Uniknya Desa Sasak Sade, Desa Adat Suku Sasak Asli Lombok

Desa Sasak Sade terletak di desa Rembitan, Pujut, Lombok tengah. Desa ini dikenal sebagai desa yang menjaga adat suku Sasak. Simak ulasan uniknya Desa Sasak Sade berpenghuni Suku Sasak asli Lombok berikut ini.

Uniknya Desa Sasak Sade, Desa Adat Suku Sasak Asli Lombok
Uniknya Desa Sasak Sade, Desa Adat Suku Sasak Asli Lombok

MPOTIMES - Desa Sasak Sade terletak di desa Rembitan, Pujut, Lombok tengah. Desa ini dikenal sebagai desa yang menjaga adat suku Sasak. Simak ulasan uniknya Desa Sasak Sade berpenghuni Suku Sasak asli Lombok berikut ini.

Suku Sasak populer di kalangan wisatawan yang datang ke Lombok. Dinas Pariwisata di tempat menjadikan Sade sebagai desa rekreasi karena desa Sade dan suku Sasak sebagai penghuninya.

Desa Sasak Sade ialah cerminan suku asli Sasak Lombok. Meskipun listrik dan program Program Nasional Pendayagunaan Warga (PNPM) dari pemerintahan telah masuk ke situ, desa Sade masih tampilkan situasi perkampungan asli Lombok.

Hal tersebut bisa disaksikan dari bangunan tempat tinggal yang berkesan benar-benar Sasakonal. Atapnya terbuat dari ijuk, kuda-kuda atapnya menggunakan bambu tanpa paku.

Tembok yang terbuat dari anyaman bambu, dan langsung beralas tanah, orang Sasak Sade menyebut bangunan itu sebagai bale.

Tidak hanya wisata pantai, Lombok juga menyajikan potensi wisata desa Sasak Sade yang begitu memukau. SImak ulasan tentang uniknya desa Sasak Sade berikut ini.

Uniknya Desa Sasak Sade, Desa Adat Suku Sasak Asli Lombok

Uniknya Desa Sasak Sade, Desa Adat Suku Sasak Asli Lombok (foto; lifepod.id)

Rumah Bale Suku Sasak, Desa Sasak Sade Lombok

Saat berkunjung, senyum ramah warga Suku Sasak akan menyambut anda di pintu masuk. Kemudian anda akan dibawa menyusuri desa Sasak Sade yang terletak di desa Rembitan, Pujut, Lombok tengah ini.

Dimulai dari bangunannya, ada dua jenis bangunan Suku Sasak, yaitu Bale Tani, Dan Bale Lumbung. Bale Tani digunakan sebagai rumah warga suku Sasak, dan Bale Lumbung sebagai area untuk menyimpan hasil bumi.

Berbeda dari rumah pada umumnya, rumah suku Sasak masih menjaga ciri khas bangunannya. Atap rumah dari ijuk, kuda-kuda atapnya menggunakan bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu dan beralaskan tanah.

Rumah mereka bahkan juga tidak mempunyai saluran listrik walau jaringan listrik telah ada. Atap rumah di desa ini dibuat sedikit rendah.

Baca Juga : Rekomendasi Wisata Mandalika Lombok, Sirkuit MotoGP Indonesia

Alasannya agar setiap orang yang masuk dapat sedikit menundukkan kepala. Lambang itu bermakna agar tamu menghargai warga pemilik rumah.

Warga desa Sasak Sade mempunyai rutinitas unik yakni membaluri lantai rumah dengan kotoran kerbau. Hal ini dipercaya suku Sasak Sade bahwa lantai yang diberi kotoran kerbau membuat rumah mereka menjadi suci.

Suku Sasak Sade mempunyai baju Sasak yang menarik, yakni baju Sasak khas dengan lambung dipakai lelaki, dan pegon untuk wanita.

Suku Sasak Sade mempunyai kerajinan tenun Sesek yang unik dari Suku Sasak. Beberapa wanita sering membuat kain tenun ciri khas Lombok ini.

Untuk menenun kain memerlukan waktu sekitar dua minggu hingga 1.5 bulan untuk satu lembar tenun Sesek.

Selain kain Sesek, beragam kerajinan lain dibikin langsung oleh warga Sade. Seperti manik-manik gelang, kalung etnik yang elok. Saat pulang, Anda dapat beli kenang-kenangan yang tidak terkesan dari Desa Sade.

Kurang lebih ada 700an jiwa yang menempati desa Sasak ini. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk berkunjung di desa Sasak Sade.

Uniknya Bale Sade, Desa Sasak Sade Lombok

Uniknya Desa Sasak Sade, Desa Adat Suku Sasak Asli Lombok (foto; tempatwisata.pro)

Selainnya Gili Trawangan, Gunung Rinjani, dan Segara Anak berekreasi ke Pulau Lombok tidak komplet rasa-rasanya bila tidak mengunjungi Daerah Sade.

