grup, yaitu Korea Utara dan Irak mengundurkan diri akibat pandemi Covid.

Maka, hanya Singapura saja yang menjadi satu-satunya lawan kita di grup. Dalam dua kali pertandingan, mereka dikalahkan timnas wanita kita dengan skor 1-0. Alhasil kita melaju ke putaran final event terbesar sepakbola wanita di Asia tersebut.

Indonesia tergabung di grup B bersama Australia, Filiphina, dan Thailand. Pada laga pertama, timnas kita berhadapan dengan Australia. Dan saat artikel ini sedang ditulis, timnas kita dalam kondisi kalah 18-0. 

Sebuah skor yang super telak. Kekalahan telak ini memang sangat menyakitkan, namun lebih menyakitkan lagi kata-kata dari sebagian netizen kita kepada skuad timnas wanita. 

Mereka meluapkan kekecewaan dengan menulis komentar berbau sindiran, seperti “seleb vs atlet”, dll. Oke lah, kecewa itu wajar, namun tidak seharusnya kemudian menyerang skuad kita seperti pada komentar tersebut.

Bisa jadi kata “seleb” yang dimaksud merujuk kata “selebgram”. Sebab, beberapa pemain timnas kita memang memiliki banyak followers di media sosial, khususnya Instagram, dan aktif.

Bagaimanapun, mereka atlet kita. Kalau kemudian beberapa di antara mereka akhirnya aktif sebagai selebgram, ya menurut saya tidak masalah. 

Ingat, liga putri kita tidak berjalan. Terakhir, kompetisi dihentikan. Sehingga sejauh ini mereka tidak memiliki kompetisi untuk diikuti, bahkan tercatat hanya ada 5 pemain yang memiliki klub. 

Maka wajar jika sebagian pemain lebih aktif menjadi selebgram. Bagaimana mereka mendapat pemasukan jika liga tidak berjalan, yang artinya mereka tidak memiliki gaji maupun bonus setiap bulan. 

Selain itu, kita tetap perlu memberikan apresiasi karena di tengah ketiadaan kompetisi, mereka masih berlatih sendiri. 

Melawan Salah Satu Tim Terbaik Dunia

Di sisi lain, Australia, lawan mereka, saat ini berada di ranking 9 dunia, sementara kita masih berkutat di ranking 90-an. Hampir seluruh personil The Socceroos berlaga di Eropa.

Sebagian bahkan memenangi Liga Champions Eropa bersama klubnya. Sisanya, berlaga di Bundesliga, hingga Premier League. 

Samantha Kerr, pemain andalan mereka adalah salah satu pemain terbaik dunia wanita di muka Bumi. Ia saat ini bermain untuk Chelsea. 

Maka tak heran jika sebuah tim tanpa kompetisi kalah dengan skor sebesar itu kala menghadapi tim yang diperkuat deretan pemain terbaik dunia.

Kalau harus ada yang dikritik, maka PSSI yang perlu untuk dikritik. Hasil menyedihkan ini bisa menjadi bahan evaluasi supaya ke depan sepak bola wanita kita bisa berkembang. Hidupkan kembali liga putri. 

Sementara itu, untuk teman-teman anggota timnas wanita Indonesia, jangan terlalu bersedih, tegakkan kepala kalian.

Baca Juga Menyaksikan Timnas Indonesia Bertanding Di Final Piala AFF Adalah Wujud Mencintai Paling Tinggi