Uniknya Martabak Piring Murni, Martabak Legendaris Asal Medan

Martabak Piring Murni sudah sangat terkenal di Medan. Bentuknya yang unik dan rasanya yang manis membuat martabak piring murni digemari banyak orang. Simak ulasan martabak piring murni berikut ini.

Uniknya Martabak Piring Murni, Martabak Legendaris Asal Medan
Uniknya Martabak Piring Murni, Martabak Legendaris Asal Medan

MPOTIMES - Martabak Piring Murni sudah sangat terkenal di Medan. Bentuknya yang unik dan rasanya yang manis membuat martabak piring murni digemari banyak orang. Simak ulasan martabak piring murni berikut ini.

Medan sebagai salah satu kota di Indonesia yang mempunyai bermacam tipe kulineran, satu diantaranya ialah martabak piring murni. Bukan hanya dicari warga lokal, tapi juga pelancong yang bertandang ke Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara ini.

Martabak adalah jajan kaki lima yang sangat banyak penggemarnya di Indonesia. Penjual martabak umumnya mulai menawarkan makanannya mulai sore sampai malam hari.

Tidak heran kalau kulineran yang ini kerap dikatakan sebagai kulineran malam. Martabak sendiri ada dua tipe, yakni martabak asin atau martabak telur dan martabak manis atau jelas bulan.

Uniknya Martabak Piring Murni, Martabak Legendaris Asal Medan

Kedua jenis martabak ini sama, memiliki porsi yang cukup disantap bersama. Di Medan ada sebuah tempat favorite untuk membeli martabak, martabak piring murni.

Baca Juga : Croffle Hits Rasa Martabak Coklat di MONKS Jakarta

Uniknya Martabak Piring Murni, Martabak Legendaris Asal Medan (Foto; phinemo.com)

Martabak Piring Murni, Ciri khas Martabak Medan

Martabak piring murni berjualan di area Jalan Tjong Yong Hian, Simpang Selat Panjang, Kecamatan Medan Kota. Salah satu pedagang martabak piring yang sudah berjualan semenjak tahun 1975.

Pedagang itu namanya Bakrie. Sekarang ini upayanya diteruskan oleh anaknya, Putra. Pria berumur 20 tahun ini sebagai generasi ke-2 , melanjutkan usaha yang awalnya dirintis oleh orang tuanya. Putra sudah jualan martabak murni semenjak sembilan tahun terakhir.

Martabak piring ini telah ada saat sebelum tahun 1975. Dapat disebut, martabak piring ini salah satunya makanan tradisional di Medan.

Martabak Tebal dan Tipis ala Martabak Piring Murni

Martabak piring sebagai jenis martabak manis yang dibikin dengan kombinasi bahan yang serupa seperti martabak manis umumnya, yaitu dengan dengan bahan dasar telur, tepung, mentega, gula, dan garam, air, pengembang, dan cokelat seres.

Ada dua variasi, martabak piring yakni martabak piring tebal dan tipis. Untuk rasa Martabak piring murni mempunyai variasi rasa, cokelat, cokelat keju, kacang, cokelat kajang keju, dan cokelat kacang.

Walau namanya martabak, tetapi Martabak Piring Murni ini penampilannya sebetulnya lebih serupa dengan pancake karena memiliki bentuk bundar kecil seukur cengkungan piring. Adonan yang dipakainya juga serupa pancake.

Martabak Piring Murni Medan punyai struktur kering dan gurih seperti kue leker atau martabak tipis kering.

Baca Juga : 8 Rekomendasi Croffle Hits Yang Harus Kamu Coba Sekarang!

Uniknya Proses Membuat Martabak Piring Murni

Yang membuat unik dari martabak piring ini diolah memakai piring lama atau piring kaleng. Biasanya, martabak dibuat dengan loyang yang dibuat dari besi atau baja.

Tetapi berlainan pada tempat ini, karena di sini dibikin memakai cetakan piring. Karena memakai piring, loyang piring di sini diubah dengan pegangan kayu hingga mempermudah saat proses mengolah.

Saat diolah, piring yang berisi adonan diletak di atas tungku, dan dalam tungku ada baranya api dari arang. Proses pengolahan Martabak Piring ini hampir serupa dengan martabak manis secara umum.

Adonan tepung barusan diciptakan dengan cetakan piring yang dengan diameter 20 cm lalu dipanggang di atas arang hingga aromanya berbeda dan unik.

Sesudah adonan telah muah masak, lalu adonan diberi dengan gula dan toping sesuai pesanan. Tidak lupa margarin dibalurkan untuk membikin rasa martabak jadi semakin oke.

Penyajiannya memakai alas daun pisang. Tidak cuman elemen tradisionalnya yang terasa, tetapi aromanya juga harum.

Baca Juga : Martabak Encek Suryakencana, Martabak Legendaris Sejak 1975

Pelanggan Martabak Piring Murni, Disukai Warga Lokal Hingga Mancanegara

Pelanggan yang datang bukan hanya warga Medan, ada pula pelancong di luar kota bahkan juga luar negeri. Cukup banyak juga yang tiba beli dalam jumlah banyak.

Saat musim liburan, berbagai pelanggan ada dari Malaysia, Singapura, Hongkong, China, dan Thailand. Untuk luar kota seperti dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar.

Sehari-harinya, kedai martabak piring murni sanggup jual sekitaran 300 porsi martabak piring, baik tebal atau tipis.

Bukan hanya dicicipi langsung di lokasi, banyak pula pelanggan yang membeli untuk dijadikan oleh-oleh atau oleh-oleh. Martabak piring yang tebal sanggup bertahan sepanjang 3 hari, dan yang tipis lebih nikmat langsung dimakan.

Asal Usul Nama Martabak Piring Murni

Istilah nama murni ini diambil dari nama adik kandung pemilik saat ini, Fazril. Karena, di tahun 1990 Murni sudah bersinggungan dalam membuat usaha itu.

Melanjutkan usaha orangtua, Fazril sebagai pemilik usaha itu sudah mempunyai 4 cabang di Medan yaitu Jalan Asia Mega Mas, Jalan Zainul Bijakin (teritori daerah Keling), Jalan Brigjend Katamso, Jalan Daerah Baru simpang Al-falah.

Disamping itu, makanan legendaris ini dibanderol dimulai dari Rp4.000 sampai Rp8.000 dan bermacam tipe ukuran dimulai dari yang tebal dan tipis.

Martabak Piring Murni lokasinya berada di Jalan Tjong Yong Hian no 43, Pasar Baru, Medan. Cita rasa martabak manis yang classic dengan beberapa opsi topping saja yakni cokelat, kacang dan keju.

Untuk menikmati martabak piring murni anda bisa bertandang mulai pukul 17.00 WIB sampai 23.00 WIB. Beberapa pedagang martabak piring di Jalan Tjong Yong Hian berjualan tiap hari.

Baca Juga : Depot Hok lay Malang, Legendaris Sejak 1946

Nah itu tadi ulasan singkat tentang Uniknya Martabak Piring Murni, Martabak Legendaris Asal Medan. Simak juga artikel menarik lain tentang croffle, bolu talas, es teh, dan makanan tradisional di halaman utama. Selamat membaca!