Desa Sade sebagai salah satunya rumpun yang ditempati oleh suku asli Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Di tengah-tengah perubahan tehnologi, suku Sasak di Desa Sade masih kental dengan Sasak dan Sasak istiSasak.

Baca Juga : Pesona Pantai Batu Payung Lombok, Batu Payung Ikon Lombok

Desa Sade seolah tak dipengaruhi dengan modernitas jaman. Rumah Sasak yang dibuat dari anyaman bambu ini berdiri kuat antara bangunan kekinian berdinding tembok dan beratap darurat.

Unik dan Sasakonal. Situasi perdesaan golongan pribumi Lombok pada periode lalu masih berasa sampai sekarang.

Ada delapan bale yakni Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Judul dan Bencingah. Bale-bale itu diperbedakan berdasar perannya.

Ada 150 Kepala Keluarga (KK) di Sade. Dahulu, warganya banyak yang berpedoman Islam Wektu Telu (cuman 3x sholat dalam satu hari).

Namun saat ini, banyak warga Sade telah meninggalkan Wektu Telu dan memeluk Islam seutuhnya. Uniknya masyarakat desa Sade miliki kebiasaan khas yakni mengepel lantai memakai kotoran kerbau.

Zaman dulu saat tidak ada plester semen, orang Sasak Sade memoleskan kotoran kerbau di alas rumah. Dengan demikian lantai rumah dipercaya menjadi lebih hangat dan dijauhi nyamuk.

Desa Sade dengan penduduk Suku Sasak mempunyai bermacam ciri khas, diantaranya;

1. Rumah Sasak Sasakonal, Desa Sasak Sade Lombok

Masyarakat Suku Sasak masih menjaga bangunan Sasakonal sebagai rumahnya. Model rumah mereka seperti bale yang dibuat dari kayu beratap jerami atau ilalang.

Di sini, pemukiman warga berundak-undak ikuti tipografi tanahnya. Panggilan untuk rumah mereka ialah bale tani. Di pemukiman ini wisatawan bisa mengenali wujud asli rumah Suku Sasak.

Hal yang biasanya menarik untuk wisatawan saat berkunjung rumah Sasakonal berupa bale itu ialah menyaksikan lantainya.

Lantai mereka akan dipel dengan kotoran kerbau, berkilau, namun tidak berbau. Setiap ruang dalam bale tani memvisualisasikan filosofi hidup.

Misalkan pintu yang dibikin rendah untuk memvisualisasikan sopan-santun orang saat masuk ke rumah. Pengunjung harus merundukan tubuh saat melalui pintu itu.

Baca Juga : Dari Sabang Sampai Merauke, Kali Ini Giliran Wisata Merauke Yang Kita Ulas!

Uniknya Desa Sasak Sade, Desa Adat Suku Sasak Asli Lombok (foto; 2.bp.blogspot.com)

2. Menenun Kain di Halaman Rumah, Desa Sasak Sade Lombok

Umumnya, aktivitas ibu-ibu di dalam rumah Suku Sasak itu ialah menenun. Saat melawat langsung ke pemukiman itu, wisatawan bisa melihat beberapa ibu mintal benang, menenun dengan alat manual, dan hasilkan kain ciri khas Lombok yang memikat.

Wisatawan dapat segera belanja di sana. Masing-masing kain dijual dengan harga berbeda, terrgantung tingkat kesulitan pola dan lebarnya. Harga yang ditawarkan untuk selembar kain mulai Rp 300 ribu.

Selain berbelanja, wisatawan dapat belajar langsung langkah mengolah benang menjadi kain. Masyarakat disana akan senang hati mengajarkan cara menenun kain Lombok.

3. Pernak-Pernik Ciri Khas Suku Sasak, Desa Sasak Sade Lombok

Berbelanja gelang tenun menjadi satu diantara kegiatan yang umum dilihat di desa Sade. Tidak hanya menghasilkan kain, masyarakat desa Sade juga menghasilkan gelang-gelang etnik.

Wisatawan dapat memilik sendiri bermacam jenis gelang yang dibuat dari benang tenun. Rata-rata gelang dijual dengan harga Rp 10 ribu.

Tidak hanya itu, mereka bisa juga membuat kalung-kalung etnik, misalkan kalung dari bahan koin jaman dahulu.

Baca Juga : Indahnya Wisata Pulau Komodo, Warisan Budaya Dunia

Nah itu tadi ulasan singkat tentang Uniknya Desa Sasak Sade, Desa Sasak Suku Sasak Asli Lombok. Simak juga ulasan lain tentang Wae Rebo, surga kecil bernama Sumba, dan pantai batu payung Lombok di halaman utama. Selamat membaca!