Usai Taklukkan Singapura, Garuda Siap Masuki 'Drama' Baru Menghadapi Gajah Perang

Usai Taklukkan Singapura, Garuda Siap Masuki 'Drama' Baru Menghadapi Gajah Perang. Lawan yang lebih tangguh telah menanti di depan mata.

Usai Taklukkan Singapura, Garuda Siap Masuki 'Drama' Baru Menghadapi Gajah Perang
Usai Taklukkan Singapura, Garuda Siap Masuki 'Drama' Baru Menghadapi Gajah Perang (Kumparan.com)

MPOTIMES - Usai Taklukkan Singapura, Garuda Siap Masuki 'Drama' Baru Menghadapi Gajah Perang. Lawan yang lebih tangguh telah menanti di depan mata.

Gelaran Piala AFF sudah memasuki fase babak final, di mana tim nasional Indonesia akan berhadapan dengan Thailand.

Pada babak semifinal, Indonesia mampu menumbangkan tuan rumah Singapura dengan skor agregat 5-3. Ada banyak drama yang tersaji di laga leg pertama dan kedua yang melibatkan kedua negara ini.

Pada leg pertama, kedua tim bermain sangat keras. Banyak pelanggaran berbahaya yang dilakukan kedua tim. Namun perlu digaris bawahi bahwa para pemain Indonesia turut bermain kasar karena dipancing lebih dulu oleh Singapura.

Alih-alih bermain fair, sejumlah pemain kita dilanggar dengan keras oleh para punggawa The Lions, julukan Singapura.

Akan tetapi, pelan tapi pasti, para pemain Indonesia mencoba untuk tenang dan fokus pada permainan. Merah putih terus menekan pada babak pertama dan menghasilkan gol melalui sontekan Witan Sulaiman.

Indonesia terus menekan, dan seolah-olah tinggal menunggu waktu untuk menambah gol. Namun, para pemain Singapura menerapkan pertahanan grendel yang membuat barisan depan merah putih tidak mampu menambah pundi-pundi gol.

Pada babak kedua, energi para pemain tim nasional Indonesia seolah telah habis dan hal itu dimanfaatkan oleh timnas Singapura untuk balik menekan pertahanan merah putih. 

Hasilnya, The Lions mampu mencetak gol penyama kedudukan, dan memaksa Indonesia untuk menunda pesta kemenangan.

Namun, pada leg kedua babak semifinal, Merah Putih akhirnya mampu menaklukkan tuan rumah dengan skor 4-2 yang membuat mereka lolos ke babak final menghadapi Thailand.

Berbagai drama hadir lebih lengkap di laga leg kedua tersebut. Mulai dari 3 kartu merah yang diterima Singapura, kemudian juga penalti kontroversial yang dihadiahkan wasit kepada tuan rumah. 

Penalti yang mampu digagalkan oleh Nadeo Argawinata itu berujung pada momen kontroversial Asnawi Mangkualam menghampiri sang algojo, Faris Ramli yang tengah bersedih atas kegagalan menjebol gawang Nadeo.

Bukannya menghibur sang lawan, Asnawi malah mengucapkan terima kasih yang membuat beberapa rekan Ramli gerah.

Selain itu tak lupa pula untuk memberikan apresiasi atas keberhasilan Hasan Sunny dalam melakukan satu lusin penyelamatan di bawah mistar gawangnya. Hal tersebut membuat banyak netizen Indonesia menaruh respek yang tinggi kepadanya, meski ia adalah kiper lawan.

Juga momen gokil para punggawa Singapura yang memprovokasi skuad Garuda, dengan merayakan gol kedua mereka di dekat bench yang dihuni skuad Indonesia.

Indonesia 3 Kali Berhadapan Dengan Gajah Perang Di Final

Laga semifinal telah berakhir dengan menyisakan Singapura dalam kesedihan yang mendalam. Sekarang, skuad Garuda akan berhadapan dengan Thailand di babak final AFF Suzuki Cup 2020.

Ingat, sepanjang sejarah AFF, Indonesia sudah 3 kali berhadapan dengan Tim Gajah Perang di laga final, dan semuanya berakhir dengan kekalahan.

Meski sejarah tidak berpihak, mau tak mau Tim Garuda harus menerjang sejarah untuk mengukir sejarah baru. Sudah cukup bagi kita dijuluki ‘spesialis runner up’.

Kelemahan Indonesia selama ini adalah stamina. Terlihat pada laga menghadapi Kamboja dan leg pertama melawan Singapura, di mana skuad Garuda tampak perkasa di babak pertama, namun lesu di babak kedua.

Pada dua laga final yang bakal menguras tenaga itu, semoga pelatih Shin Tae-yong bisa merotasi pemainnya dengan baik, untuk meraih hasil maksimal, serta membawa trofi AFF ke tanah air untuk pertama kali.

Baca Juga Garuda Terkam "Kucing" Di Laga Terakhir Babak Penyisihan Grup - Indonesia Optimis Gilas Singapura

Baca Juga Meski 'Cuma' Lawan Singapura - Indonesia Harus Tetap Waspada